Beranda ›› Headline ›› 8 Tahun Kab. Labusel Berdiri, Masyarakat Minta Kapolri Segera Bangun Polres

8 Tahun Kab. Labusel Berdiri, Masyarakat Minta Kapolri Segera Bangun Polres

Labusel | suarasumut.com  –  Kabupaten Labuhanbatu Selatan sudah berdiri selama 8 tahun sejak dimekarkan dan Kotapinang nama ibu kotanya. Pembangunan kantor pemerintahan sudah banyak terlihat berdiri dalam satu komplek perkantoran seperti kantor Bupati dan kantor – kantor Dinas berlokasi di Desa Sosopan, Kecamatan Kotapinang.

Saat ini masyarakat sudah merasakan kemudahan soal urusan keperluan yang berhubungan dengan pemerintah, tidak lagi jauh jarak tempuhnya seperti ke Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu sebelum dimekarkan.

Selain pembangunan kantor pemerintahan, masyarakat juga sangat menginginkan dan meminta kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) segera mendirikan dan membangun Markas Polisi Resort (Mapolres) di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, agar dapat membantu meringankan biaya dan memudahkan masyarakat dalam urusan yang berhubungan dengan pihak kepolisian di Polres.

Seperti kasus dialami warga yang menerima surat panggilan dari pihak Polres Labuhanbatu sebagai saksi dalam sengketa tanah di Kecamatan Torgamba, untuk menghadiri panggilan tersebut terpaksa harus jual dua ekor ayam untuk biaya transportasi yang cukup jauh jarak tempuh sekitar 80 Km dari tempat tinggalnya ke Polres Labuhanbatu.

Azhari Harahap (40) warga Desa Bunut Kecamatan Torgamba kepada awak media, Rabu (27/7) mengatakan, bahwa masyarakat di Kabupaten Labuhanbatu Selatan saat ini selalu dihadapkan dengan berbagai persoalan kriminal yang akhirnya harus diproses oleh pihak Kepolisian Resor Labuhanbatu.

Misalnya seperti kasus narkoba, sengketa tanah dan pelecahan dan pemerkosaan terhadap anak artinya dalam setiap penanganan-penanganan kasus tersebut, ada persoalan yang tersendiri harus dihadapi bagi para keluarga korban, keluarga tersangka dan para saksi dalam biaya menuju Polres Labuhanbatu.

Katakan saja, kata dia, diantaranya biaya transportasi karena harus menempuh jarak sepanjang 80 kilometer dari Kecamatan Torgamba menuju Polres Labuhanbatu. Dijelaskannya, kemarin ada sanak keluarganya yang mendapat panggilan untuk dijadikan saksi pada kasus sengketa tanah karena tak punya biaya akhirnya terpaksa harus menjual dua ekor ayam demi ongkos kendaraan ke Polres Labuhanbatu.

“Iya, karena jauhnya jarak tempu keluargaku terpaksa harus jual dua ekor ayam kampung dapatlah Rp 70 ribu, barulah dia berangkat karena dia jadi saksi kasus sengketa tanah ke Polres Labuhanbatu,”terangnya.

Dia pun menjelaskan, bahwa dengan usia Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang kini sudah berusia delapan tahun pasca pemekaran jangan hanya pembangunan perkantoran SKPD dan Kejaksaan saja yang berdiri tapi setidaknya Polres juga dibangun di Kabupaten Labuhabatu Selatan. Mengingat dalam setiap kasus-kasus seperti Narkoba, sengketa tanah dan kasus pelecehan dan pemerkosaan anak, itukan saat ini masih ditangani Unit Narkoba dan Unit Pelayanan Perlindungan Anak (UPPA) yang masih menggunakan satu atap ditangani Polres Labuhanbatu.

“Makanya, kami sebagai warga Labusel berharap agar Pemerintah dan Kepala Kepolisian (Kapolri) Republik Indonesia agar segera membangun Polres di Labuhanbatu Selatan, karena ada persoalan yang harus dihadapi masyarakat, jika harus berurusan dengan kasus-kasus seperti itu, karena penangannya masih di Polres Labuhanbatu,”tegasnya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Setdakab Labusel Zuhri sebelumnya kepada wartawan mengatakan bahwa sejauh ini belum ada diusulkan Polres di Labuhanbatu Selatan dikarenakan belum dapat lahan yang tepat menjadi lokasi pembangunan Polres.

“Tapi rencananya di tahun ini (2016-red) Pemkab Labusel akan mengusulkan untuk pembangunan Polres tersebut,” katanya. (zr/ss-ls)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.