Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Walikota Tutup Diklat Keterampilan Bagi Pencari Kerja

Walikota Tutup Diklat Keterampilan Bagi Pencari Kerja

Tebingtinggi | suarasumut.com  –  Walikota Tebingtinggi H.Umar Zunaidi Hasibuan menutup resmi diklat keterampilan bagi pencari kerja, dan penyerahan penghargaan kecelakaan nihil (zero accident award) pada 22 perusahan di Tebingtinggi dari Menaker dan Trans RI, Rabu (1/6) di Aula Dinsosnaker Tebingtinggi.

Disampaikan Walikota, kepada 22 perusahaan yang menerima penghargaan zero accident aword, ini bukan Walikota yang melakukan penilaian tetapi dari Kementerian Tenaga Kerja RI, kami hanya mengajukannya saja dan ini pantas untuk disyukuri serta menjadi kebanggaan.

“Untuk itu saya berharap kondisi ini dapat terus kita jaga dan tingkatkan, terutama perusahaan dapat terus memenuhi kelengkapan kerja untuk karyawannya untuk menjaga keselamatan kerja, mengapa saat ini baru kita bisa menerimanya, ini akibat keteledoran yang kita lakukan karena tidak melaporkannya ke Kementerian (Pemerintah Pusat),” ujarnya.

Kepada para pencari kerja diharapkan Walikota jangan pernah ragu-ragu untuk melakukan inovasi, harus terus berkreatifitas yang akhirnya nanti dapat menjadi interpreneur yang menciptakan lapangan kerja.

Diharapkan, manfaatkan ilmu yang didapat selama pelatihan ini, dan pergunakanlah alat-alat yang merupakan bantuan dari Pemerintah Kota Tebingtinggi untuk bekerja, jangan malah dijual.

“Bagi keluarga miskin yang mengikuti diklat keterampilan berusaha, jangan pernah berkecil hati, manfaatkanlah ilmu yang didapat, jika kita punya kemauan pasti akan ada jalannya, dan tak ada orang lain yang akan merubah nasib kita, kecuali kita sendiri,”harap Walikota.

Sebelumnya memberikan laporan Kadisosnaker H.Syaiful Fachri, diklat keterampilan mencakup Tata Busana Pria, Otomotif dan Pangkas Pria diikuti 50 orang dan berlangsung selama 315 jam.

Dan untuk keterampilan berusaha bagi keluarga miskin, pesertanya 50 orang wanita yang masih dalam usia produktif berusia 18 s/d 35 tahun berasal dari keluarga miskin/kurang mampu dan putus sekolah berlangsung selama 6 hari kerja.(ag/ss-tt)

Lihat Juga

Cegah Mismatch Menahun, BPJS Kesehatan Diminta Koreksi Diri

Jakarta | suarasumut.com  –  Anggota Komisi IX Irma Suryani mengibaratkan defisit yang dialami Badan Penyelenggara ...