Beranda ›› Headline ›› Anak Usia Sekolah Ngutip Infak, Fendrik: Pemkab Gagal Sejahterakan Warganya

Anak Usia Sekolah Ngutip Infak, Fendrik: Pemkab Gagal Sejahterakan Warganya

Panai Hulu, suarasumut.com – Karena ketidakmampuan ekonomi keluarga dan kurangnya perhatian pemerintah setempat, di Kecamatan Panai Hulu banyak dijumpai anak usia sekolah yang dijadikan pengutip infak mesjid di warung-warung dan rumah warga setiap harinya.

Dinilai, program pemerintah dalam memajukan pendidikan khususnya di Kabupaten Labuhanbatu terbilang belum maksimal. Roni (12), saat ditanya mengapa dirinya tak lagi bersekolah dan memilih untuk bekerja sebagai pengutip infak mengatakan, kalau dirinya melakukan hal tersebut lantaran ayahnya telah tiada, sementara ibundanya hanya seorang kuli serabutan.

”Ayahku udah meninggal pak, jadi gak ada uang untuk sekolah, kalo mamak hanya buruh cuci, makanya aku kerja gini, untuk jajan pak,”ungkapnya polos .

Ditanya berapa upah yang diterimanya perhari, Roni hanya menjawab ringan. ”Kalo itu…ya..paling hanya untuk jajan saja,”jawabnya dengan enteng.

Muslih,SH Camat Panai Hulu saat dikonfirmasi terkait maraknya anak usia sekolah yang menjadi pengutip infak di wilayahnya mengaku risih dan dirinya akan segera mempertanyakan hal tersebut ke pihak panitia pembangunan mesjid yang memperkerjakan anak-anak dibawah umur.

”Memang risih kita melihatnya,nanti lah akan saya pertanyakan kepada pengurus mesjidnya,kenapa mereka memperkerjakan anak dibawah umur,”sebutnya.

Dari hasil pantauan suarasumut.com sekitar 20 orang anak usia sekolah yang menjadi pengutip infak untuk pembangunan Mesjid yang ada di Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu.

Menanggapi ini, pemerhati masyarakat pantai Fendrik mengatakan kalau program Pemerintahan di era Tigor-Suheri ini terbilang gagal dalam mensejahterakan masyarakatnya.(ta/ss/lb)

Lihat Juga

Danramil 09/Sirombu Turut Sukseskan Program KB Manunggal

Nias Barat | suarasumut.com  –  Beberapa tahun belakangan pemerintah melibatkan TNI dalam mensukseskan program KB …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.