Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Kabar Sumut ›› Gunungsitoli ›› Wali Kota Gunungsitoli Minta Pembangunan Di RSUD Gunungsitoli Sesuai Aturan

Wali Kota Gunungsitoli Minta Pembangunan Di RSUD Gunungsitoli Sesuai Aturan

Gunungsitoli | suarasumut.com  —  Wali Kota Gunungsitoli Ir.Lakhomizaro Zebua meminta agar pembangunan pengembangan ruang inap pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Gunungsitoli dilakukan sesuai aturan. Jika tidak sesuai aturan, dia akan memerintahkan Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli untuk menegakkan peraturan.

Ketegasan tersebut disampaikan Wali Kota Gunungsitoli Ir.Lakhomizaro Zebua kepada sejumlah wartawan pada acara temu pers Pemerintah Kota Gunungsitoli dengan wartawan di restauran Umbu Kaliki, Jalan Elang, Desa Ombolata Ulu, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Kamis (14/9).

“Kemarin ada demo mengenai pembangunan di RSUD Gunungsitoli terkait belum ada izin. Kita akan tegakkan peraturan dan sudah mengatakan kepada Sekda untuk menegakkan peraturan,” tegas Wali Kota Gunungsitoli.

Menurut Wali Kota Gunungsitoli, Pemerintah Kota Gunungsitoli sudah memberi toleransi selama tiga bulan. Namun, karena tinggal izin Analisa dan Dampak Lingkungan (Amdal) yang belum keluar, Pemko Gunungsitoli memberi waktu dan berharap segera keluar, karena RSUD Gunungsitoli juga bagian dari Kota Gunungsitoli.

“Soal pembangunan di RSUD Gunungsitoli, kita akan tegas. Tetapi kita juga harus beri waktu, karena kita juga butuh RSUD Gunungsitoli, dan kita jangan tolak pembangunan tetapi hanya menindak ketidakbenaran prosesnya,” ujar Wali Kota Gunungsitoli.

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jaya Mendrofa yang ditemui di ruang kerjanya di RSU Gunungsitoli, Jalan Dr.Ciptomangunkusumo, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Rabu (13/9) mengakui jika hingga saat ini Amdal untuk pembangunan pengembangan ruang rawat inap di RSU Gunungsitoli belum terbit.

Namun, dia memberitahu jika pengurusan Amdal dilakukan di Lingkungan Hidup Propinsi Sumatera Utara dan sudah dilakukan. Bahkan Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH) sudah diserahkan ke Dinas Lingkungan Hidup Propinsi untuk dievaluasi Komite Penilai Amdal (KPA).

“Kita sudah urus Amdal, dan kini DELH sedang dalam evaluasi KPA. Kita tidak urus di Pemko Gunungsitoli, karena KPA hanya ada di Dinas Lingkungan Hidup Propinsi. Lingkungan Hidup Propinsi pernah mengundang pihak Pemko Gunungsitoli untuk memberikan penilaian teknis terkait DELH yang kita ajukan, tetapi tidak dihadiri,” beber Jaya Mendrofa.(alss-gs)

Kata kunci terkait:
Berita mengenai RSUD gunungsitoli september 2017, demo rsud gunungsitoli

Lihat Juga

452 Pramuka Ikuti Perkemahan Internasional 2017 Di Malaysia

JAKARTA | suarasumut.com  –  Sebanyak 452 anggota Gerakan Pramuka akan mengikuti Perkemahan Internasional di Selangor, ...