Beranda ›› Headline ›› Antisipasi Kejadian Tolikara, Polres Nias Gelar Pertemuan Lintas Sektoral

Antisipasi Kejadian Tolikara, Polres Nias Gelar Pertemuan Lintas Sektoral

Gunungsitoli, suarasumut.com  —  Untuk mengantisipasi kejadian di Tolikara, Papua merembet ke Pulau Nias, Polres Nias menggelar pertemuan Lintas Sektoral antar Umat Beragama.

Pertemuan yang dihadiri Kapolres Nias AKBP.Yofie Girianto Putro, S.Ik, Dandim 0213/Nias, Ketua MUI, Pengurus Muhammadiyah, Ketua PCNU, BPH ONKP, organisasi keagamaan, unsur Agama Budha, FKUB dari masing-masing Kabupaten/Kota, Kesbang dan perwakilan Gereja AMIN digelar di Aula Kamtibmas Polres Nias, jalan melati, Kota Gunungsitoli, Rabu (29/7).

Pada pertemuan lintas sektoral antar umat beragama, Kapolres Nias memberitahu, maksud dan tujuan pertemuan, selain merupakan kegiatan rutin, juga rangkaian kegiatan untuk mengantisipasi kejadian yang terjadi di Tolikara.

Dia berharap, dalam pertemuan yang digelar, semua perwakilan agama yang hadir dapat saling bertukar pikiran, sehingga kejadian di Tolikara, Papua tidak terjadi di wilayah hukum Polres Nias.

Hal senada juga diharapkan Dandim 0213/Nias pada pertemuan lintas agama tersebut, dimana Dandim 0213 Nias, Letkol Inf. Luhut B. Sidabariba menerangkan jika kedian di Poso beberapa tahun yang lalu bisa dijadikan sebagai acuan.

Kejadian di Poso bisa diantisipasi jika kerukunan antar umat beragama tetap terjalin dengan baik, dan dia mengungkapkan jika saat ini, ada pihak-pihak tertentu yang ingin merongrong kedamaian di Indonesia dengan maksud-maksud tertentu.

Ketua MUI Kota Gunungstioli Ustadz Abdul Hadi, mengatakan sangat menyambut baik pelaksanaan acara pertemuan lintas sektoral antar umat beragama yang digelar Polres Nias, namun dia menekankan, kejadian yang terjadi di Tolikara, sangat kecil kemungkinan dapat terjadi di Nias.

Menurut Ketua MUI, warga Nias diikat dengan kekerabatan, dan kerukunan antar umat beragama yang sangat solit. Hal tersbeut terjadi, karena sejak dahulu kala sudah terjalin dengan baik.

Pernyataan Ketua MUI juga dibenarkan pengurus Muhammadiyah Syaiful Gulo, dan dia tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada seluruh umat Nasrani yang ada di Nias, karena telah ikut berpartisipasi pada pelaksanaan puasa dan perayaan Idul fitri beberapa waktu yang lalu.

Pada peretemuan tersebut, perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Nias Utara Emmanuel Hia berharap, situasi politik saat ini menjelang pilkada, hendaknya jangan membawa nama Agama. Karena dengan membawa nama agama, dapat memicu konflik. Jangan hanya demi tercapainya kepentingan politiknya, yang menjadi Korban adalah rakyat sendiri.

Pernyataan yang sama juga ditegaskan Pdt. Nelson Godlieb dari FKUB Kota Gunungsitoli, dia meminta agar semua tidak terlena dengan keamanan dan kenyamanan yang sudah terjalin di Nias saat ini. Mneurut dia, pengaruh pihak luar bisa mengganggu kedamaian yang ada dan Ambon salah satu buktinya, dimana Ambon yang dulunya begitu damai, tiba tiba hancur karena konflik.(ih/ss/ni)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.