Beranda ›› Headline ›› Aneh! Mahasiswi Ini Malah Dituntut Perbuatan Pidana Pemerasan

Aneh! Mahasiswi Ini Malah Dituntut Perbuatan Pidana Pemerasan

Rantauprapat, suarasumut.com – Kejanggalan demi kejanggalan penanganan perkara terdakwa Mahasiswi, Monalisa (19) yang didakwa Pasal 365 ayat (2) ke-2 junto Pasal 368 ayat (2) KUHP semakin terkuak. Pasalnya, terdakwa Monalisa malah dituntut pertanggungjawaban hukum berdasarkan Pasal 368 ayat (2) KUHP, sementara pemerasan tersebut tak terjadi karena korban Fsrh (16) tak memiliki uang.

Kepada suarasumut.com, Jumat (24/4), Humas Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat, Armansyah Siregar SH menyebutkan, sesuai persidangan dengan agenda tuntutan atas perkara terdakwa Monalisa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rantauprapat menuntut pidana penjara 1 tahun 6 bulan. Menurutnya, pelanggaran yang dikenakan kepada terdakwa berdasarkan Pasal 368 ayat (2) KUHP. “Tuntutannya melakukan pemerasan Pasal 368 itu,” kata Arman Siregar SH saat ditanya pasal yang dikenakan kepada terdakwa dari dakwaan Pasal 365 ayat (2) ke-2 Junto Pasal 368 ayat (2) KUHP.

Lanjut Armansyah Siregar, usai pembacaan tuntutan akan dilanjutkan dengan penyampaian pembelaan (pledoi) dari terdakwa atas tuntutan JPU yang telah disampaikan kepada Monalisa. Dia menyebutkan, agenda pembacaan pledoi akan digelar di hari Selasa pecan depan. “Agenda sidang selanjutnya penyampaian pledoi. Hari Selasa minggu depan,” sebut Arman Siregar.

Pada pemberitaan sebelumnya, kasus yang menjerat Monalisa bermula pada tanggal 24 Februari 2015 sekitar pukul 14.30 WIB di jalan Menara, Kelurahan Siringo-ringo, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu. Saat itu, sepeda motor yang dikendarai Monalisa bersama Pspt (terdakwa dalam berkas terpisah) mogok karena kehabisan bensin.

Saat itu, Pspt dan Monalisa meminta uang Rp10 ribu kepada Fsrh yang sedang melintas di lokasi yang sama. Namun karena Fsrh mengaku tidak memiliki uang, Pspt mengambil handphone korban yang diletakan di bagasi depan (terbuka,red) sepeda motor milik korban.

Usai handphone dikuasai, Monalisa mengajukan kembali permintaan uang Rp10 ribu kepada korban untuk mengisi bensin sepeda motor yang dikendarinya bersama Pspt. Karena Fsrh tetap mengaku tidak punya uang, Monalisa memukul (tangan kosong,red) kepala korban yang saat itu masih menggunakan helm dikepalanya, dan handphone dikembalikan kepada korban.

Namun naas, sekitar pukul 15.30 WIB, dengan mengendarai sepeda motor, Fsrh yang ditemani ibunya mendatangi kembali Monalisa dan Pspt di TKP. Melihat gelagat buruk itu, Monalisa dan Pspt melarikan diri hingga akhirnya ditangkap di Simpang Jalan Padang Bulan, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhabatu.

Tak berselang berapa lama, dengan mengendarai mobil Patroli, satuan Polri Resor Labuhanbatu tiba di lokasi penangkapan Monalisa dan Pspt dan membawanya ke Polres Labuhanbatu untuk diperiksa. Sesuai keterangan terdakwa Monalisa dan Ibunya, Megawati br Sitorus, serta tidak dibantah Kasipidum, Alan Baskara, barang bukti handphone diserahkan korban kepada anggota Polri di Resort Labuhanbatu. “Handphone yang dituduh kami curi, korban sendiri yang menyerahkan kepada polisinya,” kata Monalisa beberapa waktu lalu di ruang sel PN Rantauprapat. (ls/ss/lb)

Lihat Juga

Danramil 09/Sirombu Turut Sukseskan Program KB Manunggal

Nias Barat | suarasumut.com  –  Beberapa tahun belakangan pemerintah melibatkan TNI dalam mensukseskan program KB …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.