Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Wali Kota Gunungsitoli Ancam Gusur Bangunan Di Tanah Milik PT.Pelindo

Wali Kota Gunungsitoli Ancam Gusur Bangunan Di Tanah Milik PT.Pelindo

Gunungsitoli | suarasumut.com — Diduga tidak mengantongi izin, Wali Kota Gunungsitoli Ir.Lakhomizaro Zebua mengancam akan membongkar seluruh bangunan liar di Kota Gunungsitoli, dan salah satu diantaranya adalah bangunan yang berdiri diatas dermaga pelabuhan lama Gunungsitoli milik PT.Pelindo.

Setelah bertemu dengan pemilik bangunan atau Cafe Carlin, Wali Kota Gunungsitoli memberi batas waktu hingga bulan November agar bangunan diatas dermaga Pelabuhan Lama Gunungsitoli dibongkar.

Ancaman tersebut diungkapkan Wali Kota Gunungsitoli ketika meninjau lokasi pelabuhan lama Gunungsitoli yang terletak di Jalan Baru, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Senin (29/8).

Ketika diwawancara media, Ir.Lakhomizaro Zebua menegaskan jika Pemeirntah Kota Gunungsitoli komit membongkar semua bangunan liar yang ada di pasar, di rumah warga dan termasuk yang ada dilokasi Pelabuhan lama Gunungsitoli. Tujuan pembongkaran adalah untuk menata Kota Gunungsitoli, minimal menurut dia, Kota Gunungsitoli bisa muncul keindahannya dari sisi depan.

“Setelah bertemu dengan pemilik Cafe Carlin tadi, dia mengakui ada mengantongi izin dan baru habis masa berlakunya bulan November. Ok, kita beri dia waktu bulan November, dan setelah itu dia harus membongkar bangunannya, karena kita akan ambil alih lokasi pelabuhan lama Gunungsitoli. Kita akan kembalikan fungsinya, karena berguna untuk keadaan darurat jika ada bencana,”tegas Wali kota.

Disinggung terkait pemilik aset pelabuhan Gunungsitoli adalah PT. Pelindo, Wali Kota dengan tegas mengatakan harus melihat dulu surat kepemilikan aset baru percaya dan menurut dia, tanah tersebut sebelumnya adalah milik pemerintah.

“Saya yakin, tanah itu sebelumnya milik pemerintah yang diberikan kepada PT.Pelindo, karena lokasi tersebut dulu adalah pelabuhan lama. Kita mau lihat apakah pelabuhan itu diberikan kepada PT.Pelindo hanya hak pakai atau hak milik, dan jika hanya hak pakai, berarti sudah beralih fungsi,”ujar Ir.Lakhomizaro Zebua.

PT.Pelindo Jalin Kerjasama Dengan Pihak Ketiga

Kepala PT.Pelindo Cabang Gunungsitoli Andi yang dihubungi wartawan melalui telepon seluler, Selasa (30/8) menegaskan, dermaga atau lokasi pelabuhan lama Gunungsitoli adalah aset PT.Pelindo mengenai bangunan yang ada diatas dermaga, manajemen PT.Pelindo telah menjalin kerjasama dengan pihak ketiga untuk mengelolanya, dan hal tersebut tidak dapat diganggu gugat.

“Daripada digunakan sebagai tempat tidak baik oleh orang tidak bertanggungjawab, manajemen PT.Pelindo menjalin kerjasama dengan pihak ketiga untuk mengelola usaha didermaga pelabuhan lama Gunungsitoli. Jika Wali Kota Gunungsitoli bersikukuh membongkar, urusannya panjang, karena masalah tersebut jadi urusan manajemen PT.Pelindo hingga pusat,”tegas Andi melalui telepon seluler.

Kepala PT.Pelindo Cabang Gunungsitoli berharap Pemko Gunungsitoli mau bersinergi jika memiliki rencana atau berniat membenahi Kota Gunungsitoli, tetapi tidak perlu membongkar bangunan yang ada diatas aset milik PT.Pelindo.

Soal aset tersebut adalah pemberian pemerintah, Andi mengakui sebelumnya seluruh tanah di Pelabuhan Lama Gunungsitoli milik Pemerintah Kabupaten Nias. Tetapi telah diserahkan kepada PT.Pelindo. “Kita akui saat ini PT.Pelindo sedang bermasalah dengan Pemkab Nias terkait kepemilikan lahan pelabuhan lama Gunungsitoli. Dulu Pemkab Nias menyerahkan pelabuhan lama kepada PT.Pelindo, tetapi ingin menariknya kembali. Hingga saat ini, setiap dilakukan audit BPK dan BPKP, tanah pelabuhan lama Gunungsitoli masih termasuk aset PT.Pelindo,”jelas Andi sambil menutup telepon seluler.

Pemilik Cafe Carlin Atrisiani Harefa alias Ina Carlin yang ditemui dikediamannya mengaku bingung, karena menurut dia lokasi pelabuhan lama Gunungsitoli telah disewa kepada manajemen PT.Pelindo. “Kita bingung saja pak, kita buka usaha untuk cari makan dan buka lapangan kerja malah mau digusur. Bangunan kami bukan bangunan ilegal, kami telah menyewa lahan pelabuhan lama Gunungsitoli kepada manajemen PT.Pelindo, dan perjanjiannya dilakukan dihadapan notaris,”ungkap Ina Carlin.

Dia juga memberitahu, usahanya tersebut mempekerjakan 15 orang karyawan, jika Wali Kota Gunungsitoli ingin menutup usahanya, dia berharap Wali Kota mencari dahulu pekerjaan untuk 15 karyawannya dalam menyambung hidup, karena mereka pasti berhenti bekerja jika usahanya ditutup.(ih/ss-gs)

Lihat Juga

Evaluasi Program, Pemkab Nias Gelar Rakorbang

Nias | suarasumut.com  —  Untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan serta tingkat serapan anggarantahun anggaran ...