Beranda ›› Headline ›› ASB RAYAKAN HARI IDAHOT DENGAN TEMA ” HETERONORMATIFAS & KEKERASAAN BERBAGAI SOGIEB”

ASB RAYAKAN HARI IDAHOT DENGAN TEMA ” HETERONORMATIFAS & KEKERASAAN BERBAGAI SOGIEB”

Medan, suarasumut.com – Hari IDAHOT (Internasional Day Agains Homophiobia and Transphobia) yang jatuh pada tanggal 17 Mei (hari ini) di peringati oleh ASB ( Aliansi Sumut Bersatu ) dengan beberapa rangkaian acara, yakni pada tanggal 16 Mei lalu tepatnya di sekretariat ASB (jl. Jamin Ginting Gg Bangun Sangka Manuk No.3 Medan), ASB mengadakan nonton film dan diskusi bersama. Film yang diputar pada acara tersebut adalah “ Lovely Man”.

Acara ini di hadiri oleh berbagai kalangan yakni dari Kreatif UNIMED, Universitas Simalungun, Universitas Nomensen Medan, Perempuan Mahardika, Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial USU, LSL.

Dan tak kalah menarik lagi diskusi yang di bawakan oleh Juwita Manurung dengan tema “ HETERONORMATIFITAS & KEKERASAN BERBAGAI SOGIEB”. Menurut Juwita Manurung Heteronormatifitas adalah merupakan sebuah nilai-nilai yang dibangun di dalam masyarakat dimana diyakini heteroseksual adalah merupakan orientasi seksual satu-satunya yang ada dalam masyarakat dan tidak mengenal orientasi seksual lainnya.

Beliau juga menjelaskan tentang Orientasi seksual dan Identitas Gender (SOGI) dimana Orientasi seksual ada 3 :Heteroseksual, Homoseksual (gay dan lesbian) dan Biseksual sedangkan Identitas Gender juga ada 4 yaitu: Laki-laki , Perempuan, Transgender (FtM atau priawan dan MtF atau Waria) dan Undefiniate.

Dijelaskan juga bahwa pentingnya coming in karena itu membuat seseorang akan merasa nyaman dan percaya diri. Sedangkan untuk coming out merupakan menjadi pilihan setiap orang dan tidak bisa dipaksakan. Harapannya tidak perlu lagi takut dengan LGBTI karena itu bukan menjadi suatu penyakit, aib dan dosa.

Penerimaan dan penghargaan akan perbedaan itulah yang terpenting. Perbedaan orientasi seksual dan identitas gender sering menimbulkan kekerasan. Mereka LGBTI yang dianggap menyimpang, sakit dipaksa untuk sembuh, dan bertobat. Perempuan yang orientasi seksualnya berbeda dari heteroseksual mengalami beban dan kekerasan lebih banyak dari laki-laki karena budaya patriarki.

Dalam diskusi ini juga peserta share bagaimana pengalaman di kampus dan daerah sekeliling mereka ketika mereka bertemu dengan LGBTI. Setelah selesai diskusi tersebut ASB berharap agar “kita semua menjadi agen untuk menyampaikan kepada publik bahwa pentingnya saling menerima dan menghargai perbedaan”.

Untuk merayakan hari IDAHOT ini juga ASB akan mengadakan kuliah umum yang dibawakan oleh Prof.Dr. Siti Musdah Mulia MA APU (Peminis Muslim Terkemuka di Asia) dengan tema, “Pendidkan Keberagaman Seksualitas Untuk Perdamaian” yang akan dilaksanakan pada Jumat, 23 Mei 2014 pukul 14.00Wib di kampus USU.( rz/ss/md)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.