Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› TUDING KORUPTOR MERAJALELA DI NIAS, MAHASISWA DEMO KEJARI GUNUNGSITOLI

TUDING KORUPTOR MERAJALELA DI NIAS, MAHASISWA DEMO KEJARI GUNUNGSITOLI

GUNUNGSITOLI, suarasumut.com — Sejumlah mahasiswa yang menyatakan diri sebagai Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia ( PMKRI ) cabang Nias-Santo Thomas Morrus tuding Kejaksaan Negeri Gunungsitoli membuat koruptor semakin merajalela di Kepulauan Nias.PMKRI juga menuding Kejari Gunungsitoli berubah fungsi menjadi lembaga lahan bisnis.

Adapun pernyataan PMKRI tersebut diungkapkan pada aksi unjukrasa yang digelar di depan kantor Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, Jalan Soekarno, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Jum’at ( 4/4/2014 ).
Pada pernyataan sikapnya yang dibaca koordinator aksi PMKRI Firaman Gulo, Kejaksaan Negeri Gunungsitoli telah mencoreng kesucian hukum, dimana tanggung jawab Kejari Gunungsitoli sebagai pilar dan tonggak dalam menegakkan keadilan sesuai amanat undang undang, tidak sesuai harapan akibat kinerja Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli.
PMKRI juga menyatakan jika sangat menyayangkan ketika Kejari Gunungsitoli beralih fungsi menjadi lembaga yang bukan penegak hukum lagi, namun telah dijadikan sebagai lembaga lahan bisnis yang ditandai dengan banyaknya kasus korupsi yang telah dilaporkan dan menumpuk di meja Kejari dan hingga saat ini tidak dituntaskan.

Adapun kasus yang dituntut oleh PMKRI untuk segera dituntaskan oleh Kejari Gunungsitoli adalah kasus Alkes di Dinas Kesehatan Kota gunungsitoli, Dana Hibah KPU Gunungsitoli, Dana Hibah Pemilukada Kota gunungsitoli, dana hibah Pilkada Kabupaten Nias Utara, dana hibah KPU Nias Utara, daan pembangunan dermaga di Kecamatan Afulu kabupaten Nias Utara,
Pengadaan mikrofon Sekwan DPRD Nias Utara, dana PNPM-MP di Nias Utara, dana DPPID Kabupaten Nias Utara dana Bos/Dak Kabupaten Nias Utara, kasus Dinas PU Nias barat, Kasus Dinas Pertanian Nias Barat, Kasus Dinas kesehatan Nias Barat dan Kasus Dinas Pariwisata Nias Barat.

Kasipidsus Junius Zega yang ditemui suarasumut.com saat aksi unjuk rasa PMKRI mengatakan, semua yang dinyatakan mahasiswa tidak benar dan dia memberitahu jika tahun 2014, Kejari Gunungsitoli telah menaikkan status dua kasus pada penyidikan. Yakni kasus pengadaan Mikrofon di Nias Utara dan kasus dana Sekwan Kota Gunungsitoli.
Sedangkan kasus dana hibah KPU Gunungsitoli dan hibah pemilukada Kota Gunungsitoli, Junius menegaskan jika kasus tersebut bukan Kejari Gunungsitoli yang menangani, tetapi Polres Nias.( sp/ss/gs )

Lihat Juga

Tidak Semua Program Dan Kegiatan Yang Telah Ditetapkan Dapat Dilakukan Oleh Pemerintah Sendiri

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah menyadari bahwa tidak semua program dan kegiatan yang telah ditetapkan ...