Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Wapres RI Buka SR ke-16 PGI Di Kota Gunungsitoli

Wapres RI Buka SR ke-16 PGI Di Kota Gunungsitoli

Gunungsitoli, suarasumut.com — Wakil Presiden Republik Indonesia H.M Jusuf Kalla membuka Sidang Raya ke-16 Persekutuan Gereja Gerejadi Indonesia (PGI) yang digelar di Desa Siwalumbanua, Kota Gunungsitoli, Selasa (11/11).

Pada acara pembukaan SR ke-16 PGI juga ikut hadir mendampingi Wapres, Menteri Agama Lukman Saifuddin Hakim, Menteri Hukum dan Ham Yassona Hamonangan Laoly, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Kapolda Sumut dan Pangdam I Bukit Barisan.

Dalam arahannya, Wapres mengatakan gerejamerupakan salah satu ujung tombak kemajuan bangsa, dan mengapresiasi PGI dan gereja, karena gereja bukan hanya mengurus peribadatan, tetapi banyak melaksanakan upaya upaya sosial, pendidikan, ekonomi dan kesehatan.

Gereja berkembang dengan pesat memberikan bahwa keimanan akan lebih baik dalam kehidupan beragama.Bangsa Indonesia terdiri dari bermacam macam suku bangsa, bahasa, budaya, dan agama besar di dunia, tetapi semua rakyatnya dapat hidup harmonis.

Sebelumnya Ketua PGI Pdt.Dr.Andreas A Yewangoe di tempat yang sama dalam sambutannya mengingatkan, mereduksikan sikap dasar budaya bangsa kedalam aturan atau undang undang, adalah sikap yang mempermiskin diri kita sendiri.

Menurut dia, hal tersebut tidak diperlukan. Karena dalam kerukunan otentik, kebebasan dijamin, termasuk kebebasan beragama dan mengepreksikan agama yang diatur dalam pasal 29 Undang Undang Dasar 1945.

Kemajemukan masyarakat di dalamnya ada kerukunan, dan kerukunan itu adalah kerukunan yang merupakan nilai nilai yang tidak pernah boleh dihapuskan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa dari masyarakat Indonesia yang mejemuk, dan PGI tidak pernah meninggalkan nilai nilai Pancasila, karena kerukunan adalah sikap budaya bangsa Indonesia yang sudah ada sejak dulu, bahkan sebelum NKRI ada.

Sehingga menurut pandangan PGI, saat ini masyarakat Indonesia membutuhkan undang undang yang menjamin kebebasan beragama, atau peraturan kerukunan kebebasan beragama.

Ketua Umum Panitia pelaksanaan SR ke-16 PGI Drs.Martinus Lase, M.Sp dalam laporannya memberitahu jika rangkaian kegiatan PGI didukung dana yang berasal dari seluruh partisipasi warga jemaat dari empat Sinode yang menjadi tuan dan nyonya rumah sidang raya XVI PGI, antara lain gereja BNKP, AMIN, ONKP dan AFY.

Ada sumbangan dari pemerintah Sumatera Utara Rp 2,5 milliar, serta kontribusi pemerintah Kabupaten/Kota se Kepulauan Nias kurang lebih Rp 8 milliar.(sp/ss/gs)

Kata kunci terkait:
mimbar onkp

Lihat Juga

Kapolres: Preman Jalanan Di Wilkum Labuhanbatu Akan Tembak Ditempat.!

  Rantauprapat | suarasumut.com  –  Sebagai langkah dan upaya untuk terus menjaga Kondusifitas Wilayah hukumnya, ...