Beranda ›› Foto & Video ›› Antisipasi Amuk Massa, Muspida Dan Tokoh Gelar Rakor Mendadak

Antisipasi Amuk Massa, Muspida Dan Tokoh Gelar Rakor Mendadak

Gunungsitoli, suarasumut — Untuk mengantisipasi amukan massa terkait tindakan pemilik toko ponsel SK alias Kadali kepada karyawan wanitanya MW, Unsur Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Gunungsitoli dan sejumlah tokoh agama menggelar rapat koordinasi mendadak. Rapat yang diprakarsai Kapolres Nias AKBP.Bazawato Zebua, SH, MH, digelar di ruang Exsekutiv Mapolres Nias, jalan Melati, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Kamis (15/10) pukul 20.00 wib.

Dalam rapat yang digelar terbuka, Kapolres Nias menerangkan, penghukuman yang dilakukan SK alias Kadali kepada MW, awalnya terjadi akibat SK alias Kadali mengetahui pulsa elektriknya hilang sebesar Rp 20 ribu. SK alias Kadali kemudian menuding MW penyebab hilangnya pulsa elektrik tersebut.

SK alias Kadali kemudian menghukum MW dengan menyuruh MW berdiri di depan toko ponselnya Future.Com miliknya yang berada di Jalan Diponegoro, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, serta menggantung karton bertuliskan “saya pencuri, nama saya mawar” di leher MW.

Karena toko ponsel milik SK alias Kadali tepat berada di Jalan Protokol, MW menjadi pusat perhatian warga yang lalu lalang. Akibat rasa simpatik, tanpa dikomandoi, salah seorang warga melempar toko ponsel milik SK alias Kadali dan memicu amuk massa.

Karena suasana keamanan dan ketertiban masyarakat mulai menakutkan, Kapolres Nias melaporkan kejadian tersebut kepada Kapolda Sumut, dan Kapolda Sumut memerintahkan untuk menggelar pertemuan pimpinan daerah dan sejumlah tokoh yang ada di Kota Gunungsitoli.

Kapolres Nias memberitahu, akibat kejadian tersebut, MW dan SK alias Kadali telah dibawa ke Mapolres Nias untuk dimintai keterangan. Polres Nias akan menyelidiki perbuatan hukum yang dilakukan SK alias Kadali terhadap MW, dan sebaliknya apabila SK alias Kadali merasa MW telah mencuri darinya.

Wali Kota Gunungsitoli Imbau Warga Tidak Terprovokasi

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Gunungsitoli Drs.Martinus Lase, M.Sp mengimbau warga untuk tidak terprovokasi. Wali Kota mengakui, aksi warga terjadi karena ada yang memicu.

Dia juga menyesali sikap SK alias Kadali yang main hakim sendiri kepada karyawannya, dan menganggap perlu diambil langkah langkah, supaya warga tidak melakukan hal hal yang tidak diinginkan, dan meminta seluruh elemen masyarakat dan pimpinan yang ada di Kota Gunungsitoli ikut mengimbau warga.

“Selama ini situasi Kota Gunungsitoli sangat kondusif, dan saya berharap warga tidak cepat terprovokasi. Sejak dulu di Pulau Nias khususnya di Kota Gunungsitoli tidak pernah terjadi kerusuhan, hal tersebut terjadi karena kita semua yang ada di Kota Gunungsitoli bersaudara,” tutur Martinus Lase.

Wali Kota Gunungsitoli tidak lupa berharap kepada Ephorus BNKP yang tutur hadir pada pertemuan, untuk memberikan imbauan. Dia juga mengaku telah meminta kepada kepala sekolah dan guru yang ada di Kota Gunungsitoli mengimbau siswanya, supaya tidak terprovokasi atas apa yang telah terjadi.

“Saya telah memerintahkan Camat, Lurah dan Kepala Desa untuk menenangkan massa, serta meminta Dandim 0213/Nias untuk membantu personil Polres Nias dengan membentuk tim terpadu malam ini. Kita berharap aksi massa ini tidak berkepanjangan,” harap Wali Kota Gunungsitoli.

Menanggapi apa yang telah terjadi, Ephorus BNKP Pdt.T.Ony Telaumbanua menganggap apa yang terjadi harus dilihat secara komprehensif. Menurut dia, jika terjadi kesenjangan sosial, maka masyarakat yang memiliki ekonomi lemah akan cepat terpicu amarahnya. Amarah warga juga dipicu oleh pemberitaan di media sosial yang cepat menyebar, dan menganggap kasus yang terjadi harus diselesaikan secara adil menurut hukum dan dapat menjadi sebuah pegangan.

Ephorus BNKP juga berharap amuk massa tidak memuncak, apalagi telah berkembang isu jika semua pedagang etnis Tionghoa yang ada di Kota Gunungsitoli selalu kasar terhadap pekerjanya.

“Apa yang dianggap Emergency, kita perlu kesana untuk menenangkan semua pihak dan kasus ini harus diusut seadil adilnya dan sejujur jujurnya. Ini akan kita wartakan diseluruh gereja supaya masyarakat tenang,” ujar Ephorus BNKP pada rapat.

Untuk diketahui, dalam rapat tersebut juga dibahas terkait isu yang berkembang dan memicu amarah warga, dimana menruut isu bahwa karton yang dikalungkan oleh SK alais Kadali pada leher karyawannya MW bertuliskan orang nias pencuri.

Dalam rapat Kapolres Nias telah meluruskan, karton yang dikalungkan oleh SK alias Kadali pada leher karyawan wanitanya MW bukan bertuliskan orang nias pencuri, melainkan saya pencuri, nama saya mawar.

Sesuai pantauan wartawan, Jum’at (16/10), situasi di depan toko milik SK alias Kadali sudah mulai kondusif, dan tidak ada lagi kerumunan. Bahkan pintu toko Future.Com milik SK alias Kadali sudah dibuka sebagian dan masih terlihat beberapa personil Polres Nias dan personil Kodim 0213/Nias yang masih berjaga jaga.(ih/ss/gs)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.