Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Terkait Pelaksanaan RTLH Tahun 2015, Kades Aek Garut Ngaku Hendak Diperas Oknum LSM Rp.15 Juta

Terkait Pelaksanaan RTLH Tahun 2015, Kades Aek Garut Ngaku Hendak Diperas Oknum LSM Rp.15 Juta

TAPTENG | suarasumut.com – Pelaksanaan Program RTLH (Rumah Tinggal Layak Huni), Tahun 2015 lalu, ternyata meninggalkan beragam Permasalahan dikalangan masyarakat, mulai dari rasa iri antar warga dengan keluarga penerima Bantuan sampai dengan tudingan korupsi atas Dana Bantuan Program yang digemborkan dikorupsi oknum kepala Desa, Dinas Sosial Pemkab Tapteng dan Ketua Kelompok masyarakat.

Kepala Desa Aek garut Kecamatan Pandan, Sutan Budiharto Sitompul, saat ditemui wartawan pada Selasa( 08/05), dikantornya di jalan.M.Sorimuda, kepada wartawan mengatakan dia sudah pernah diperiksa oleh Tipikor dari Polres Tapteng, karena ada pengaduan dari LSM yang menduga bahwa dianya sudah melakukan korupsi atas Dana Program RTLH tahun 2015, lalu.

“Sebelumnya saya memang ada ditemui oleh dua Oknum LSM yang melakukan klarifikasi kepada saya, di kantor ini mereka datang menemui saya, nanya terkait RTLH, terus ada kalimat yang mengatakan kalau saya sudah mengkorupsikan Dana RTLH tersebut, dan oknum LSM itu meminta uang sebesar Rp.15 juta kepada saya agar kasusnya tidak lanjut,”lanjut Sutan.

“Apa yang mau saya kasih, dan apa yang sudah saya korupsikan, saya tidak pernah terlibat dalam program RTLH itu, peranan saya hanya menerbitkan SK kepengurusan Kelompok Warga saja, terus menerbitkan surat untuk warga yang akan mengikuti sosilaisasi ke Dinas Sosial terkait program RTLH, itu saja,”sambungnya.

Masih, Sutan Budiharjo, bisa tanya langsung kepada ketua kelompok warga, kalau dia tidak pernah terlibat baik dalam proses pencairan Dananya, dan dia tidak ikut dalam pencairan Dana Program RTLH itu, dia bisa panggil ketuanya sekarang,”tantangnya.

Sementara itu, Ketua kelompok Warga Penerima Bantuan RTLH, Herman Harefa (38) saat dikonfirmasi kepada wartawan mengatakan, sebenarnya Dana RTLH tahun 2015 lalu adalah dari pusat, Persyaratan bagi warga penerima, rumah yang akan direhab harus berdiri diatas lahan sendiri, dan jika warga mengontrak, harus ada ijin dari pemilik rumah.

“Didesa Aek Garut ini ada 20 kk warga yang mendapat bantuan tahun 2015 lalu, dan terdiri dari dua kelompok, masing-masing kelompok ber anggotakan 10 kk, salah satu kelompok saya adalah ketua nya, dan satu kelompok lagi ketuanya Roles Saragih,”jelasnya.

“Kalau alur pencairan Dana bagi warga penerima bantuan, awalnya diminta untuk membuka rekening masing-masing, namun peraturannya berubah hanya rekening kelompok saja, dan proses pelaksanaan RTLH tersebut kami lakukan secara gotong royong, dengan jangka waktu satu minggu untuk satu unit rumah,”papar Herman.

“Ketersinggungan Dana RTLH sama sekali tidak ada kaitannya dengan Pemkab Tapteng, untuk sosialisasi memang kami pernah diundang oleh Dinas Sosial, untuk sosialisasi tatacara dan persyaratan penerima bantuan, itu pun kami malah diberi ongkos pulang, kalau pendamping kegiatan itu langsung dari Kementerian Sosial, dan Penanggung jawab adalah pak Samahati Lase, selaku ketua kami di kabupaten,”tambah Herman.

“Sebenar nya isu-isu miring terkait RTLH ini, saya duga adalah dari orang-orang yang merasa iri saja, contohnya untuk penerima Rastra saja selalu ribut, penerima Rastra selalu dikaitkan ada kedekatan dengan pengurus Desa, jadi tanda rumah yang menerima bantuan RTLH tahun 2015 lalu adalah yang berwarna hijau, sengaja dibuat seragam agar mudah didata, kami selaku warga sangat berterimaksih atas bantuan itu, contoh nya rumah kami dulu atapnya Rumbia kini suda beratap seng, sudah ada kamar mandi dirumah, bisa dicek langsung kok pak, dan dibandingkan dengan kondisi rumah lain yang belum dapat, bagaimana bagusnya sekarang rumah kami,”timpal Rita (54), dan Darius Lase (60), mewakili warga penerima saat dikonfirmasi.(IP/SS-TT).

Lihat Juga

MUI Dan Polisi Berperan Sebagai Pemersatu Bangsa

Padangsidimpuan | suarasumut.com – Peran serta ulama dan instansi kepolisian menjadi modal utama untuk menyatukan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.