Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Tipu Rp. 70 Jt Untuk Masuk PNS, Suami Kepala UPTD Puskesmas Leidong Dilaporkan

Tipu Rp. 70 Jt Untuk Masuk PNS, Suami Kepala UPTD Puskesmas Leidong Dilaporkan

Labura , suarasumut.com – Akibat menjadi calo PNS Kementerian Perhubungan Laut, WT oknum pegawai di Kantor Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Leidong diadukan ke Polsek Kualuh Hilir. Wt yang juga merupakan suami dari kepala UPTD Pukesmas Kualuh Leidong dijemput paksa polisi dari rumahnya, Selasa (24/06) karena beberapa kali telah mengindahkan panggilan.

Dengan modus yang dilakukan, orang tua korban yang bernama Yahya warga Desa Air Hitam Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labuhanbatu Utara anak korban mau menjadi PNS di Kementerian Perhubungan Laut WT terpaksa berurusan dengan polisi, akibat kelakuannya oknum pegawai yang bertugas di kementerian perhubungan laut ini dimintai keteranganya sebagai tersangka di hadapan Juru Periksa Polsek Kualu Hilir/Leidong.

Yahya Alias keling selaku orang tua korban penipuan, menerangkan kalau hubungan dia dengan WT sangat amat dekat,” kenapa dia sungguh tega sekali membuat kami sekeluarga begitu, sampai menipu saya 70 jt tapi anak saya tidak juga mejadi PNS di kementerian perhubungan laut,”jelasnya. .

“Kejadian bermula dari bulan November tahun 2010, saya berkenalan dengannya, pada waktu itu beliau adalah anggota KPLP unit penyelenggara pelabuhan kelas III Leidong dan bercerita kepada keluarga kami kalau dia bisa memasukan orang menjadi PNS di kementerian Perhungan Laut Leidong asal ada uang Rp. 70 jt , lantas dia menawarkan kepada saya supaya anak kami untuk dimasukannya dengan alasan karena ada penerimaan, melihat pada waktu itu kami memiliki anak laki -laki yang sudah tamat di bangku SMA jadi kami sekeluarga memutuskan memasukan anak kami dengan sarat yang di katakannya. Ke esokan hari WT menelpon kami untuk mengirimkan uang melalui teransfer ke Bank BRI Tanjung Leidong dengan 3 tahap pengambilan yang pertama kami kirim Rp.55 juta dan yang kedua kalinya Rp.15 juta dan untuk tahapan yang ke 3 untuk dia berangkat ke Jakarta sebesar Rp. 8,5 juta. Itu semua di luar penrjanjian kita, jadi melihat udah 4 tahun lamanya kabar bahagia untuk anak kami menjadi PNS di kementerian perhubungan laut samapai sakarang tidak ada panggilan, lantas kami menjumpai tersangka, dia langsung mengelak dan hanya mengatakan sabar ya,”ungkap Yahya orang tua korban.

“Akibatnya kesabaran kami sudah habis dan tidak tidak bisa tertahan lagi,kami langsung mengadukan penipuan ini ke Mapolsek Kualuh Hilir, Kamis (21/6),”sambungnya.

Di tempat terpisah suarasumut.com coba mengkonfirmasi untuk mengklarifikasi iinformasi yang disampaikan orang tua korban,”Kepala UPTD Pukesmas Kualuh Leidong Yusmidar, dikantor polsek Kualuh Hilir saat mendampinggi suaminya, Selasa 24/6, membantah pengaduannya itu hanya cerita orang diluar saja,” sambil beranjak meninggalkan wartawan yang sedang menunggu di kantin.

Kapolsek Kualuh HIlir AKP H Tampubolon ketika di jumpai di ruanganya membenarkan adanya laporan tersebut dan korbanya bernama Yahya,”sekarang tersangka penahannya kita tangguhkan mengingat isterinya adalah seorang kepala UPTD Pukesmas Kualuh Leidong dan tersangka juga seorang PNS Di Kementerian Perhubungan Laut yang bertugas di Pelabuhan Kualuh Leidong, mengenai pasal yang kita jerat adalah pasal 378 penggelapan dan penipuan dengan acaman hukuman 4 tahun penjara,” jelas Kapolsek.(hs/ss/kl)

Kata kunci terkait:
kantor menteri perhubungan

Lihat Juga

Satpol PP Kota Sibolga Laksanakan Jumat Bersih

SIBOLGA | suarasumut.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Sibolga, Sumatera utara (Sumut) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *