Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Kabar Sumut ›› Gunungsitoli ›› Terkait Kasus Curanmor Tahun 2014: 2 Oknum Anggota Polres Nias Jalani Sidang Kode Etik

Terkait Kasus Curanmor Tahun 2014: 2 Oknum Anggota Polres Nias Jalani Sidang Kode Etik

Gunungsitoli, suarasumut.com — Karena tersandung kasus pencurian sepeda motor tahun 2014, oknum anggota Polres Nias Bripda FE dan Bripda TJH jalani sidang kode etik. Sidang kode etik yang dipimpin Waka Polres Nias Kompol.Faduhusi Zendrato, digelar di Aula Kamtibmas Polres Nias, Jalan Melati, Kota Gunungsitoli, Jum’at (31/7).

Kasi Propam Polres Nias Ipda.Hidayat didampingi Pjs.Paur Humas Polres Nias Aiptu.Osiduhugo Daeli, kepada wartawan, Selasa (4/8), membenarkan jika oknum anggota Polres Nias Bripda FE dan Bripda TJH telah menjalani sidang kode etik, Jum’at (31/7). Namun, sidang kode etik yang digelar, Jum’at (31/7), ditunda karena sesuatu hal dan akan dilanjutkan dalam waktu dekat.

Keduanya menjalani sidang kode etik, karena tersandung kasus pencurian sepeda motor tahun 2014. Keduanya telah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan, dimana FE dihukum 7 bulan dan TJH dihukum 6 bulan penjara.

Ada Intervensi Dari Polda

Disinggung informasi yang beredar jika sidang kode etik FE dan TJH ada intervensi dari Polda Sumatera Utara, Kasi Propam Polres Nias membantah dengan tegas. Dia juga tidak dapat memastikan sanksi yang akan dikenakan kepada keduanya, karena hal putusan ditentukan pada sidang kode etik selanjutnya.

Namun, dia membeberkan, TJH hanya sekali tersandung kasus curanmor, dan baru sekali menjalani sidang kode etik. Sedangkan FE telah tiga kali tersandung kasus curanmor, bahkan saat ini menurut dia, FE sedang menjalani hukuman di LP Gunungsitoli terkait kasus yang sama, dan telah divonis 2 tahun penjara.

“TJH baru sekali tersandung kasus dan menjalani sidang kode etik, sedangkan FE sudah tiga kali tersandung kasus curanmor, dan telah menjalani sidang disiplin sebanyak 7 kali. Pada kasus curanmor pertama, FE dihukum 10 bulan percobaan, kasus curanmor kedua dihukum 7 bulan penjara, dan kasus curanmor ketiga dihukum 2 tahun penjara,” terang Hidayat.

Keduanya Tidak Pantas Dipertahankan

Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Herman Jaya Harefa yang dihubungi wartawan melalui pesan singkat, Selasa (4/8) mengatakan, anggota Polri seperti FE dan TJH sudah tidak pantas lagi dipertahankan sebagai abdi negara. Dia optimis, Polri mampu menunjukkan profesionalismenya dalam menerapkan disiplin dan sanksi tegas kepada anggota yang telah melakukan kejahatan.

“Semua pihak menurut saya pasti mendukung penerapan sanksi yang tegas dalam sidang kode etik Polri terhadap keduanya. Tujuannya, supaya Polri bisa memberikan kepercayaan kepada publik tentang penerapan hukum yang sama terhadap masyarakat maupun anggota Polri sendiri,” tegas ketua DPRd Kota Gunungsitoli melalui pesan singkat yang dikirim kepada wartawan.

Untuk diketahui, pada kasus curanmor tahun 2014, FE dan TJH ditangkap Propam Polres Nias karena melakukan pencurian sepeda motor Vixion milik Dinas BPBD Kabupaten Nias Utara dengan nomor polisi BB 2259 Q.

Kasus curanmor tahun 2015, FE kembali ditangkap karena mencuri sepeda motor merk Honda, jenis Mega Pro warna Hitam dengan nomor Polisi BB 3191 TA di Gang Nusantara, Desa Sifalaete, Kota Gunungsitoli. Atas kasus tersebut, FE dijatuhi hukuman 2 tahun penjara oleh Hakim Pengadilan Negeri Gunungsitoli.(ih/ss/gs)

Lihat Juga

Ket. Gbr : Tersangka FA, pengisap ganja yang ditangkap Satres Narkoba Polres Psp di TPU Jalan Mgr Maradat Kec. Psp Selatan Kota Psp, Jum'at (20/7-2018). Foto Ali Akbar/SS

Polisi Amankan Pengisap Ganja Di TPU

Padangsidimpuan | suarasumut.com  –  Seorang pemuda ditangkap Satres Narkoba Polres Padangsidimpuan (Psp) di daerah Jalan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *