Beranda ›› Headline ›› Aku Dipaksa Ibu Jual Diri Demi Baju Lebaran

Aku Dipaksa Ibu Jual Diri Demi Baju Lebaran

Labuhanbatu, suarasumut.com – Ketiadaan memang membuat orang gelap mata, semua cara pun dilakukan demi tercapai tujuan , kisah ini diceritakan langsung oleh Putri (Nama Samaran)

Putri yang mulai beranjak remaja( 12) warga Kota Tebing Tinggi yang sudah setahun ikut ibu kandungnya Ira (35) mengadu nasib dari kafe ke kafe disimpang PT.HSJ Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu.

Ira yang memang sudah menjanda memilih menjadi pekerja seks komersil di bebrapa kafe yang selama setahun dijalaninya, sedangkan Putri anak kandung Ira ikut serta kemana ibunya pergi.

Namun belakangan ini, agaknya rezeki Ira dalam menjalaninya profesinya tidak begitu lumayan, sehingga untuk membeli pakaian lebaran buat anaknya tidak mampu.

Mungkin karena para hidung belang sudah merasa bosan dengan dirinya, kemudian terlintas dibenaknya untuk menjual anak kandungnya (Putri),yang mulai dewasa itu ke pada para hidung belang,agar dia dan anaknya dapat membeli baju lebaran nantinya.

Putri yang semula tidak mau dan meronta saat akan berhubungan dengan salah seorang hidung belang, akhirnya tak berdaya dan merelakan mahkotanya dirampas dengan bandrol Rp 1.500.000 untuk sekali sortem.

“Saya harus bagaimana lagi bang, saya dipaksa ibu, padahal dulunya saya ingin sekolah yang tinggi supaya dapat membahagiakan orang tua nya, namun kartena ketiadaan dan hancurnya rumah tangga orang tua saya sehingga saya dan ibu jadi seperti ini,” tandasnya.

Ia juga menambahkan , kalau dirinya sempat berniat akan lari jauh untuk menghindari hal tersebut, namun pristiwa itu terjadi begitu cepat.

“Mulanya saya tidur seperti biasa di kamar ibu, tapi tiba-tiba saja baju saya ada yang melepaskannya, saat saya tersadar lantas saya meronta sambil menjerit, tapi lelaki yang bertubuh tegap itu lalu mengatakan, silakan saja kamu menjerit, tidak akan ada yang menolong karena aku sudamembayar Rp 1.500.000 sama ibu mu,”tambahnya.

Sementara itu pemilik kafe tidak dapat berbuat apa-apa , lantaran menurut DR sang pemilik kafe kalau hal tersebut keinginan ibu kandungnya.

“Ya..mungkin dia menganggap dirinya sudah tidak bias menghasilkan uang,makanya anaknya dijualnya,” ungkap DR. (ta/ss/lb)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.