Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Tigor, Kalau Untuk Agama Apa Yang Tidak Bisa Kita Buat

Tigor, Kalau Untuk Agama Apa Yang Tidak Bisa Kita Buat

Rantauprapat, suarasumut.com – Kalau untuk kepentingan agama dan kepentingan ummat apa yang tidak bisa kita buat asalkan kita dapat mempertahankan keharmonisan dan kerukunan ummat beragama di Kabupaten Labuhanbatu dan secara umum Pemerintah memiliki program pro ummat beragama seperti Labuhanbatu Mengaji, Bilal Mayit, Bantuan Guru Sekolah Minggu dan lain-lain, kesemuanya itu merupakan perwujudan dari visi misi kami yang telah berjalan dan dirasakan masyarakat manfaatnya.

Demikian dikatakan Bupati Labuhanbatu dr H Tigor Pansunan Siregar, SpPD, Kamis (26/6) pada Pertemuan Tokoh Agama, FKUB, Kementerian Agama dan Pemkab Labuhanbatu yang berlangsung di Aula Wisma Putri Deli Rantauprapat dan dihadiri Plt. Sekdakab Labuhanbatu H Ali Usman Harahap serta Asisten Pemerintahan.

Tigor menambahkan, khusus pembinaan kerukunan ummat beragama, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak terkhusus kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu dan Forum Kerukunan Ummat Beragama Labuhanbatu dan semua pihak yang telah menjaga kerukunan demi terwujudnya kondusifitas Labuhanbatu.

Dalam kesempatan itu Tigor memberikan penekanan, mari kita jaga ketertiban, keamanan dan kondusifitas Labuhanbatu dengan mengedepankan prinsip saling menghormati dan menghargai bagi seluruh ummat beragama, kemudian informasikan dan komunikasikan masalah yang terjadi di masyarakat mengenai gangguan bagi kerukunan ummat beragama sekecil apapun kepada instansi terkait agar segera dapat diselesaikan, selanjutnya mari kita dukung semua program Pemerintah yang pro ummat beragama.

Ketua FKUB Labuhanbatu H Ramlan Ritonga mengatakan, bahwa FKUB (Forum Kerukunan Ummat Beragama) adalah organisasi binaan pemerintah dalam hal ini bapak Bupati Labuhanbatu adalah sebagai pembinanya, kemudian Kakan Kemenag, tentunya dalam melaksanakan program kita tidak terlepas dari arahan dan bimbingan bapak Bupati Labuhanbatu.

Salah satu tugas kita adalah memberikan rekomendasi rumah ibadah dan memberikan rekomendasi peminjaman rumah ibadah untuk dijadikan sebagai rumah ibadah sementara bagi ummat yang belum memiliki rumah ibadah, untuk itu kita telah memberikan rekomendasi untuk rumah ibadah yang ada di Rantauprapat Hotel untuk tempat rumah ibadah sementara, kemudian aula Suzuya juga telah kita berikan rekomendasi untuk tempat peminjaman rumah ibadah yang bukan rumah ibadah sebagai tempat rumah ibadah sementara.

Kemudian FKUB juga sudah melaksanakan kunjungan-kunjungan keberbagai kecamatan untuk memberikan sosialisasi atau pencerahan terhadap masyarakat terutama masalah issu begu ganjang yang ada di Kecamatan Pangkatan dan Alhamdulillah setelah diberikan pencerahan maka masyarakat sudah mengerti dan memakluminya, kata Ramlan.

Sementara H Anas Halimi dalam laporannya menjelaskan, bahwa tujuan dari pertemuan ini akan tercipta suasana yang kondusif ditengah-tengah masyarakat terutama di daerah Kabupaten Labuhanbatu dan dalam pertemuan ini sebagai pembicara adalah Bupati Labuhanbatu, Kapolres yang diwakili Wakapolres, Kakan Kemenag Kabupaten Labuhanbatu.

Peserta dialog atau pertemuan ini kata Anas Halimi adalah sebanyak 70 orang utusan yang terdiri dari Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat
dan dari wakil-wakil majelis agama dari sembilan kecamatan dengan harapan kiranya kerukunan ummat beragama dapat terwujud di daerah Kabupaten Labuhanbatu, demikian juga rumah ibadah dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. (ta/ss/ra)

Kata kunci terkait:
agama tigor bupati labuhanbatu

Lihat Juga

Pemkab Nias Bantu Lanjut Usia Terlantar

Nias | suarasumut.com  —  Pemerintah Kabupaten Nias memberikan bantuan kepada 100 orang Lanjut Usia terlantar ...