Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Tidak Punya Tempat Tinggal, Korban Penggusuran Tidur Di Tenda

Tidak Punya Tempat Tinggal, Korban Penggusuran Tidur Di Tenda

Gunungsitoli | suarasumut.com — Dua keluarga korban penggusuran oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli dari rumah bantuan badan rekontruksi dan rehabilitasi (BRR) kini tidur ditenda.

Keluarga Atosokhi Halawa alias Ama Tiara dan keluarga Desieri Gea alias Ama Jaya, terpaksa harus tidur di tenda depan perumahan BRR di Desa Dahana Tabaloho, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli karena tidak memiliki tempat tinggal.

Hasilina Ndruru alias Ina Tiara (31) yang ditemui di komplek perumahan bantuan BRR, Rabu, mengaku sudah delapan tahun tinggal di rumah bantuan BRR di Desa Dahana. Sebelum gempa melanda Pulau Nias tahun 2005, mereka tinggal di samping Luaha Nou, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli.

“Karena gempa, kami mengungsi di Desa Dahana Tabaloho. Tahun 2008, kami ditempatkan kepala desa Dahana Tabaloho di rumah bantuan BRR. Kondisi rumah yang kami tempati kala itu rusak parah dan sudah tertutup ilalang, karena tidak ada tempat tinggal, kami rehab dan bersihkan,” terang Ina Tiara.

Mengenai surat izin pakai perumahan, Hasilina Ndruru alias Ina Tiara mengakui jika mereka tidak memiliki. Tetapi, dia memberitahu, suaminya sudah berulang ulang mengajukan permohonan izin pakai kepada Pemkot Gunungsitoli melalui bidang aset, tetapi hingga mereka digusr surat izin tidak pernah diberikan.

“Tahun 2015 kami disurati supaya mengurus izin, dan suami saya sudah mengurus, tetapi disuruh menunggu. Kembali bulan Juli 2016 kami disurati lagi, dan sudah diurus tetap izin tak kunjung keluar dan hanya disuruh menunggu terus,” terangnya Hasilina Ndruru sambil mendekap anaknya dengan berlinang air mata.

Tanggal 16 September 2016, mereka bersama sejumlah keluarga lainnya diusir keluar dari rumah yang mereka tempati oleh Satpol-PP Kota Gunungsitoli atas perinta Wali Kota Gunungsitoli. Sehingga, kini dia bersama suaminya dan tiga anaknya yang masih kecil setiap hari tidur didalam tenda terpal yang mereka pasang di depan rumah yang telah disegel.

Hal senada diungkapkan Desieri Gea alias Ama Jaya. Menurut Desieri alias Ama Jaya, dia tinggal di perumahan BRR tersebut sejak tahun 2013, dan sudah mengantongi izin pakai sejak tahun 2013. “Saya dan almarhum istri saya bisa menempati perumahan BRR pada tahun 2013 karena kami mengajukan permohonan kepada Pemkot Gunungsitoli.

Izin pakai saya sudah terbit, tetapi sudah habis masanya. Bulan November 2015 dan bulan Juni serta Agustus 2016 saya mengajukan perpanjang, tetapi tidak kunjung keluar hingga saya dan anak anak disuruh keluar,” tutur Desieri gea alias Ama Jaya.

Desieri juga memberitahu, sebelum ditempati, keadaan rumah tersebut rusak para dan tidak layak huni. Dia bersama almarhum istrinya terpaksa mengeluarkan biaya kurang lebih Rp 70 juta untuk merehab, dan baru bisa ditempati.

Kepada Pemkot Gunungsitoli, Desieri berharap dapat kembali menempati rumah tersebut, karena dia tidak punya tempat tinggal lagi. Dia juga siap memenuhi segala persyaratan yang diterapkan Pemkot Gunungsitoli asal dapat kembali tinggal di perumahan BRR.

Wali Kota Gunungsitoli Ir.Lakhomizaro Zebua yang ditemui sebelumnya di kantor DPRD Kota Gunungsitoli, Selasa, mengakui jika ada pengusiran sejumlah keluarga yang menempati perumahan bantuan BRR di Desa Dahana Tabaloho. Menurut Wali Kota, pengusiran dilakukan karena untuk menerapkan peraturan.

Para penghuni perumahan BRR yang diusir dari penjelasan Wali Kota sudah diberi peringatan enam bulan sebelumnya, dan keluarga yang diusir keluar adalah keluarga yang menempati perumahan bantuan BRR tanpa izin atau tidak mengantongi surat surat.

“Kita hanya mengusir yang tidak punya surat surat, dan juga yang mengambil dua unit serta memecahkan dinding pemisah. Mengenai warga yang tidur di tenda, mungkin mereka kira Pemerintah main main, padahal mereka sudah diberi kesempatan. Pemerintah saat ini tidak main main, dan kita akan melihat kedepan apabila sudah memenuhi ketentuan, mereka bisa menempati kembali,”tegas Wali Kota Gunungsitoli.(ih/ss-gs)

Kata kunci terkait:
peraturan pemerintah aceh utara tentang rehabilitas rumah tidak layak huni, foto kota gusit sebelum gempa, Kurniawan ndruru

Lihat Juga

Bupati Pangonal: Satpol PP Yang Tidak Terindikasi Narkoba, Kontraknya Diteruskan

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Upaya peningkatan pelatihan tekhnis operasi pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol ...