Beranda ›› Headline ›› Aksi Demo, Tuntut H. Ambang Pasaribu Mundur Dari DPRD Labura Karena Telah Lakukan Penipuan

Aksi Demo, Tuntut H. Ambang Pasaribu Mundur Dari DPRD Labura Karena Telah Lakukan Penipuan

Aek Kanopan, suarasumut.com – H. Amran Pasaribu Alias Ambang, anggota DPRD Kabupaten Labura (Labuhanbatu Utara) dari Partai Hanura, di tuntut mundur dari anggota DPRD dengan aksi demo  oleh Puluhan Warga dari Desa Air Hitam Kecamatan Kualuh Leidong. Mereka mendatangai Kantor DPRD Labura sekitar pukul 11.00 Wib, Rabu (14/5/14).

Masyarakat warga Desa Air Hitam, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labura yang menamakan dari Gerakan Masyarakat Anti Penindasan yang di pimpin Koordinasi aksi Ali Irwansyah Sitorus. Menyerukan supaya H. Amran Pasaribu di pecat dari angota Dewan, dan di hukum pidana karena. H. Amran Pasaribu tidak layak sebagai wakil rakyat. Masyarakat Desa Air Hitam telah di tipu oleh H Amran Pasaribu, dengan memakan Dana Desa sebesar Rp. 135.000.000,-.

Setelah warga yang menamakan diri mereka Gerakan Masyarakat Anti Penindasan melakukan aksi orasi mereka dihalaman Kantor DPRD Labura, tidak berapa lama Ketua DPRD Drs. Ali Tambunan tampak menemui warga, dan mengundang masyarakat untuk masuk kedalam ruangan, “supaya lebih nyaman,  karena di luar panas” ujar Ali Tambunan.

Akhirnya masyarakat masuk kedalam ruangan dan duduk bersama dengan ketua DPRD dan di dampingi Ketua Komisi A Indra Surya Bakti Simatupang,SH,M.Kn. Menerima dan mendengarkan pengaduan masyarakat dari Desa Air Hitam tersebut.

Ali Irwansyah Sitorus sebagai kordinator aksi mengatakan, 10 % Fee hak masyarakat Desa air hitam hasil dari pengutipan yang di lakukan atas perbaikan jalan di Desa air hitam yang perjanjiannya dengan Pihak I (pertama) Kepala Desa dan Pihak ke II (kedua) H. Amran Pasaribu alias Ambang yang di tuangkan perjanjiannya dalam akta Notaris tidak di bayarkan sejak tahun 2011 hingga saat ini, sebesar Rp. 135.000.000,-

Pembenahan Jalan Desa Air Hitam hingga saat ini bahkan tidak Kunjung Selesai. Serta tidak transfaran dan melakukan pembodohan serta penipuan terhadap masyarakat. Ujar Idris salah satu utusan dari masyarakat.

Masyarakat Desa Air Hitam tersebut menuntut, H. Amran Pasaribu di pecat sebagai anggota DPRD, hentikan pengutipan palang yang dibuat Oleh Ambang, kembalikan seluruh uang masyarakat, tangkap dan proses sesuai hukum yang berlaku.

Pemecatan adalah tugas partai Hanura, sebagai partai yang mengusung H. Amran Pasaribu maju sebagai anggota DPRD. Itu bukan tugas saya ujar ketua DPRD Labura Drs. Ali Tambunan. Tapi apa bila ada kesalahan dan menimbulkan keresahan terhadap masyarakat maka kita akan buat permintaan kepada partai untuk melakukan pemecatan. Dan apa bila melanggar tindak pidana, maka pihak kepolisian yang memproses.

Ketua DPRD meminta kepada masyarakat supaya membuat surat pernyataan yang resmi dengan data-data yang ada. “Kami akan melakukan proses, dengan melakukan pemanggilan terhadap H. Amran Pasaribu, Kepala Desa Air Hitam dan Notarsi yang mengaktakan perjanjian” ujar Ketua DPRD tersebut.

Sehabis keluar dari ruangan kantor DPRD Kabupaten Labura, masyarakat yang menamakan diri mereka Gerakan Masyarakat Anti Penindasan. Menuju kantor Partai Hanura di Jl. Jendral Sudirman, No 6 Aek Kanopan. Namun Kantor tersebut kosong, hanya di jaga oleh seorang staf. Sesui informasi staf tersebut ketua Partai Hanura sedang di Jakarta. Masyarakat pun membubarkan diri dengan tertib.(bn/ss/ak)

Lihat Juga

Reckitt Benckiser Dan Kemenkes Kolaborasi Edukasi Pentingnya Menjaga Kesehatan

Jakarta | suarasumut.com  –  Kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya menjaga kesehatan masih sangat rendah. Baik …

4 Komentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.