Beranda ›› Headline ›› ANIAYA KAKEK 60 TAHUN, OKNUM GURU GTT MASUK DPO

ANIAYA KAKEK 60 TAHUN, OKNUM GURU GTT MASUK DPO

GUNUNGSITOLI, suarasumut.com  — Diduga akibat melakukan penganiayaan terhadap Asanudi Zalukhu (60), Guru GTT SD dan SMP Desa Bitaya, Kecamatan Alasa, Kabupaten Nias Utara Fo’arota Zalukhu alias Ama Febi (30) dan Bezaro Zalukhu alias Buyu (26) masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polisi Sektor Alasa.DPO Guru GTT Bezaro Zalukhu.

Keduanya DPO karena tidak menggubris dua kali panggilan Polisi untuk memberikan keterangan setelah ditetapkan tersangka, akibat menganiaya Asanudi Zalukhu, di Hayo, Desa Bitaya, Kecamatan Alasa, Kabupaten Nias Utara, Selasa (28/3/2014) pukul 17.00 wib tepatnya di depan rumah warga Faigiaro Zalukhu alias Ama Aro.

Sesuai salinan surat DPO kedua tersangka yang diberikan korban kepada NBC, Rabu (28/5/2014), diketahui jika selain kedua guru GTT tersebut yang masih saudara kandung, Polisi juga telah menetapkan dua lagi saudara kandung mereka masuk ke dalam daftar pencarian orang yakni Nataeli Zalukhu alias Ama Pasca (28) dan Arofati Zalukhu alias Ama Cindi (40) dengan kasus serupa.

Keempatnya dilaporkan ke Polsek Alasa oleh korban Asanudi Zalukhu tanggal 21 Maret 2014 dengan nomor laporan polisi: LP/11/III/2014/NS-Alasa, dan surat perintah membawa terhadap keempat tersangka diterbitkan Polisi pada tanggal 14 dan 15 April 2014, serta dijerat dengan pasal 170 ayat (1) subsider pasal 351 ayat (1) dari KUHpidana dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

Namun karena keempat tersangka tak kunjung ditemukan, Polsek Alasa kemudian menerbitkan DPO ke empat tersangka pada tanggal 19 Mei 2014 yang ditandatangani Kapolsek Alasa AKP.G.M.Siagian dengan nomor: DPO/09/V/2014/Reskrim.

Korban Kecewa Kinerja Polsek Alasa

Kepada suarasumut.com, korban mengatakan jika dia sangat kecewa dengan kinerja penyidik Polsek Alasa, karena menurut dia, hingga saat ini Polisi belum pernah melakukan pengejaran atau penangkapan terhadap keempat tersangka.
Keempat tersangka aku korban, walau telah masuk DPO tetapi masih tetap berada di desa mereka, bahkan kedua guru GTT tersebut masih tetap aktif mengajar seperti biasanya.

Kedatangannya ke Kota Gunungsitoli menurut pernyataan korban adalah untuk menemui Kapolres dan melaporkan kinerja Polsek Alasa yang dia anggap setengah hati dalam menangani kasus penganiayaan yang dia alami.
Sebab, penyidik tidak pernah melakukan penjemputan atau pun penangkapan terhadap keempat tersangka yang masih tetap berkeliaran dan kerap mengancam dia hingga saat ini.(sp/ss/gs)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.