Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Tipu Korban Rp 4,8 Milliar, Oknum Anggota DPRD Sumut Jadi Tersangka

Tipu Korban Rp 4,8 Milliar, Oknum Anggota DPRD Sumut Jadi Tersangka

Gunungsitoli | suarasumut.com Diduga menipu korban dengan menjanjikan dapat mengurus masuk pegawai negeri sipil (PNS), oknum anggota DPRD Sumatera Utara FW alias Ama Fani Waruwu (43) ditetapkan sebagai tersangka. Selain FW, Polisi juga menetapkan istrinya FW berinisial MT sebagai tersangka sejak tanggal 28 September 2015 yang lalu.

Hal tersbeut diungkapkan Kapolres Nias AKBP.Bazawato Zebua, SH, MH melalui Pjs.Paur Humas Polres Nias Aiptu.Osiduhugo daeli ketika ditemui di Mapolres Nias, Jalan Melati, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Senin (8/2).
Kepada wartawan, Humas Polres Nias mengungkapkan, FW dan istrinya MT ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Elikana Hia Alias Ama Wewi, Sowa’a Laoli alias Ama Mulia, Adrianus Zega alias Ama Inggrid dan Hiburan Halawa alias Ama Ian.

Keempat korban melapor ke Mapolres Nias pada tanggal 24 Juni 2015 dengan nomor LP/225/VI/2015/NS. Kerugian yang dialami keempat korban sebesar Rp 4, 8 milliar dengan rincian Elikana Hia alias Ama Wewi ditipu sebesar Rp 1,5 milliar, Adrianus Zega alias Ama Inggrid Rp 1,78 milliar, Sowa’a Laoli alias Ama Mulia Rp 800 juta dan Hiburan Halawa alias Ama Ian Rp 747 juta.

Selain itu, Osiduhugo memberitahu, tersangka FW yang merupakan anggota DPRD Sumut dari Fraksi Gerindra serta anggota komisi D, telah mengajukan praperadilan atas penetapan dirinya sebagai tersangka.

Permohonan praperadilan disampaikan pada tanggal 19 Januari 2016 di Pengadilan Negeri, tetapi ditolak oleh PN Gunungsitoli pada putusannya yang ditetapkan pada tanggal 25 Januari 2016. “Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, kasus FW dan MT sudah kita gelar di Polda Sumut dan Bareskrim Polri, sehingga atas hasil gelar perkara tersebut, keduanya kita tetapkan sebagai tersangka. Tetapi hingga saat ini, kita tidak melakukan penahanan terhadap FW,” ujar Kapolres Nias melalui Pjs.Paur Humas.

Alasan tidak dilakukan penahanan terhadap FW, karena penyidik menganggap FW koorperatif, tidak akan melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, tidak mengulangi perbuatannya, dan tidak ingin mengganggu aktifitas FW tidak melarikan menjalankan tugas sebagai anggota DPRD.

Sedangkan MT akan diperiksa sebagai tersangka dalam minggu ini. Dia belum bisa memastikan apakah MT akan ditahan atau tidak setelah diperiksa.

Bisa Urus Masuk PNS

Kepada wartawan, Pjs.Paur Humas menuturkan, bahwa dari hasil pemeriksaan para korban, diketahui jika FW melakukan penipuan dengan mengiming iming para korban jika dia dapat mengurus masuk PNS. Menurut FW, dia memiliki teman yang bisa mengurus di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB)

Dia meminta para korban mencari pelamar yang ingin menang pada penerimaan CPNS tahun 2013 yang lalu, dan memberikan bandrol biaya sebesar Rp 100 juta bagi pelamar sarjana (S1) dan Rp 80 juta bagi pelamar tamatan SMA sederajat.

Setelah menyerahkan uang sebesar Rp 4,8 milliar kepada FW, ternyata pada pengumuman pemenang formasi CPNS tahun 2013, satupun pelamar yang diurus para korban kepada FW tidak ada yang lolos. Saat ditagih janjinya, FW meminta para korban sabar dan berdalih akan ada pengumuman lanjutan untuk sisipan.

Pengumuman sisipan tak kunjung diumumkan, salah satu korban Elikana Hia mengambil inisiatif mendatangi kantor KemenPAN-RB. Hasil kunjungan ke KemenPAN-RB, Elikana mendapat kepastian jika tidak akan ada pengumuman lanjutan atau sisipan.

Mendapat kabar tersebut, Elikana kemudian bersama tiga korban lainnya melaporkan FW bersama istrinya di Polres Nias, sehingga FW bersama istrinya ditetapkan sebagai tersangka. Sehingga keempat korban sepakat FW dan MT dilaporkan Oknum Anggota DPRD Sumut FW.ke Mapolres Nias. Atas perbuatannya, FW dan MT dijerat dengan pasal 378 subsider 372 yunto 55 dan pasal 56 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Humas Polres Nias menambahkan, FW pada tahun 2009 yang lalu juga pernah dijerat dengan kasus yang sama, tetapi dia tidak ditahan.(ih/ss/gs)

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...