Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Wali Kota Berharap Kerukunan Di Kota Gunungsitoli Tidak Dirusak

Wali Kota Berharap Kerukunan Di Kota Gunungsitoli Tidak Dirusak

Gunungsitoli | suarasumut.com — Wali Kota Gunungsitoli Ir.Lakhomizaro Zebua meminta tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mengajak masyarakat tidak merusak kerukunan yang sudah terjaga selama ini.

Dia mengajak seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat bersatu, dan bertekad mengamati saudara saudara kita yang datang ke Pulau Nias secara mengendap ngendap tanpa melalui pintu resmi seperti pelabuhan.

Ajakan tersebut disampaikan Wali Kota Gunungsitoli Ir.Lakhomizaro Zebua pada Apel Nusantara Bersatu yang digelar di Taman Ya’ahowu, Jalan Lagundri, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Rabu (30/11).

“Seandainya ada saudara saudara kita yang mengganggu, kami atas nama pemerintah berharap untuk dilaporkan kepada penegak hukum. Saya secara pribadi, dan mewakili seluruh pimpinan daerah di Kepulauan Nias tidak mau ada perpecahan. Di Kota Gunungsitoli dan Kepulauan Nias secara umum, kita semua bersatu, bersaudara dan tidak ada rencana perpecahan,” tegas Ir.Lakhomizaro Zebua.

Tidak lupa, Wali Kota berharap pelaksanaan kegiatan empat pilar dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan komitmen bersama mempertahankan Pancasila, UUD 45 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tujuannya, supaya kerukunan yang terwujud di Kota Gunungsitoli terus terjaga, sehingga pemerintah dapat lebih fokus kepada pelaksanaan pembangunan.

Sebelumnya, Dandim 0213/Nias Letkol.Arm Edmund Gultom dalam orasi empat pilar memberitahu, kegiatan apel Nusantara Bersatu yang digelar merupakan wujud ekspresi dan kesadaran kita sebagai bagian dari nusantara.

Kegiatan apel Nusantara Bersatu dilaksanakan secara serentak di seluruh Nusantara, sehingga hal tersebut menegaskan jika Pulau Nias merupakan bagian dari Nusantara, dan tanpa Pulau Nias Nusantara tidak ada.

Dia menganggap perlu untuk membangkitkan pemahaman rasa dan karsa, dan perilaku berbangsa dan bernegara harus ditumbuh kembangkan supaya Pulau Nias sejajar dengan daerah lain.

“Fenomena yang terjadi akhir akhir ini, ada upaya untuk merongrong Pancasila sebagai filsafah bangsa kita. Pagi ini kita hadir bukan saja merayakan kebhinekaan, tetapi merayakan dengan latar belakang perbedaan agama dan kepercayaan,” ujar Dandim 0213/Nias dalam orasinya.(al/ss-gs)

Lihat Juga

Sosialisasi Seleksi, Pembinaan Calon Anggota Polri, Polres Tapteng MoU Dengan Pemkab

Tapteng | suarasumut.com –  Melahirkan serta meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi generasi muda Tapanuli ...