Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› TUNTUTAN JAKSA TERLALU RINGAN, KELUARGA KORBAN KECELAKAAN KEBERATAN

TUNTUTAN JAKSA TERLALU RINGAN, KELUARGA KORBAN KECELAKAAN KEBERATAN

GUNUNGSITOLI, suarasumut.com — Keluarga korban kecelakaan keberatan akibat tuntutan Jaksa Penuntut Umum terhadap terdakwa kasus kecelakaan Lalu lintas Ekarisman Lawolo terlalu ringan. Ayah korban Firman Zebua akan melaporkan hal tersebut ke bagian Pengawasan Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Firman yang ditemui suarasumut.com usai sidang kasus kecelakaan yang menewaskan anaknya Arif Rahman Zebua ( 11 ) di Pengadilan Negeri Gunungsitoli di jalan Pancasila Desa Mudik Kota Gunungsitoli, Rabu ( 23/04 ), mengatakan keberatan dan tidak berterima atas tuntutan hukuman 18 bulan penjara kepada terdakwa.

Ringannya tuntutan terhadap terdakwa yang diberikan jaksa kepada terdakwa menurut Firman tidak akan memberikan efek jera, dan cenderung memberikan peluang kepada terdakwa untuk mengulangi lagi perbuatannya, karena hanya mendapat hukuman yang sangat ringan jika menewaskan seseorang dalam kecelakaan.

Dia juga menyayangkan sikap Jaksa Penuntut Umum yang hanya menilai sesuatu yang meringankan dan menguntungkan terdakwa, tetapi tidak menilai hal hal yang memberatkan terdakwa. Menurut Firman, sejak tertabrak dan menewaskan anaknya, terdakwa maupun keluarganya tidak mempunyai itikad baik, sehingga tidak pernah melayat maupun memberikan bantuan terhadap keluarga korban.

Bahkan dalam berkendara, tersakwa terbukti tidak memiliki kelengkapan surat kendaraan dan kendaraan yang digunakan terdakwa juga tidak lengkap seperti lampu dan alat alat kelengkapan lainnya. Sehingga keberatannya atas tuntutan Jaksa menurut Firman akan diungkapkan dalam laporannya ke Kejagung RI bagian pengawasan dalam waktu dekat.

Kepada Majelis Hakim yang menangani kasusnya, Firman meminta agar terdakwa diberikan hukuman yang berat dan setimpal, supaya terdakwa jera atas apa yang telah diperbuatnya dengan menghilangkan nyawa anaknya.

JPU Bowo Gulo, SH yang ditemui suarasumut.com di kantor Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, Rabu ( 23/04 ) membenarkan jika dia menuntut terdakwa Ekarisman Lawolo dengan hukuman penjara 18 bulan. Menurut dia, Jaksa menuntut terdakwa dengan hukuman 18 bulan penjara, karena terdakwa kooperatif saat mengikuti persidangan, terdakwa mengakui perbuatannya dan kasus yang menimpa terdakwa adalah kasus kelalaian dalam berkendara.

Bowo memberitahu, atas kelalaian yang diperbuat terdakwa, terdakwa hanya dijerat dengan pasal 310 ayat 4 dengan hukuman maksimum 6 tahun penjara.( sp/ss/gs )

Lihat Juga

Toko Mas Mutiara Disantroni Maling Di Siang Hari

  Tanjungleidong | suarasumut.com  –  Warga Kelurahan Tanjungleidong Kecamatan Kualuhleidong Kabupaten Labuhanbatu Utara dihebohkan adanya ...