Beranda ›› Headline ›› Aneh! Pabetor Jadi Tersangka Koruptor Pengadaan Kapal Rp980 Juta

Aneh! Pabetor Jadi Tersangka Koruptor Pengadaan Kapal Rp980 Juta

Rantauprapat, suarasumut.com – Aneh bin ajaib, tersangka Erwin Manurung (47) yang ditetapkan dan telah ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Rantauprapat sejak 27 July 2015 lalu atas kasus korupsi pengadaan kapal dan alat tangkap ikan sebesar Rp980 juta. Kejanggalan yang mencuat, Erwin Manurung yang menjabat sebagai Direktur Namira Rantauprapat ternyata pekerja Penarik Becak Bermotor (Pabetor), buruh serabutan, dan tidak bisa membaca.

Informasi yang dihimpun suarasumut.com hingga Kamis (30/7), kasus pengadaan kapal dan alat tangkap ikan sebesar Rp980 juta menggunakan APBD Tahun 2011 itu diduga telah merugikan keuangan Negara sebesar Rp380 juta. Dalam proses hukum yang menjerat hidupnya, Erwin Manurung didampingi pengacara prodeo, Kartoyo SH.

Kartoyo yang dikonfirmasi melalui selulernya menyebutkan, alat bukti pengadaan barang dan jasa pengadaan kapal dan alat tangkap ikan tersebut, tersangka Erwin Manurung menyanggah tandatangan yang ada dalam berkas. Menurut Kartoyo, klien prodeonya itu tidak bisa membaca sehingga dia berkeyakinan Erwin Manurung tidak bersalah.

“Tersangka tidak bisa membaca. Saat pemeriksaan, tersangka membantah tandatangan yang ada dalam berkas. Itu bukan tanda tangan saya, seperti ini loh tandatangan saya,” kata Kartoyo menirukan kalimat Erwin Manurut saat pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Rantauprapat.

Kartoyo membeberkan, kasus yang menjerat kliennya berawal dari pengajuan jabatan sebagai Direktur CV Namira Rantauprapat oleh seorang pengusaha berinisial “M”. Menurut kliennya, “M” merupakan pengguna jasa Betor Erwin Manurung hanya memberikan upah sebesar Rp50 ribu hingga Rp500 ribu.

“Bagi seorang penarik becak, uang Rp50 ribu untuk mengantar ke stasiun itu sangatlah besar. Bahkan, pernah dia menerima lima ratus ribu, tersangka mengaku tidak pernah sejarahnya dia mandapatkan penghasilan sebesar itu,” beber Kartoyo.

Secara terpisah, Kepala Kejari Rantauprapat, Hermon Dekristo melalui Kasi Intel, Erfan Efendi menyebutkan, dalam penyidikan perkara mereka mengedepankan pemeriksaan secara objektif dengan bukti-bukti formil.

Lanjutnya, dalam mengedepankan azas praduga tak bersalah, tersangka Erwin Manurung diharapkannya dapat menjelaskan semua itu. “Dalam melakukan penyidikan, kita mengedepakan bukti-bukti formil dan tetap memegang azas praduga tak bersalah. Semua bukti-bukti mengarah kepada Erwin Manurung selaku Direktur dan dalam proses penyidikan ini tidak memandang profesi, pekerjaan, ataupun latar belakang tersangka,” kata Erfan Efendi. (ls/ss/lb)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.