Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Wabah DBD Renggut 2 Nyawa, Warga Berharap Bupati Bertindak

Wabah DBD Renggut 2 Nyawa, Warga Berharap Bupati Bertindak

Kotapinang | suarasumut.com  –  Wabah Demam Berdarah (DBD) mulai meresahkan warga Labuhanbatu Selatan, sementara pihak pemerintah melalui Dinkes dan RSUD belum melakukan penyemprotan atau fogging, begitu juga pihak RSUD belum ada tindakan untuk pencegahan membuat posko posko pada setiap wilayah pelosok kota hingga ke pelosok desa dan dusun.

Informasi yang dihimpun dari para warga saat ini sudah puluhan orang menderita sakit demam berdarah, bahkan sudah ada korban meninggal dunia akibat terserang demam berdarah, seperti yang dialami warga Desa Sisumut, saat ini sudah dua (2) orang korban meninggal dunia terserang DBD pada hari yang sama, Senin (18/1), kedua korban tersebut adalah Azizah (18) warga Dusun Bom Sisumut yang masih duduk dibangku sekolah SMAN-I Kotapinang Kelas -III dan seorang anak kecil bernama Gafar (4) warga bloksongo keduanya warga Desa Sisumut Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), kedua korban pada hari sama dimakamkan ditempat yang berbeda, Selasa (19/1).

Dirumah duka terdengar Isak tangis keluarga dan kerabatnya, menurut informasi warga sekitar almarhumah Azizah sejak beberapa hari yang lalu menderita sakit demam, suhu badanya panas tinggi dan pada bagian kulit tanganya tampak bintik bintik merah bahkan sering muntah, Almarhuma juga sempat dibawa keluarganya berobat kerumah sakit umum Daerah (RSUD) Kotapinang, namun pihak RSUD Kotapinang tidak mampu menanganinya menurut dokter Almarhum Azizah kena penyakit demam berdarah dan sudah cukup parah, sehingga harus dirujuk kerumah sakit di kota Medan.

Warga juga sempat memberikan informasi bahwa pada hari yang sama dijalan lintas Sumatera Blok Songo Desa Sisumut Kotapinang, ada seorang anak kecil namanya Gafar (4) meninggal dunia karena sakit demam berdarah, hal yang sama juga di sampaikan Gunung (40) nama sebutan yang sering disapa Warga Blok Songo, mengatakan bahwa dari keterangan warga sekitar almarhum Gafar meninggal karena sakit demam tinggi terserang wabah demam berdarah.

Sementara Hafni (33) masih keluarga dekat , ketika ditemui menceritakan Almarhum Azizah seorang anak yatim piatu kedua orang tuanya sudah meninggal dunia. “Almarhum kemanakan kami ini masih duduk dibangku sekolah SMAN-I Kotapinang kelas III, setelah kedua orang tuanya tiada, Almarhuma kemanakan kami ini tinggal bersama neneknya di Dusun Bom Sisumut, semenjak beberapa hari ini, sebelum meninggal almarhumah sakit demam. Namun setelah diberi minum obat demamnya turun, tiba tiba selang beberapa hari almarhumah kembali mengalami sakit demam seluruh badanya panas tinggi, kemudian pihak keluarga membawanya berobat ke rumah sakit umum daerah Kotapinang, namun dokter menyarankan segera dibawa ke rumah sakit di Medan. Menurut dokter setelah pemeriksaan darah almarhum positif kena DBD dan sudah cukup parah, kemudian pihak keluarga pun segera membawa almarhumah ke Medan, namun akhirnya nyawa kemenakan kami tidak tertolong dan meninggal, “ungkapnya sedih.

Tinur Bulan Kepala Dinas Kesehatan ketika ingin di konfirmasi tidak berada di kantornya, kemudian dicoba melalui seluler namun Hp nya tidak aktif lagi.(zr/ss/ls)

Lihat Juga

Sosialisasi Seleksi, Pembinaan Calon Anggota Polri, Polres Tapteng MoU Dengan Pemkab

Tapteng | suarasumut.com –  Melahirkan serta meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi generasi muda Tapanuli ...