Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Warga Mengeluh Mahalnya Harga Ticket Pesawat Gusit-KNO

Warga Mengeluh Mahalnya Harga Ticket Pesawat Gusit-KNO

Gunungsitoli | suarasumut.com  –  Warga Kepulauan Nias mengeluh akan tingginya harga ticket pesawat dari Bandara Gunungsitoli menuju Bandara Kualanamu dan sebaliknya.

Harga ticket pesawat beberapa bulan ini mencapai Rp 900 ribu sampai Rp 1 juta dari sebelumnya hanya mencapai Rp 500 – Rp 600 ribu.

Sonitehe Telaumbanua salah satu warga Nias yang berdominisil di Medan, Senin (30/4), mengaku sangat merasakan efek tingginya harga ticket pesawat dari kualanamu menuju gunungsitoli dan sebaliknya.

Menurut Sonitehe, sebelumnya ticket pesawat Wings Air maupun Garuda dari Medan menuju Gunungsitoli atau sebaliknya hanya sebesar Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu.

Baru baru ini dia hendak ke Nias melalui jalur udara tetapi dibatalkan karena harga ticket pesawat mahal dan mencapai Rp 900 ribu sampai Rp 1 juta.

Dia berharap pemerintah mau mengkaji ulang harga ticket pesawat dari kualanamu menuju nias dan sebaliknya.

“Harga ticket KNO menuju Nias dan sebaliknya gila gilaan bang, padahal perjalanan hanya 45 menit sampai satu jam, sedangkan harga ticket pesawat dari KNO menuju Jakarta dan sebaliknya yang menempuh perjalanan 2 jam bisa dapat Rp 600 – 700 ribu,” ucapnya.

Pemilik travel di Kota Gunungsitoli yang dihubungi, pada hari yang sama membenarkan jika saat ini harga ticket pesawat Gunungsitoli menuju Kualanamu dan sebaliknya naik hampir seratus persen.

“Kami juga bingung, jika kami buka ticket, semua harga paling tinggi diberikan dari atas, sehingga banyak pelanggan hanya nanya dan tidak berani booking,” ujar pemilik travel yang tidak mau namanya dipublikasi.

Akibat tingginya harga ticket, omset mereka turun dratis, karena masyarakat lebih memilih jalur laut yang lebih murah walau memakan waktu satu hari satu malam sampai medan.

“Kalau pelanggan yang pegawai negeri tidak berkurang karena biaya perjalanan dinas mereka dibayar negara, yang turun masyarakat yang bukan pegawai negeri,”ungkapnya.

Dia juga mengaku pernah mempertanyakan tingginya harga ticket tersebut ke pihak manajemen paling atas Wings air dan Garuda, namun alasannya adalah kebijakan dari pusat.

Sehingga mereka sebagai pemilik travel hanya bisa mengikuti keputusan dari pusat, dan menjual ticket pesawat sesuai harga tertinggi yang ditentukan dari pusat mulai Rp 900 ribu sampai Rp 1 juta.

Dia bahkan menegaskan jika harga tersebut bertahan hingga tahun depan sesuai data yang mereka terima dari pimpinan atas. (ih/ss-gs)

Kata kunci terkait:
biaya ke medan naik pesawat

Lihat Juga

Politeknik Port Dickson Negeri Sembilan Malaysia Adakan Kompetisi Internasional ResPex

Malaysia | suarasumut.com  –  Politeknik Port Dickson Negeri Sembilan Malaysia adakan Kompetisi International Regional Student’s ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.