Beranda ›› Headline ›› 9 Dusun Belum Ada Listrik, Pemkab Dinilai Tak Serius Ngurusi Wong Cilik

9 Dusun Belum Ada Listrik, Pemkab Dinilai Tak Serius Ngurusi Wong Cilik

Rantauprapat, suarasumut.com – Di Kabupaten Labuhanbatu yang dijuluki daerah petro dolar ternyata masihditemukan beberapa dusun daerah pesisir belum bisa menikmati peneranganlistrik. Beberapa dusun yang belum terjangkau jaringan listrik PT.PLN tersebut yakni Dusun Pasar I Sei Rambe, Sei Pinang, Sei Pege, Mayor, Bunut, KampungBaru, Rengat dan Malindo Desa Sei Siarti Kecamatan Panai Tengah.

Akibat tidak ada jaringan listrikPLN, sejumlah warga di ke 9 dusun yang terdiri dari 3500 jiwa penduduk itumengandalkan lampu penerangan seadanya di malam hari, termasuk lampu teplok. Sedangkan bagi warga yang ekonominya berkemampuan, mereka membeli penerangan sendiri seperti mesin genset.

Persoalan penerangan yang belum tersentuh di sembilandusun itu,pernah mendapat tawaran solusi dari pihak ketiga untuk pembuatan mesin pembangkit listrik tenaga diesel. Tapi, hal itu gagal, ke sembilan dusun itu mengalami gelap gulita akibat ketiadaan listrik sejak puluhan tahun silam.

Sebab,hingga sampai saat ini daerah itu belum juga merasakan penerangan. Mirisnya, daerah yang tergolong terisolir tersebut berbatas dengan Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Yang mana telah mendapatkan jaringan listrik. Sementara, jarak antara daerah itu dengan Kecamatan sebelah hanya hitungan langkah kaki sehingga warga Sembilan dusun tersebut menilai Pemkab Labuhanbatu tidak adil.

Sebab, menurut Sekretaris Desa Sei Siarti M.Kenaikan kemarin mengatakan akan berdampak pada realita kondisi yang ada dimana, anak-anak sekolah dari keluarga yang kurang mampu ekonominya terpaksa belajar dengan penenerangan lampu sangat minim. Untuk mendapatkan penerangan, warga mesti berlangganan dan berbayar perbulan dari mesin genset warga sekitar.

“Anak-anak belajar pakai lamputeplok. Jika rumahnya bertetangga dengan rumah yang memiliki genset bisa menumpang. Tapi walau sudah punya genset, pukul 23.00 WIB sudah dimatikan,” tukasnya.

Ironisnya,berdasarkan pengakuansalah seorang masyarakat bermarga Sitohang,warga Dusun Pasar Satu mengatakansaat masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) lalu dr.Tigor berjanji akan memberikan daerah mereka penerangan.

Akan tetapi,hingga menjelang dipenghujunghabisnya jabatan sebagai Bupati daerah mereka masih gelap gulita.Dalam menanggapi perihal ini, anggota Komisi C DPRD Labuhanbatu Budiono, Senin(15/12) turut prihatin atas kondisi seperti ini.

Sebab, katanya, di Negara yang telah merdeka masih ada daerah yang belum merdeka sehingga tidak mendapatkan jaringan listrik sebagai penerangan. Namun begitu, ia juga berpesan agar masyarakat tidak bosan-bosannya mengajukan proposal permohonan untuk mendapatkan jaringan listrik.

Yang harus dilakukan oleh masyarakat, jelasnya, harus melakukan Musrenbang Desa. Kemudian oleh perangkat serta Kepala Desa diteruskan ke Musrenbang Kabupaten.

”Jadi persoalannya sekarang, apakah masyarakat Desa Sei Siarti yang belum mendapatkan jaringan listrik telah melakukan musrenbang dan sudah tertampung dalam musrenbang Kabupaten tentang permohonan untuk mendapatkan jaringan listrik,”cetusnya.

Coba untuk konfirmasi Pemkab Labuhanbatu, sampai berita ini diterbitkan belum memberikan penjelasan resmi terkait perihal ini.(ta/ss/rp)

Lihat Juga

Tingkatkan Produksi Minyak, Pertamina Disarankan Fokus Kegiatan WOWS

JAKARTA | suarasumut.com  –  Menanggapi pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.