Beranda ›› Headline ›› Anaknya Dianiaya Polisi, M.Rulis Harahap Surati Kapolres Labuhanbatu

Anaknya Dianiaya Polisi, M.Rulis Harahap Surati Kapolres Labuhanbatu

Aekkanopan, suarasumut.com – Karena anaknya mengalami penganiayaan oleh personil Polsek Kualuh Hulu, M Rulis Harahap, 63, pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), warga Desa Pulo Dogom, menyurati Kapolres Labuhanbatu di Rantauprapat. Surat ini dilayangkan untuk menyampaikan rasa keberatannya atas tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh Brigadir Bambang S terhadap Muhammad Rizal Syah Alam Harahap alias Vijal, 34.

Dalam surat itu dijelaskan, pada kamis tanggal 5 Juni 2014 lalu, Vijal yang merupakan anak kandung M Rulis Harahap terlibat tindakan penganiayaan terhadap pengusaha rumah makan di Dusun Sidomulyo (Kampung Tempel) Desa Pulo Dogom, dan oleh istrinya, Etti Yusriani mengadukan kasus ini ke Polsek Kualuh Hulu dengan laporan polisi No. LP/200/VI/2014/SU.RESLBH/SEK.KUALUH HULU tertanggal 5 Juni 2014.

Menindaklanjuti pengaduan itu, Minggu 3 Agustus 2014, Vijal pun ditangkap oleh Brigadir Bambang S dan Brigadir Poniran di salah satu areal perkebunan sawit masyarakat di Desa Londut. Disebutkan juga, dalam pengakapan itu, kedua brigadir polisi ini juga dibantu oleh sebanyak empat orang warga sipil yang diduga adalah teman-teman Brigadir Bambang S.

Namun aneh, setelah ditangkap, meski pun tidak melakukan perlawanan yang cukup berarti, Vijal yang sudah dalam keadaan diborgol sempat mengalami pemukulan oleh polisi. Dalam surat ini dijelaskan, Brigadir Bambang S memukul Vijal dengan gagang senjata api (pistol) yang mengakibatkan kepala dan pelipis Vijal mengalami luka robek. Selain itu, mereka juga sempat memukul dada Vijal hingga mengalami sakit.

Mendapati kenyataan anaknya dipukuli oleh polisi, 5 Agustus lalu, M Rulis yang juga merupakan Anggota Legislatif terpilih Kabupaten Labuhanbatu Utara dari Partai Nasional Demokrat ini langsung berinisiatif untuk mengadukan tindakan penganiayaan ini ke Seksi Propam Polres Labuhanbatu. Akan tetapi, seraya berjanji untuk terus mengikuti kasus tersebut, Kasie Propam Ipda Syahrial, menganjurkannya untuk membuat laporan ke SPK Polres Labuhanbatu.

Pada hari yang sama, M Rulis pun mengadukannya ke SPK Polres Labuhanbatu dan diterima dengan laporan polisi No. STPLP/1150/VII/SU/RES-LBH. Dan saat itu juga piket SPK menerbitkan surat permintaan visum et repertum yang ditujukan kepada Pimpinan Rumah Sakit Umum Rantauprapat dengan No. B/399/VII/2014/SPK-C.

Dalam surat ini, M Rulis juga memaparkan beberapa kejanggalan yang dialaminya terkait persoalan ini. Kejanggalan itu diantaranya adalah, dirinya sebagai orangtua kandung Vijal tidak pernah menerima salinan surat perintah penangkapan, dan ia hanya menerima salinan surat penahanan terhadap anak kandungnya tersebut. Selain itu, hingga hari selasa, 5 Agustus 2014, Vijal tidak pernah dibawa berobat oleh Polsek Kualuh Hulu, karena Kapolsek AKP Sofyan tidak memberikan ijin untuk itu.

Menurut M Rulis, tindakan Kapolsek Kualuh Hulu yang tidak memberikan ijin untuk membawa Vijal berobat sekaligus divisum ini sangat bertentangan dengan dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri, karena visum et repertum adalah salah satu alat bukti sah dalam dugaan perbuatan tindak pidana sesuai dengan Pasal 184 KUHAP.

Di akhir surat yang juga ditembuskan ke Kapolri, Kapolda, Kabid Propam Poldasu, Ketua DPRD Labura, Kasie Propam Polres Labuhanbatu ini, M Rulis meminta agar Kapolres Labuhanbatu AKBP Ahmad Fauzi Dalimunthe segera menindaklanjuti permasalahan ini.

Terkait tidak diijinkannya Vijal untuk dibawa berobat dan divisum, Kapolsek Kualuh Hulu AKP Sofyan, hingga berita ini ditulis, belum berhasil untuk dimintai keterangannya.(rz/ss/lu)

Lihat Juga

Danramil 09/Sirombu Turut Sukseskan Program KB Manunggal

Nias Barat | suarasumut.com  –  Beberapa tahun belakangan pemerintah melibatkan TNI dalam mensukseskan program KB …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.