Beranda ›› Kabar Sumut ›› Gunungsitoli ›› Untuk Dapat Fee Proyek, Nama Ketua PN Gunungsitoli Dicatut

Untuk Dapat Fee Proyek, Nama Ketua PN Gunungsitoli Dicatut

Gunungsitoli | suarasumut.com  –  Nama Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli Mery Dona Tiur Pasaribu, SH,MH dicatut untuk menipu sejumlah rekanan.

Ketiga pelaku berinisial SN, UM dan DL telah dilaporkan Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli Mery Dona Tiur Pasaribu,SH,MH di Mapolres Nias, Selasa (17/7).

Kapolres Nias AKBP.Deni Kurniawan, S.Ik,MH melalui Ps Paur Humas Polres Nias Bripka Restu Gulo, Rabu (18/7) membenarkan telah menerima laporan ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli terkait pencemaran nama baik.

“Benar kita telah menerima laporan Ketua Pengadilan dan telah memeriksa sejumlah saksi. Kasusnya masih dalam penyelidikan,”terangnya.

Ketua pengadilan melaporkan SN pegawai honorer atau sekuriti Pengadilan Negeri Gunungsitoli, DL dan UM yang bekerja sebagai wiraswasta atas pencemaran nama baik.

Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli yang ditemui di kantor Pengadilan Negeri Gunungsitoli,Kamis (19/7) membenarkan telah melaporkan anggotanya SN serta masyarakat berinisial UM dan DL.

Ketiganya telah mencatut namanya untuk mengambil dana taktis (DT) atau fee proyek kepada sejumlah rekanan sebesar Rp 141 juta.

SN, UM dan DL mengaku kepada para korban jika proyek tersebut adalah jatah Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli dan harus bayar dt atau fee untuk mendapat proyek tersebut.

“Saya tidak pernah melakukan itu, dan saya juga tidak mengerti apa itu dana taktis atau fee proyek,”tegasnya.

Karena nama dan lembaganya dicemarkan, dia melaporkan ketiga pelaku ke pihak penegak hukum.

“Saya berharap Polisi bisa mengungkap kasus ini dan menjerat semua yang ikut terlibat,”katanya.

Dia berharap korban yang telah ditipu segera melapor, agar semua terungkap dan para pelaku dijerat hukum.

“Beberapa hari yang lalu SN mau mengembalikan uang korban di kantor Pengadilan, tetapi saya usir mereka dan larang bertransaksi disini,” ucapnya.

Hal tersebut dia lakukan untuk mencegah persepsi buruk terhadap lembaganya, dan tidak tahu menahu terkait pengambilan uang tersebut.

SN yang ditemui di tempat yang sama membantah telah mencatut nama Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli.

Namun dia mengaku ada menerima uang DT atau fee proyek dari UM sebesar Rp 40 juta.

Uang tersebut menurut SN telah disetor kepada seorang wanita berinisial SG yang menjanjikan proyek di Nias Utara tersebut.

“SG yang menjanjikan kepada saya ada proyek di Nias Utara, sehingga saya menghubungi UZ untuk mencari donatur yang mau bayar dt atau fee,”jelasnya.

Terkait surat pernyataan dan kwitansi yang mereka tandatangani bertiga dan mengakui uang diserahkan kepada Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli,SN mengaku dipaksa dan diancam agar menandatangani.(ih/ss-gs)

Lihat Juga

Korban Longsor Di Nias Selatan Kembali Ditemukan

Nias Selatan | suarasumut.com  –  Satu korban longsor di Desa Sukamaju Mohili, Kecamatan Gomo, Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.