Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Umum ›› Tidak Ada Pagu Anggaran, Bangunan Ini Disebut Siluman, LSM Garuda RI Nilai Bangunan Kantor Desa Tidak SNI

Tidak Ada Pagu Anggaran, Bangunan Ini Disebut Siluman, LSM Garuda RI Nilai Bangunan Kantor Desa Tidak SNI

Taptengsuarasumut.com  –  Kantor desa Unte Mungkur 3 kecamatan Kolang yang sedang dikerjakan dinilai tidak sesuai spek dalam bangunan fisik. Ironisnya lagi, bangunan kantor baru dari dinas perumahan dan pemukiman kabupaten Tapanuli Tengah (dinas Perkim Tapteng) itu, tidak ada terpampang pagu nilai proyeknya selama pekerjaan fisik tampak mencapai sekira 60 persen.

“Rekanan yang memborong kantor desa tersebut bisa saja kita sebut bangunan siluman, pagu anggaran serta nama rekanan tidak ada papan nilai proyek di sekitar lokasi. Hal itu juga diakui dari sejumlah pekerja bangunan itu, tidak tau siapa pemborongnya, begitu juga pengawas dari pemerintah, tidak ada orangnya,” kata Ketua tim investigasi LSM Garuda RI Tapteng, M Suryandi Panjaitan terhadap media, Sabtu (03/06/2017) di Kecamatan Kolang, sekira pukul 16.00 Wib.

Menurut Suryandi Panjaitan, berdasarkan pantauan dilapangan bahan bangunan pintu dan jendela itu bahannya hanya menggunakan kayu sembarangan (kayu putih lunak) yang diduga baru diolah dilokasi tersebut.

Menurutnya, bangunan yang kokoh itu harus sesuai SNI (Standar Nasional Indonesia)sementara pemasangan besi kawat cor yang digunakan untuk tiang balok itu dinilai tidak sesuai dengan nilai gambarnya sehingga tidak akan bisa mengantispasi guncangan gempa bumi. Yang akhirnya akan terjadi keretakan bangunan.

“Besi untuk tiang cor yang mereka gunakan itu ukuran 10 mm, seharusnya mereka itu menggunakan ukuran 12 mm, ditambah lagi untuk ring balok atap bangunan yang sedang mereka kerjakan itu hanya menggunakan ukuran 6 mm, jadi, kesimpulannya bangunan itu tidak sesuai SNI,” ucapnya.

Kekurangan nilai besi itu juga diakui salah seorang tukang bangunan terhadap media dan LSM, bahwa besi cor yang seharusnya digunakan itu telah habis dan tidak ada tersedia lagi,”besi kami tidak ada lagi, terpaksa kami menggunakan besi ukuran seperti itu,” ungkapnya.

Kepala dinas perkim Tapteng Gumianto Simangunsong ST mengatakan bangunan kantor desa itu belum diketahui hingga saat ini tentang kondisi dan bentuk bangunan. “Besok akan saya suruh pengawas untuk mengawasinya,” ucapnya, Senin (05/06/2017) sekira pukul 14.30 Wib di Pandan.

Ia mengakui bahwa rekanan yang mengerjakan bangunan itu belum mengetahui tentang hal tersebut, tetapi Gumianto tetap akan menegaskan terhadap kepala bidangnya agar rekanan yang mengerjakan kantor tersebut serius mengerjakannya.”Kalau tidak sesuai, pasti akan dibongkar,” tutup Gumianto terhadap beberapa LSM dan Media.(ph/ss-tt)

Kata kunci terkait:
ketua lsm garuda, nilai bangunan

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...