Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Terkait Silang Sengketa Tanah Warisan, Ahli Waris “Almarhum Ramali Siregar” Minta Bantu Ke PADI

Terkait Silang Sengketa Tanah Warisan, Ahli Waris “Almarhum Ramali Siregar” Minta Bantu Ke PADI

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Perjuangan Jurtini Siregar dalam mempertahankan hak dari ahli waris semenjak meninggalnya kedua orang tuanya perlu diajukan jempol. Pasalnya, setelah wafatnya orangtuanya (almarhum Ramali Siregar) pada tanggal 13 agustus 1988, setelah beberapa tahun kedepannya ibunda Sorum Rambe wafat menyusul suami tercintanya.

Hingga sampai saat ini pihak dari ahli waris terus mempertahankan hak dari peninggalan orang tua mereka, walau itu telah memakan waktu .

Ironisnya, Jurtini hanyala seorang perempuan, namun waktu itu terus berlalu walau hari demi hari dia tetap menyelusuri akan hak mereka yaitu sebidang tanah luasnya lebih kurang 20.000 meter bujur sangkar. Dimana surat tanah tersebut tertera tahun 1982 atas nama Ramali Siregar, hak mereka tela dirampas (rampas-red), dengan seberapa okmun-okmun yang mana hanya mencari harta dunia,bukan pula melihat asal usul tanah tersebut.

Dikatakan Jurtini Siregar kepada awak Media (13/2) Sabtu. ”Setelah kedua orang tua kami meninggal, pada suatu saat ketika saya lagi bersih-bersihkan rumah, pada saat itu saya menemukan surat tanah dengan nomor:107/18/UB/III/1982. Surat Keterangan dikeluarkan pada tanggal 05 maret 1982 Desa Ujung Bandar/Labusona Kecamatan Bilah hulu Dan surat Tanah tersebut sampai saat ini masih sama kami aslinya,”sebut Jurtini.

Masih kata Jurtini, dia pun masih menguasai/mengusahai lahan itu, dilahan tersebut ada pohon rambong (karet=red) yang sudah tua. “Kemudian saya tumbang dan juga saya menanami ubi serta cabai ditahun 2014. Setelah berjalan beberapa lama, datang seorang kepada saya ketika saya lagi di lahan, sebut Joni mengaku sebagai pemilik dan ia mengatakan ”bahwa sudah membeli lahan tersebut dari Heri Irawan (tongseng), dengan Sertifikat atas nama Suryani Istri dari Tongseng,”papar Jurtini.

Disebutkan Jurtini, kemudian Heri Irawan alias Tongseng melaporkan kami atas tuduhan penguasaan lahan tanpa izin dan menumbang pohan rambong. “Saya pun mengikuti persidangan tersebut, dalam berjalannya persidangan pada tahun 2015 Polisi dan Pengacara datang tanpa pemberitahuan kepada kami, lalu menggreder tanaman ubi dan cabai seluas 16.000 meter bujursangkar didepan mata kami. Sebagai Ahli waris kami tidak pernah tahu bahwa orang tua kami menjual lahan itu dan kami tidak pernah memberikan persetujuan atas penyerahan lahan tersebut,”jelas Jurtini.

Meminta Bantuan Ke PADI

“Belum lama ini kami sebagai ahli waris menjumpai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Paguyuban Anti Diskriminasi Indonesi (DPP PADI) Hj.Syahrani Harahap dikediamannya Kisaran. “Kami sebutkan semua kronologis permasalahan kepada Hj Syahrani. Bahkan juga Kami ahli waris tidak pernah menandatangani surat apa pun tentang lahan peninggalan orang tua kami. Semasa hidup orang tua kami belum pernah kami membagi harta warisan dan juga memecah surat lahan itu,”Jurtini menjelaskan.

“Kami ahli waris akan terus melakukan upaya hukum, baik Perdata atau ke PT.TUN, untuk memperjuangkan hak kami sebagai ahli waris dari bapak almarhum Ramali Siregar dan ibu Sorum Rambe. Untuk itu juga kami memohon kepada Ibunda Hj.Syahrani Harahap dapat membantu atas permasalahan silangsengketa tersebut dapat terealisasi dengan cepat, sebab hal ini merupakan perampasan hak kami sebagai ahli waris,”tutup Jurtini sambil menitikan air matanya.

Ketua Umum PADI Hj.Syahrani Harahap didampingi Ketua DPD PADI Labuhanbatu Dani Siahaan dengan kru nya turun kelapangan. Saat meninjau tempat sengketa juga bersama ahli waris dalam hal menyampaikan, Paguyuban Anti Diskriminasi Indonesia merasa terpanggil dalam kasus permasalahan silangsengketa tanah yang menimpa ahli waris anak dari almarhum bapak Ramali Siregar dan almarhuma Ibu Sorum Rambe.

“Untuk itu kami akan siapkan tehnis untuk melakukan upaya hukum, dan kami dari PADI akan segera melaporkannya. Karena ini sudah merupakan perampasan hak, dan menganggap ahli waris bukan pemilik hak ahli waris. Ini bentuk diskriminasi hukum. Kami atas nama PADI akan menunjukkan kepedulian dan siap membantu Jurtini sebagai ahli waris. Ini merupakan bentuk kepedulian PADI terhadap masyarakat,”tegas Dani Siahaan.(ta/ss-rp)

Kata kunci terkait:
sengketa warisan batak, Tuliskan nama SKPD pada saat bupati lama dan bupati yang baru di nias selatan

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...