Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Yayasan TIFA – Yayasan Kampung Halaman, Luncurkan Film Dokumenter Ahu Parmalim Di Hari Toleransi Internasional

Yayasan TIFA – Yayasan Kampung Halaman, Luncurkan Film Dokumenter Ahu Parmalim Di Hari Toleransi Internasional

SUARASUMUT.COM –  Masyarakat dengan agama minoritas dan penganut aliran kepercayaan adalah bagian keragaman Indonesia. Selain 6 agama yang diakui, Indonesia juga memiliki ratusan agama kepercayaan.

Sampai saat ini, warga penghayat masih menghadapi banyak tantangan di Indonesia, termasuk remaja penghayat yang menjadi bagian di dalamnya. Remaja-remaja ini juga membutuhkan akses yang sama seperti remaja Indonesia lainnya untuk mendapatkan pendidikan, pekerjaan yang diimpikan, kemandirian secara ekonomi dan usaha untuk meneruskan pengetahuan. Hingga saat ini, kami memperkirakan sedikitnya ada sekitar 2,5 juta remaja penghayat dari 63 juta remaja Indonesia dan mereka adalah bagian dari bonus demografi.

Untuk mempromosikan hak-hak warga penghayat termasuk anggota masyarakat remaja, Yayasan TIFA bekerja sama dengan Yayasan Kampung Halaman (YKH), akan meluncurkan sebuah film dokumenter pendek berjudul “Ahu Parmalim” pada 16 November 2017, bertepatan dengan peringatan hari Toleransi Internasional. Film ini ini merupakan bagian dari upaya mengangkat suara asli, cara pandang dan sikap remaja penghayat dalam usaha mewujudkan cita-cita dengan berpegang pada ajaran agama yang ia yakini. Film ini disutradarai oleh Cicilia Maharani Tunggadewi berdasarkan cerita remaja bernama Carles Butar-Butar dan berdurasi 24 menit.

Sinopsis Ahu Parmalim :

Carles Butar Butar (17 tahun) adalah remaja Parmalim yang menjalani dua peran besar dalam hidupnya, sebagai anak yang membantu ekonomi keluarga dengan bekerja di sawah serta remaja yang berusaha meraih cita-citanya sebagai Polisi. Cita-​​cita tersebut tidak sepenuhnya didukung oleh keluarga karena kemampuan ekonomi mereka. Meski demikian, Carles​ ​memiliki caranya sendiri dalam menyikapi hal tersebut. Ia terus berusaha dan berpegang pada ajaran agama yang ia yakini.​ ​Bagaimana Carles menjalani kedua peran tersebut? Apa ajaran Parmalim yang ia yakini? Apa usaha Carles untuk mencapai.(pr/ss)

Lihat Juga

Medan - Semenjak dibukanya proses pendaftaran Bakal Calon (Balon) DPD RI dari Dapil Sumutera Utara yang akan maju pada Pemilu serentak tahun 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi, sudah ada tiga belas kandidat yang datang menyerahkan berkas syarat dukungannya. WTP Simarmata menyerahkan dukungan sebagai bakal calon Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) RI di hari keempat dan pendaftar kesebelas di kantor Komisi Pemilihan Umum Sumut, Rabu (25/4/2018) yang diterima langsung oleh Komisioner KPU Sumut Dr Iskandar Zulkarnain WTP Simarmata mendaftarkan diri dengan didampingi Ketua Tim Ir Tumpal Simarmata dan sejumlah tim suksesnya dan simpatisan dimana terlebih dulu menandatangani pendaftaran. WTP Simarmata menyerahkan bukti dukungan fotokopi dukungan KTP masyarakat ke KPU Provinsi Sumut sebanyak 4671 lembar yang tersebar di sejumlah Kabupaten/Kota. Penerimaan pendaftaran balon DPD ke KPU Sumut itu secara resmi sudah dibuka Ketua KPU Sumut Mulia Banurea. Usai dibuka selanjutnya dilakukan penyerahan berkas kepada KPU Sumut untuk dilakukan pemeriksaan persyaratan dukungan oleh tim yang dibentuk KPU Sumut. Usai mendaftar, WTP Simarmata mengatakan, dirinya optimis akan lolos sebagai peserta calon Anggota DPD RI Dapil Sumut. Bahkan niatnya maju anggota DPD RI tersebut lantaran mendapat dukungan dari tokoh-tokoh Agama, Akademisi, Organisasi dan Masyarakat. “Untuk menjalankan perjuangan ini, sambung WTP, pihaknya sudah membentuk tim pemenangan di setiap daerah kabupaten/kota dan termasuk tim penghubung (LO) yang tugasnya selalu memantau di KPU provinsi baik ada hal-hal kekurangan yang harus dilengkapi,” imbuhnya. WTP Simarmata juga meminta warga masyarakat untuk membantu KPU dalam mensosialisasikan Pemilu Damai sesuai perundang-undangan. Menurut Edward Hs. Siallagan, WTP Simarmata sebagai bakal calon anggota DPD RI karena sosok dan kualifikasi yang dimilikinya sangat dibutuhkan melihat situasi dan kondisi bangsa saat ini. "Disamping memang mendapat dukungan dari tokoh agama, akademisi, organisasi dan masyarakat agar dirinya mengabdikan tenaga dan pikirannya untuk bangsa dan negara, khususnya Sumatera Utara, pungkas Sekjen DPP Punguan Siallagan Indonesia (Parsibor). Informasi yang diperoleh, sejauh ini sudah ada 13 balon DPD RI yang menyerahkan mandat ke KPU Sumut. Pengumuman penyerahan syarat dukungan balon DPD ini berdasarkan Peraturan KPU No.5/2018 sudah dibuka sejak 26 Maret-8 April 2018 di kantor KPU Sumut. Sedangkan dari tahapan yang sudah berlangsung, pada 22 April-26 April 2018 sudah harus menyerahkan dokumen syarat dukungan sebagai balon anggota DPD RI. Turut ikut Ketua Umum DPD Punguan Siallagan (Parsibor) Kota Medan Sekitarnya, Raswin Siallagan, S.Sos, Drs Saragi Simarmata MM Sekretaris Punguan Simataraja Kota Medan sekaligus Calek DPRD Kota Medan Dapil 3 (Medan Tembung, Medan Perjuangan dan Medan Timur) dari Partai Nasdem. Pengurus DPP Punguan Simataraja Indonesia diantaranya, John Wenson Simarmata, Rinton Simarmata, Richard Simarmata, Dosi Raja Simarmata, Lazarus Bona Simarmata, Abdon Simarmata STh dan Uba Simarmata. (js)

Korem 023/KS Gelar Samapta Periodik Semester Satu

Sibolga | suarasumut.com  –  Prajurit Korem 023/KS sedang melaksanakan samapta periodik semester satu di lapangan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *