Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› 700 Ha Lahan Sawit PTPN 4 Unit Ajamu Rusak Parah Negara Dirugikan Milyaran Rupiah

700 Ha Lahan Sawit PTPN 4 Unit Ajamu Rusak Parah Negara Dirugikan Milyaran Rupiah

Ajamu | suarasumut.com –  DPRD Labuhanbatu dalam waktu dekat akan segera turun meninjau lokasi dimana santer diberitakan terkait 700 hektar (Ha) lahan Sawit milik PTPN 4 Unit Ajamu yang rusak parah dan penuh semak di Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu.

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Labuhanbatu, Ilham Pohan,S.Sos ketika dihubungi melalui selularnya, Selasa (1/8) sore. Saat ini lanjut Ilham, dirinya bersama Ketua Komisi A, Parsono dan Sekretaris Komisi A, David Siregar MAP akan menseriusi informasi yang didapat serta segera turun meninjau lokasi PTPN 4 Ajamu terkait santernya pemberitaan dugaan kerusakan tanaman perusahan milik Negara itu.

“Kita akan turun segera mungkin, guna melakukan kroscek akan kebenaran pemberitaan berbagai media itu sehingga tidak simpang siur,” ungkapnya.

Sebab katanya, kalau pemberitaan itu benar maka diprediksi telah terjadi kerugian Negara disana serta siapa yang akan bertanggung jawab.

Dikatakan politisi PKB itu, pihaknya turun bukan hanya sekedar mencari ‘kambing hitam’ akan suatu permasalahan, namun juga memastikan solusi apa yang diambil pihak managemen agar dikemudian hari tidak akan terjadi hal yang sama, sehingga perusahaan  Negara itu tidak mengalami kerugian.

Hasil investigasi wartawan ada keganjilan, dimana Manager Unit, Ir Suandi Damanik melalui KTU PTPN 4 Hasudungan Nababan,SE didampingi Asisten Kepala (Askep) Ir Heri Susanto kepada wartawan beberapa waktu lalu menyebutkan, kondisi 700 ha lahan tersebut rusak disebabkan oleh banjir.

Sejatinya, kalau pohon sawit terendam banjir, maka kondisi pohonnya mengkerdil disertai daun menguning.Namun
tanaman kebun milik pemerintah itu, pohonnya terlihat tumbuh bervariasi, ada yang mengerdil serta ada juga yang tumbuh subur disertai pelepah daun menguning layu, bak terkena virus atau hama. Oleh sebab itu terkesan ada sesuatu yang disembunyikan.

Selain kerusakan tanaman kelapa sawit hingga seluas 700 hektar, kru Persatuan Wartawan Bilah Hilir (Perwabih) Kabupaten Labuhanbatu juga menemukan areal perkebunan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 4 Unit Ajamu, tampak seperti tidak bertuan, penuh semak belukar.

Dilahan perusahaan BUMN tersebut, tepatnya di Afdeling II, tidak jauh dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Ajamu, tinggi rumput sudah hampir setinggi pinggang orang dewasa dan sudah menjalar hingga ke batang kelapa sawit.

Manager PTPN 4 Ajamu 1 Ir.Suandi Damanik melalui Kepala Tata Usaha (KTU) Hasudungan Nababan serta Asisten Kepala (Askep) Ir. Heri Susanto saat dikonfirmasi, diruang kerjanya, Selasa (25/7) kepada wartawan mengatakan, itu bisa saja terjadi, dikarenakan belum waktunya untuk dibersihkan.

“Mungkin belum pusingannya kesitu,” kata Hasudungan. Terkait lahan sekira 700 hektar yang rusak, timpal Heri Susanto, kondisinya terendam banjir, peristiwa itu sudah dilaporkan ke Menagemen Pusat dengan anggaran pembiayaan Rp. 1,6 M. “Lahan rusak sudah dilapor ke kantor Dirut, dengan proposal biaya Rp. 1,6 M, namun yang disetujui hanya Rp. 600 jt,” uangkap Heri Susanto.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Persatuan Wartawan Bilah Hilir Labuhanbatu (Perwabih) Sofyan Ritonga, mengatakan Wajar diduga terjadi ketidakberesan akan perawatan, Kita akan surati Menteri BUMN terkait hal ini termasuk para kontraktornya.

“Anggaran pemeliharaan dan perawatannya gimana? Sistim kerjanya seperti apa?, siapa kontraktornya pemeliharaannya?, “ungkap Sofyan Ritonga tegas. (ta/ss-lb)

Lihat Juga

Danramil 09/Sirombu Turut Sukseskan Program KB Manunggal

Nias Barat | suarasumut.com  –  Beberapa tahun belakangan pemerintah melibatkan TNI dalam mensukseskan program KB …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.