Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Tersangka Korupsi Pengadaan Mikrofon Setwan Nisut Dijemput Paksa

Tersangka Korupsi Pengadaan Mikrofon Setwan Nisut Dijemput Paksa

Gunungsitoli, suarasumut.com — Tim Kejaksaan Negeri Gunungsitoli yang dipimpin Kasi Pidsus Junius Zega, SH, MH dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Gunungsitoli Antonius Indra Simamora menjemput paksa tersangka kasus korupsi pengadaan Mikrofon di Sekretariat Dewan Kabupaten Nias Utara tahun 2011.

Tersangka NL ditangkap tanpa perlawanan oleh tim Kejari Gunungsitoli di Kantor Sekretariat Dewan Kabupaten Nias Utara, yang terletak di Kecamatan Lotu, Kabupaten Nias Utara, Rabu (5/8).

Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli Parningotan Bakkara, SH, MH yang ditemui wartawan di kantor Kejari Gunungsitoli, Jalan Soekarno, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Rabu (5/8), membenarkan, anggotanya telah menjemput paksa NL, tersangka korupsi pengadaan Mikrofon di Setwan DPRD Kabupaten Nias Utara tahun 2011.

NL dijemput paksa karena tidak pernah mengindahkan/menghadiri panggilan penyidik Kejari Gunungsitoli. Untuk kepentingan penyidikan, NL ditahan 20 hari ke depan dan dititip di rumah tahanan Gunungsitoli yang terletak di Desa Boyo, Kota Gunungsitoli.

“Sebelumnya, kita sudah melayangkan tiga kali panggilan kepada NL dan dipastikan telah diterima langsung, tetapi tidak pernah diindahkan. Baru baru ini kita kembali memberi toleransi dengan melayangkan panggilan ke empat, tersangka kembali tidak mengindahkan, sehi9ngga kita anggap perlu melakukan upaya penjemputan paksa hari ini,” beber Kajari Gunungsitoli kepada wartawan.

Kajari menambahkan, NL dijerat sebagai tersangka saat menjabat sebagai PPTK proyek pengadaan mikrofon sekretariat dewan Kabupaten Nias Utara tahun 2011, dengan pagu anggaran sebesar Rp 367.000.000. Kerugian negara atas kasus tersebut sesuai audit BPK-RI sebesar Rp 181.000.000.

Atas perbuatannya, NL dijerat dengan undang undang tindak pidana korupsi pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 undang undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan 1 tahun.

Sesuai informasi yang dihimpun wartawan, saat ini NL menjabat sebagai Kabag Risalah di Sekretariat Dewan Kabupaten Nias Utara. NL dijadikan tersangka karena melaksanakan tugas yang bukan tupoksinya.

Akibat perbuatan NL, terdapat perbuatan melawan hukum dan mark-up pada pelaksanaan proyek pengadaan mikrofon di Setwan DPRD Nias tahun 2011 yang merugikan negara Rp 181.000.000. (ih/ss/nu)

Lihat Juga

Medan - Semenjak dibukanya proses pendaftaran Bakal Calon (Balon) DPD RI dari Dapil Sumutera Utara yang akan maju pada Pemilu serentak tahun 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi, sudah ada tiga belas kandidat yang datang menyerahkan berkas syarat dukungannya. WTP Simarmata menyerahkan dukungan sebagai bakal calon Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) RI di hari keempat dan pendaftar kesebelas di kantor Komisi Pemilihan Umum Sumut, Rabu (25/4/2018) yang diterima langsung oleh Komisioner KPU Sumut Dr Iskandar Zulkarnain WTP Simarmata mendaftarkan diri dengan didampingi Ketua Tim Ir Tumpal Simarmata dan sejumlah tim suksesnya dan simpatisan dimana terlebih dulu menandatangani pendaftaran. WTP Simarmata menyerahkan bukti dukungan fotokopi dukungan KTP masyarakat ke KPU Provinsi Sumut sebanyak 4671 lembar yang tersebar di sejumlah Kabupaten/Kota. Penerimaan pendaftaran balon DPD ke KPU Sumut itu secara resmi sudah dibuka Ketua KPU Sumut Mulia Banurea. Usai dibuka selanjutnya dilakukan penyerahan berkas kepada KPU Sumut untuk dilakukan pemeriksaan persyaratan dukungan oleh tim yang dibentuk KPU Sumut. Usai mendaftar, WTP Simarmata mengatakan, dirinya optimis akan lolos sebagai peserta calon Anggota DPD RI Dapil Sumut. Bahkan niatnya maju anggota DPD RI tersebut lantaran mendapat dukungan dari tokoh-tokoh Agama, Akademisi, Organisasi dan Masyarakat. “Untuk menjalankan perjuangan ini, sambung WTP, pihaknya sudah membentuk tim pemenangan di setiap daerah kabupaten/kota dan termasuk tim penghubung (LO) yang tugasnya selalu memantau di KPU provinsi baik ada hal-hal kekurangan yang harus dilengkapi,” imbuhnya. WTP Simarmata juga meminta warga masyarakat untuk membantu KPU dalam mensosialisasikan Pemilu Damai sesuai perundang-undangan. Menurut Edward Hs. Siallagan, WTP Simarmata sebagai bakal calon anggota DPD RI karena sosok dan kualifikasi yang dimilikinya sangat dibutuhkan melihat situasi dan kondisi bangsa saat ini. "Disamping memang mendapat dukungan dari tokoh agama, akademisi, organisasi dan masyarakat agar dirinya mengabdikan tenaga dan pikirannya untuk bangsa dan negara, khususnya Sumatera Utara, pungkas Sekjen DPP Punguan Siallagan Indonesia (Parsibor). Informasi yang diperoleh, sejauh ini sudah ada 13 balon DPD RI yang menyerahkan mandat ke KPU Sumut. Pengumuman penyerahan syarat dukungan balon DPD ini berdasarkan Peraturan KPU No.5/2018 sudah dibuka sejak 26 Maret-8 April 2018 di kantor KPU Sumut. Sedangkan dari tahapan yang sudah berlangsung, pada 22 April-26 April 2018 sudah harus menyerahkan dokumen syarat dukungan sebagai balon anggota DPD RI. Turut ikut Ketua Umum DPD Punguan Siallagan (Parsibor) Kota Medan Sekitarnya, Raswin Siallagan, S.Sos, Drs Saragi Simarmata MM Sekretaris Punguan Simataraja Kota Medan sekaligus Calek DPRD Kota Medan Dapil 3 (Medan Tembung, Medan Perjuangan dan Medan Timur) dari Partai Nasdem. Pengurus DPP Punguan Simataraja Indonesia diantaranya, John Wenson Simarmata, Rinton Simarmata, Richard Simarmata, Dosi Raja Simarmata, Lazarus Bona Simarmata, Abdon Simarmata STh dan Uba Simarmata. (js)

Korem 023/KS Gelar Samapta Periodik Semester Satu

Sibolga | suarasumut.com  –  Prajurit Korem 023/KS sedang melaksanakan samapta periodik semester satu di lapangan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *