Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Usut Tuntas, Soroti Pengadaan Sumur Bor Tapteng Tahun 2012

Usut Tuntas, Soroti Pengadaan Sumur Bor Tapteng Tahun 2012

 

             “Mantan Distamben : Sudah Serah Terima Dengan Baik, Tidak Ada Lagi Untuk Intervensi Kesitu”

 

Tapteng | suarasumut.com  –  Pengadaan sumur bor, melalui dinas pertambangan dan energi kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) tahun 2012 yang telah dinyatakan rampung dibangun 5 tahun silam diungkit dan pertanyakan lapisan masyarakat dan LSM terhadap mantan pejabat Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Tapteng.

Informasi yang dikutip beberapa sumber, dana yang dikucurkan pada pembangunan air bersih itu, berkisar hingga miliaran rupiah dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2012. Masyarakat menduga ada penyimpangan dari RAB terhadap pengadaan sumur bor tersebut.

“Berdasarkan investigasi kami dilapangan, dan laporan dari sejumlah masyarakat yang kami terima, bahwa beberapa titik pembangunan sumur bor yang dinyatakan selesai dibangun ditahun 2012 itu sama sekali tidak dapat dinikmati masyarakat Kabupaten Tapteng,”kata ketua investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Pemantau Pemberdaya Parlemen Indonesia (LSM KP3I) Firman Tampubolon, Kamis (18/5/2017) di Pandan, sekira pukul 09.Wib.

Ia mengatakan, beberapa titik objek serta temuan dilapangan baik itu berupa bangunan fisik lainnya diduga tidak ada gambaran terbentuk bangunan seperti ruang ganti, serta tidak adanya persediaan shower beberapa unit, dan ketersediaan lainnya disetiap titik objek yang dimaksud.

“Pembangunan senilai 1,7 Miliar itu tidak ada saya temui berupa bangunan serta alat pemompa air dan jaringan aliran listrik, pembangunan 5 tahun silam itu perlu diusut tuntas,”tegas Firman.

Masyarakat Tapteng, Desa Sititio Ilir Sarifuddin Simatupang mengaku merasa kecewa, bahwa sejak dibangun sumur bor tersebut tidak pernah dikomsumsi masyarakat yang ada disekitar Kecamatan Tukka,” tidak layak dikonsumsi, dan tetap tidak berfungsi. Masyarakat memang sangat kecewa tidak dapat mendambakan pembangunan tersebut,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, masa jabatan tahun 2012 oleh mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Tapteng Zabril A Nasution menyampaikan bahwa serah terima pembangunan sumur yang berusia satu periode itu diterima masyarakat dengan baik pada saat selesai dibangun.

“Serah terima kan terhadap masyarakat masih bagus itu. Ini kan bangunan bertahun-tahun lamanya, sudah termakan usia, sama dengan kita manusia rambut sudah putih, dan gigi mulai gugur,”terangnya”.

“Kalau memang sekarang mana lagi sempurna itu. Itu wajar-wajar saja nya, normatif nya itu,”kata Zabril saat disambangi media yang saat ini menjabat kepala dinas Pendapatan P engelolaan Aset Daerah Tapteng, diruang kerjanya, sekira pukul 11.00 Wib.

Mengakhiri pergantian masa jabatan di tahun 2012/2013 di Distamben Tapteng dijelaskan Zabril tahapan pembangunan sumur bor tersebut berlanjut dan tidak ditanganinya lagi.

“Kalau ditahun 2013 itu sudah di proses di Poldasu. Jadi, dari sisi lembaga, baik itu juga organisasi Kita tidak ada lagi untuk intervensi kesitu. Kalau memang dibangun ya, menunggu nanti ada proyek diperbaiki lagi,”tandasnya.(ph/ss-tt)

Lihat Juga

Bupati Labuhanbatu Hadiri Arahan Mendagri

Labuhanbatu | suarasumut.com  –  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memberikan pengarahan kepada Forum Komunikasi ...