Beranda ›› Citizen Journalism ›› Alumni dan Mahasiswa Layangkan Surat Terbuka Kepada Rektor USI Terkait Pengangkatan Dekan FH-USI
Surat Terbuka untuk Rektor USI
Surat Terbuka untuk Rektor USI

Alumni dan Mahasiswa Layangkan Surat Terbuka Kepada Rektor USI Terkait Pengangkatan Dekan FH-USI

Pematangsiantar | suarasumut.com – Alumni dan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Simalungun (USI) yang tergabung dalam Gerakan Selamatkan FH-USI merilis Surat Terbuka yang dilayangkan kepada Ibu Corry Purba selaku Rektor USI terkait dengan proses pengangkatan Dekan FH-USI yang dinilai janggal oleh banyak pihak, khususnya Mahasiswa dan Alumni FH-USI.

Dalam rilis Surat Terbuka yang diterima oleh redaksi suarasumut.com tertulis adanya indikasi tindakan sepihak oleh Rektor USI yang mengabaikan aturan yang berlaku dan tidak mengindahkan hasil seleksi dan keputusan dari Senat Fakultas Hukum Universitas Simalungun.

Surat Terbuka untuk Rektor USI
Surat Terbuka untuk Rektor USI

Berikut isi lengkap dari Surat Terbuka yang diterima oleh redaksi suarasumut.com:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Syalom,
Salam Sejahtera,

Surat ini kami tulis terkhusus untuk Rektor Universitas Simalungun Dr. Corry Purba, M.Si. sebagai bentuk kecintaan kami terhadap Ibu dan Almamater Universitas Simalungun, terlebih atas respon kebanyakan mahasiswa dan alumni Fakultas Hukum Universitas Simalungun.

Pertama, kami tidak ingin yang kami sampaikan ini terkesan sebagai ego pribadi yang menjauhkan kami dari obyektivitas seorang alumni yang menjadi bagian dari civitas akademika USI. Namun surat ini bertujuan untuk memberi beberapa catatan tentang yang terjadi di kampus kita hari ini, yang dipengaruhi oleh kebijakan Ibu.

Dalam hal ini, kami menemukan beberapa catatan yang menurut kami penting dipertanyakan kepada Ibu selaku pimpinan tertinggi yang seharusnya mengutamakan profesionalisme, dan sikap visioner. Namun, situasi kontemporer telah menunjukkan sisi kontradiktif dari apa yang seharusnya terjadi.

Kita tahu, bahwa kemarin 15 maret 2019 Ibu telah melantik beberapa pimpinan fakultas (Dekan) setelah sebelumnya dilakukan pemilihan oleh senat Fakultas, diantaranya Fakultas Hukum, Fakutas Ekonomi, FKIP, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Teknik. Dari proses tersebut tentu ada pihak yang memperoleh suara terbanyak.

Harapan Ideal dari sebuah proses pemilihan adalah terpilihnya pimpinan dari suara mayoritas. Tetapi di USI mungkin ada persyaratan tambahan yang juga dijadikan instrumen penilaian. Sebagai bentuk penghormatan kami kepada Ibu selaku Rektor yang juga menang meskipun mendapat suara minoritas, maka ada beberapa catatan kritis yang akan kami sampaikan.

Terkait posisi hukum Yayasan sesuai Statuta USI tahun 2015 pasal 62 ayat 1 huruf a, bahwa Dekan diangkat oleh Rektor Universitas Simalungun dari Calon Dekan yang dipilih dan diusulkan Senat Fakultas setelah mendapat persetujuan Yayasan.

Kami menemukan bahwa dalam surat Yayasan Nomor: 597/VII-Y-USI/2019 tertanggal 12 maret 2019 yang mendapat persetujuan adalah yang mendapatkan suara terbanyak hasil keputusan senat fakultas.

Kemudian kami sampaikan dalam pemilihan di senat Fakultas Hukum pada 23 Februari 2019 yang diikuti oleh Bapak Masdin Saragih, S.H., M.H., Bapak Humala Sitinjak, S.H., M.H., M.Div., Bapak Drs. Ulamatuah Saragih, M.H. dengan perolehan suara sebagai berikut:

Masdin Saragih, S.H., M.H.: IIII
Humala Sitinjak, S.H., M.H., M.Div.: II
Drs. Ulamatuah Saragih, M.H.: II

Selain itu kami juga menyoal dipilihnya Bapak Ulung Napitu yang sedang Tugas Belajar menjadi tim penilai dari Biro Rektor USI, merupakan sebuah kondisi yang tak lazim dan menimbulkan pertanyaan besar. Apalagi dalam tahapan wawancara, Drs. Ulamatuah Saragih, M.H. bisa mendapatkan nilai yang sangat signifikan dibandingkan calon lainnya.

Terakhir, kami menemukan bahwa semua Dekan yang dilantik adalah peraih suara mayoritas yang dipilih senat Fakultas kecuali Fakultas Hukum.

Sebagai tambahan, bahwa defenisi Dosen dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 1 ayat 2: “Dosen adalah pendidik profesional dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan Ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengbdian kepada masyarakat;

Berdasarkan hal-hal diatas, kami ingin mengajukan beberapa pertanyaan:

1. Apakah beliau sudah mengikuti sertifikasi Dosen?
2. Berapa jumlah penelitian beliau?
3. Apakah beliau pernah menjadi pembimbing atau penguji?
4. Berapa Jurnal Ilmiah yang pernah ditulis beliau?
5. Apakah Biro Rektor siap membuka instrumen penilaian dalam hasil wawancara dan psikotest?

Kesimpulan kami:

Bahwa Ibu Rektor Universitas Simalungun mengabaikan statuta USI tahun 2015 Pasal 62 ayat 1 a dalam memilih Dekan Fakultas Hukum USI;

Bahwa rekam jejak Drs. Ulamatuah Saragih, M.H. yang kurang bertanggungjawab terhadap mata kuliah yang diasuhnya dalam 10 tahun terakhir juga luput dari pengamatan Ibu;

Bahwa kami menduga ada hal-hal diluar dari aturan statuta USI yang dijadikan alasan Subyektif Ibu Rektor dalam memilih Bapak Drs. Ulamatuah Saragih, M.H.

Demikian surat ini kami sampaikan untuk dipertimbangkan.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Syalom,
Salam Sejahtera
Salam Cinta, Salam Damai

1. Daniel Heri Pasaribu, S.H.
Alumni FH USI tahun 2015
2. Albert Rajagukguk, S.H.
Alumni FH USI tahun 2015
3. Asmir K Saragih, S.H.
Alumni FH USI tahun 2017
4. Berto Harianja, S.H.
Alumni FH USI tahun 2014
5. Ronald Reagan Barimbing
Mahasiswa FH USI 2017
6. Frederick Herlambang Rangkuti, S.H.
Alumni FH USI tahun 2016
7. Andra Pratama Tarigan, S.H.
Alumni FH USI 2017

Lihat Juga

Banggar DPRD Dan TPAD Pemkab Labusel Bahas APBD 2020

LABUSEL | suarasumut.com  –  Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) bersama Tim Anggaran …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.