Beranda ›› Headline ›› APBD 2017 Labusel Disahkan, Kajari Joko Wibisono Ingatkan Pemkab Dan Dewan

APBD 2017 Labusel Disahkan, Kajari Joko Wibisono Ingatkan Pemkab Dan Dewan

Kotapinang | suarasumut.com –  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) laksanakan Sidang Paripurna pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menjadi peraturan daerah (Perda) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2017, diruang sidang kantor DPRD jalan Lintas Sumatera Bedagai Kotapinang, Kab. Labuhanbatu Selatan, Rabu (21/12).

Paripurna dihadiri sejumlah pejabat penting diantaranya Bupati H.Wildan Aswan Tanjung,SH.MM, ketua DPRD Jabaluddin,wakil bupati Drs.Kholil Jufri,MM, wakil ketua DPRD Chairul Harahap, Kajari Joko Wibisono, Danramil 0209/LB Mayor Ertiko, Kapolsekta Kotapinang Kompol Alvin Saragih, sekdakab zulkifli Sip.MM dan jajaranya serta anggota dewan.

Pimpinan sidang Wakil Ketua DPRD Chairul Harahap dari Fraksi Golkar didampingi Jabaluddin Ketua Dewan Fraksi PAN, diawal sidang pimpinan mengucapkan terima kasih kepada tim Banggar dewan yang telah bekerja melaksanakan pembahasan APBD T.A 2017 dalam beberapa hari bersama dengan para SKPD pemkab.

Ucapan yang sama juga disampaikan Bupati H.Wildan pada kesempatan itu dan berharap Pemerintah dan DPRD bisa bersinergis dalam menjalankan roda Pemerintahan di Labusel.

Sementara anggaran APBD tahun 2017 Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang disahkan pada paripurna sebesar Rp. 878.774.129.957,00.

Ditempat yang sama Kepala Kejaksaan Negeri Labusel Joko Wibisono mengaku dirinya sangat cocok bertugas di Labusel. Kata Dia di Labusel masih ada terdengar suara adzan, jika dibanding di NTT dirinya jarang mendengar suara adzan, “katanya.

Wibisono juga menceritakan pengalamannya selama tugas dibeberapa wilayah diIndonesia seperti di Medan ketika itu menangani kasus tindak pidana korupsi di Kabupaten Simalungun 150 M, di Jambi menangani kasus korupsi seorang mantan Rektor disalah satu perguruan tinggi dengan korupsi 1,2 M, kemudian masih di Jambi pernah menangani kasus korupsi 8 M tersangka masuk dan meninggal dunia, jabatan Kajari pertama kali diembanya di Kabupaten Bonebolangun Gorontalo selama 2 tahun lebih, setelah dari Gorontalo kemudian ditugaskan di Kabupaten Labusel. Dalam melaksanakan tugas Dia mengaku seorang tipe pekerja apa adanya disiplin dan perlu kejujuran.

Ketua DPRD Labusel Jabaluddin saat dikonfirmasi wartawan terkait dengan ucapan Kajari Labusel di paripurna tentang pengalamannya menangani beberapa kasus tindak pidana korupsi dan tersangkanya dipenjara. Menurut Jabaluddin ucapan yang disampaikan Kajari tersebut adalah hal biasa dan wajar. Menurut Jabal, ucapan Kajari mengingatkan pihak pemerintah dan dewan agar lebih berhati hati dalam melaksanakan tugas yang diemban, artinya harus dilaksanakan sesuai dengan undang undang. (zr/ss-ls)

Lihat Juga

Korban Longsor Di Nias Selatan Kembali Ditemukan

Nias Selatan | suarasumut.com  –  Satu korban longsor di Desa Sukamaju Mohili, Kecamatan Gomo, Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.