Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Terkait JPU Dituding Minta ‘Rupiah’ Ringankan Tuntutan, Keluarga Terdakwa Tantang Jaksa NR Bersaksi Didepan Aswas Kejatisu

Terkait JPU Dituding Minta ‘Rupiah’ Ringankan Tuntutan, Keluarga Terdakwa Tantang Jaksa NR Bersaksi Didepan Aswas Kejatisu

Rantauprapat, suarasumut.com – Tampaknya, polemik terkait oknum Jaksa nakal yang bertugas di Kejari Rantauprapat yang dituding meminta sejumlah uang untuk meringankan tuntutan terhadap terdakwa masih berlanjut. Pasalnya, keluarga terdakwa kembali menantang JPU untuk bersaksi dihadapan Assisten Pengawas (Aswas) Kejatisu.

“Saya beserta adik saya saksi hidup, bahwa jaksa NR minta uang sebesar Rp.15 juta untuk meringankan tuntutannya, karena kami hanya punya uang 7 juta, dia gak terima, dan saya siap dipanggil siapapun (jaksa tinggi-red) untuk menjelaskan skenario jaksa nakal itu,” ungkap Almaidah Hasibuan kepada suarasumut.com, Rabu (28/1).

Katanya lagi, dirinya siap membuka perkara- perkara lama yang telah dinakhodai jaksa NR dan meminta sejumlah uang kepada keluarga terdakwa. “Saya orang Labusel, dan saya punya keluarga yang pernah dan telah diperlakukan sama, kalau tidak ada uang hukuman pasti berat, kalau mau datanya bisa saya informasikan” beber Almaidah.

Diberitakan sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat ricuh meski sidang sedang berlangsung. Kericuhan itu dipicu ketika sidang terdakwa Arman Efendi HSB (18), warga Kota Pinang Kabupaten Labuhanbatu yang divonis Majelis Hakim 7 tahun yang diketuai Zulfadly,SH atas kasus narkoba jenis ganja sebanyak satu linting, Senin (26/1) sekira Pukul 16.00 Wib lalu.

“Woy jaksa nakal (red-Naharrudin Rambe,SH), jangan karena kami tidak punya Rupiah (Uang) hingga kau tuntut keluarga saya begitu tinggi (7 Tahun), padahal barang bukti yang dua kilo saja kau tuntut 2 tahun, memang tak berhati nuranilah kau oknum Jaksa,”teriak Almaidah HSB di lingkungan PN Rantauprapat yang merupakan sepupu kandung terdakwa.

Dikatakannya, jika ia mempunyai rupiah untuk mengurus sepupunya itu, diyakininya kalau tuntutan dan vonis akan ringan. Tapi, karena ia bukan orang yang berada (Kaya), hingga tuntutan yang diberikan JPU terlalu tinggi.

“Sekitar tiga minggu yang lalu,dipengadilan negeri ini si NR itu meminta uang samaku, dia bilang uruslah sepupu kakak ini, biar ringan tuntutannya, tapi jangan lupa rupiahnya. Tapi karena uang kami tidak ada, hingga aku tidak urus dia.

Parahnya lagi, meski kami tidak ingin urus Arman, ia mendesak kembali dengan menyampaikan kembali bahasa yang sama terhadap Arman.Tapi karena kami orang miskin, kami tidak bisa urus dia,”beber Almaidah.

Menurutnya, jika adanya rupiah terhadap pengurusan Arman, tuntutan yang diberikan jaksa diduga pasti akan diringankan. ”Ada tau ku dengan barang bukti 2 sampai 9 kilogram ganja hanya dituntut 2 tahun, masak sepupuku yang satu linting ganja saja dituntut 7 tahun, ada apa semua ini ?. Mananya keadilan ini sekarang?,”ungkap Almaidah.

Sementara Kajari Rantauprapat Hermon Dekristo dikonfirmasi diruang kerjanya atas dugaan kenakalan anggotanya itu mengatakan, segera menindak lanjuti atas dugaan tersebut.”Terima kasi atas infonya, saya akan lakukan penyidikan atas dugaan itu terhadap anggota,”tegas Hermon.(ao/ss/rp)

Kata kunci terkait:
cara jaksa minta uang, hukum jaksa yg meminta uang terhadap keluarga terdakwa

Lihat Juga

Ika Bina En Pabolo Adventure 1 Labuhanbatu Diikuti 430 Riders Roda 2 Dan 70 Off Roader

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Event bergengsi “Ika Bina En Pabolo Adventure 1 Labuhanbatu” yang dilaksanakan ...