Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Warga Korban Pencemaran Lingkungan Ditangkap

Warga Korban Pencemaran Lingkungan Ditangkap

 

“Markas Didemo, Polres Labuhanbatu Ngaku Penyidik Khilap Menerapkan Pasal Bertentangan Dengan UUD 1945”

 

Rantauprapat |  suarasumut.com  –  Ada-ada saja ulah penyidik Polri di Resor Labuhanbatu, Daerah Sumatera Utara yang masih dipimpin Kapolres Labuhanbatu, AKBP Teguh Yuswardhie yang menangkap warga Desa Hatapang, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) korban pencemaran lingkungan dampak perambahan hutan.

Ironinya, saat markas Polres Labuhanbatu itu didemo masyarakat, mereka mengaku silap menerapkan frase “Sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan” yang diatur dalam Pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pantauan suarasumut.com, Selasa (6/12) puluhan masyarakat Desa Hatapang mendemonstrasikan rasa kekecewaan tindakan penyidik Polri di Resor Labuhanbatu yang menangkap dan menahan warga bernama Damean Sipahutar sejak 21 November 2016. Sebab, Penyidik Polres Labuhanbatu masih menggunakan Pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHP yang berisikan unsure ‘perbuatan tidak menyenangkan’ yang secara tegas dinyatakan Mahkamah Konsstitusi bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 pada tanggal 16 Januari 2014 sesuai putusan Nomor: 1/PUU-XI/2013.

“Mengapa Polres Labuhanbatu masih menerapkan Pasal 335 yang sudah dihapus MK pada tahun 2014 untuk menangkap bapak Damean Sipahutar. Kami menduga, Kapolres Labuhanbatu berkonspirasi dan berkolaborasi dengan orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang mencemari sungai sumber air minum masyarakat. Jangankan untuk diminum, untuk mandi sajapun sudah tidak layak,” kata Sabaruddin dalam orasinya dihadapan pasukan Polres Labuhanbatu yang memantau aksi.

Terlihat, sejumlah personil Polres Labuhanbatu kasak-kusuk atas aksi yang dilakukan puluhan ibu-ibu bersama anak balitanya serta bapak-bapak dan putra-putrinya itu dibawah sengatan matahari yang sangat terik sekitar pukul 13.00 WIB. Personil Polres Labuhanbatu resah bila terjadi sesuatu terhadap anak balita yang turut dalam aksi.

“Kami siap melakukan aksi dibawah sengatan matahari menunggu bapak Kapolres Labuhanbatu. Kami meminta saudara kami Damean Sipahutar dilepaskan,” kata ibu-ibu pengunjuk rasa.

Informasi yang berkembang, pelapor bernama Drs. Taufik Rahim merupakan pengusaha yang melakukan kegiatan perambahan hutan di Desa Hatapang yang mengambil kayu hutan dalam bentuk gelondongan (kayu bulat). Ironinya, hingga saat ini pihak Polres Labuhanbatu tidak mengetahui ada pencemaran lingkungan di Desa Hatapang.

Dalam ruangan Aula Polres Labuhanbatu, personil Iptu Ramli Siregar mengaku frase ‘perbuatan tidak menyenangkan’ dalam Pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHP sudah dihapus. Oleh sebab itu, dia menanggap Penyidik melakukan kesilapan atas penerapan unsure ‘perbuatan tidak menyenangkan’ dalam Pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHP tersebut.

“Pasal 335 tidak dihapus. Hanya saja kata-kata perbuatan tidak menyenangkannya yang dihapus. Mungkin penyidiknya silap,” kata Ramli selaku perwakilan dari Kapolres, AKBP Teguh Yuswardhie dan Kasat Reskrim, AKP Firdaus Siagian yang saat itu menurut mereka tidak berada ditempat saat audiensi bersama perwakilan aksi di aula Polres Labuhanbatu.

Menyikapi penjelasan Ramli Siregar itu, Ketua NGO Bukit Barisan Sumatran Tiger Rangers (BSTR), Haray Sam Munthe yang turut dalam aksi menyebutkan, terlalu mudah penyidik mengatakan silap dalam penerapan Pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHP yang mengandung unsure ‘perbuatan tidak menyenangkan’ dan mengakibatkan perampasan kemerdekaan warga.

“Gampang sekali mereka mengatakan silap. Dampaknya perampasan kemerdekaan seseorang, Penyidik silap, berarti Kapolres dan Kasat Reskrim selaku atasan penyidik yang silap menerapkan unsure perbuatan tidak menyenangkan yang disangkakan terhadap warga,”kata Haray Sam Munthe sembari menyebutkan banyak kejanggalan atas penangkapan dan penahanan terhadap Damean Sipahutar. (ls/ss-lb)

Kata kunci terkait:
damean sipahutar, pasal 335 perbuatan tidak menyenagkan

Lihat Juga

Kabupaten Karo Terima Piagam Penghargaan HAM

Karo | suarasumut.com  –  Peringatan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia tahun 2017, mengangkat tema “Kerja ...