Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Yayasan Rumah Infaq Laporkan Perusak Prasasti Mesjid Al-Furqan

Yayasan Rumah Infaq Laporkan Perusak Prasasti Mesjid Al-Furqan

Gunungsitoli | suarasumut.com — Yayasan Rumah Infaq melaporkan pelaku pengrusakan prasasti Mesjid Al-Furqan dan pelaku pengancaman terhadap Kepala Cabang Yayasan Rumah Infaq Kota Gunungsitoli laila Fitriansyah Gea.

Kepala Cabang Gunungsitoli Yayasan Rumah Infaq Laila Fitriansyah Gea yang ditemui di Mapolres Nias, Jalan Melati, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Rabu (11/10) memberitahu, dia hendak melaporkan pengrusakan prasasti Mesjid Al-Furqan, dan pengancaman yang dilakukan ketua peresmian Mesjid Al-Furqan Irlan Zega.

Menurut Laia Fitriansyah Gea, pengrusakan dan pengancaman terjadi di Mesjid Al-Furqan, Rabu (11/11) sekitar pukul 14.52 wib. Kala itu Irlan Zega bersama Wakil Ketua Badan Kenaziran Mesjid (BKM) Al-Furqan Harlen Tanjung mendatangi Mesjid Al-Furqan.

Irlan Zega yang datang sambil marah marah menanyakan terkait pemasangan prasasti peresmian Mesjid Al-Furqan yang telah ditempel di dinding Mesjid atas nama pembina Yayasan Rumah Infaq Oki Setiana Dewi, S.Hum. M.Pd dan Drektur Rumah Infaq Yusman Dawolo, M.Kom.I.

“Dia datang sambil marah marah, dan mendatangi saya di dalam kantor. Dia keberatan pemasangan prasasti, dan meminta dibongkar, karena yang meresmikan Mesjid Al-Furqan harus Gubernur Sumatera Utara. Sudah jelaskan, dan beritahu jika prasasti untuk Gubernur sudah dipesan, tetapi dia tidak peduli dan membongkar prasasti yang telah dipasang serta mengancam akan membawa massa dan parang jika ada yang keberatan dan mau berkelahi,” tutur Laila.

Direktur Rumah Infaq Yusman Dawolo yang dihubungi melalui telepon seluler pada hari yang sama, mengaku sangat kesal atas tindakan yang dilakukan ketua panitia peresmian Irlan Zega dengan membongkar paksa prasasti Mesjid Al-Furqan dan mengancam kepala cabang rumah Infaq Kota Gunungsitoli.

Yusman menegaskan, selama dipercayakan untuk melanjutkan pembangunan Mesjid Al-Furqan sejak tahun 2014, dia belum pernah mendengar ataupun bertemu dnegan orang yang namanya Irlan Zega. “Sejak melanjutkan pembangunan Mesjid Al-Furqan tahun 2014 yang lalu, saya belum pernah dengar ataupun bertemu dengan orang yang namanya Irlan Zega. Saya heran, kok Mesjid mau selesai, dia baru muncul dan melakukan pengrusakan dan pengancaman terhadap anggota kami. Ini tidak bisa dibiarkan, dan saya sudah minta agar kepala cabang rumah Infaq melaporkan ke penegak hukum,” tegas Yusman Dawolo.

Irlan Zega yang ditemui di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Desa Mudik, Kota Gunungsitoli, Kamis (13/10) membantah telah melakukan pengrusakan di mesjid Al-Furqan Gunungsitoli.

Namun, dia mengakui sempat marah marah, dan menyuruh tukang untuk membuka prasasti yang telah dipasang di Mesjid Al-Furqan, serta menyimpan prasasti tersebut di dalam gudang Mesjid Al-Furqan. “Saya ketua peresmian Mesjid Al-Furqan, dan sesuai hasil rapat, Gubernur Suatera Utara yang meresmikan Mesjid Al-Furqan. Makanya saya marah, dan membongkar prasasti yang telah dipasang. Saya juga belum mengancam siapa siapa, dan siap menempuh jalur hukum jika saya dituding yang bukan bukan,” ucap Irlan.(Iih/ss-gs

Kata kunci terkait:
berita pengrusakan prasasti bupati, herman laia sh m hum

Lihat Juga

OPD Pemkab Labuhanbatu Laksanakan Bhakti Sosial Ke Panti Asuhan

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Dalam rangka memperingati Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yang ke-72 Tahun ...