Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Kabar Sumut ›› Gunungsitoli ›› Yul-Ham Gugat Putusan KPU Kota Gunungsitoli

Yul-Ham Gugat Putusan KPU Kota Gunungsitoli

Gunungsitoli, suarasumut.com — Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gunungsitoli AKBP (Purn) Yuliaman Zendrato, SH, MH dan Hi.Ilham Mendrofa (Yul-Ham) kembali menggugat keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gunungsitoli.

Paslon Yul-Ham menggugat keputusan KPU Kota Gunungsitoli nomor 72, dimana pada putusan nomor 72 yang diterbitkan tanggal 23 September 2015, paslon Yul-Ham ditetapkan oleh KPU Kota Gunungsitoli tidak memenuhi syarat mengikuti Pilkada.

Sidang perdana musyawarah penyelesaian sengketa paslon Yul-Ham dengan KPU Kota Gunungsitoli terkait putusan KPU nomor 72, digelar di kantor Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Gunungsitoli di Desa Sifalaete, Kota Gunungsitoli, Rabu (30/9), dengan materi penyampaian permohonan pemohon atau paslon Yul-Ham.

Sesuai pantauan wartawan, pada sidang perdana yang dipimpin komisioner Panwaslih Kota Gunungsitoli Yamobaso Giawa, SH dan Budi Alamsyah Telaumbanua, paslon Yul-Ham diwakili langsung AKBP.Yuliaman Zendrato, SH, MH dan kuasa hukum Yul-Ham.

Sedangkan komisioner KPU Kota Gunungsitoli, hanya diwakili salah satu komisioner KPU Kota Gunungsitoli Drs.Aroli Hulu, MM. Menurut Aroli saat ditemui wartawan di kantor Panwaslih sebelum sidang, komisioner KPU Kota Gunungsitoli yang lain sedang tugas di luar daerah.

Tahapan Terus Berjalan

Aroli menjelaskan, dia mewakili komisioner KPU Kota Gunungsitoli. Komisioner KPU Kota Gunungsitoli diundang Panwaslih Kota Gunungsitoli untuk mengikuti sidang musyawarah sengketa permohonan paslon Yul-Ham.

Paslon Yul-Ham meminta agar Panwaslih Kota Gunungsitoli membatalkan putusan KPU Kota Gunungsitoli nomor 72 tanggal 23 September 2015, yang telah menetapkan paslon Yul-Ham tidak memenuhi syarat.

“Walau sedang menghadapi gugatan, KPU Kota Gunungsitoli tetap melaksanakan tahapan pilkada. Kita tidak dapat menghentikan tahapan, karena sesuai peraturan, tahapan baru bisa dihentikan apabila dalam keadaan darurat akibat bencana alam, perang, terjadi kerusuhan atau tidak ada anggaran,” terang Aroli.

Sebelumnya ditempat yang sama, AKBP (Purn) Yuliaman Zendrato, SH, MH mengakui jika paslon Yul-Ham baru mengajukan permohonan gugatan kepada Panwaslih, dan belum kepada PTUN dan DKPP. “Kita selesaikan dulu di panwaslih. Kalau di DKPP dan PTUN masih belum,” ujar Yuliaman Zendrato sambil berlalu.

Untuk diketahui, sebelumnya, paslon Yul-Ham juga pernah menggugat berita acara penolakan pendaftaran paslon Yul-Ham oleh KPU Kota Gunungsitoli. Pada gugatan tersebut, Panwaslih memerintahkan KPU Kota Gunungsitoli untuk membatalkan berita acara tersebut dan menerima pendaftaran Yul-ham serta melaksanakan verifikasi terhadap berkas Yul-Ham sesuai tahapan dan peraturan.

Namun, setelah pendaftaran Yul-Ham diterima dan melakukan tes kesehatan terhadap paslon Yul-ham, KPU Kota Gunungsitoli kembali menerbitkan surat keputusan no 72 dengan menetapkan paslon Yul-Ham tidak memenuhi syarat. Paslon Yul-Ham ditetapkan tidak memenuhi syarat, karena ketua DPD II Partai Golkar kubu Ancol, Nehemia Harefa, tidak menandatangani berita acara pencalonan paslon Yul-Ham.(ih/ss/gs)

Lihat Juga

Fakultas Teknik UMSU Lakukan Rekrutmen Staff

Medan | suarasumut.com  –  Fakultas Teknik UMSU menjalin kerjasama dengan Incasi Raya Group dan Gunas ...