Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Hukum & Kriminal ›› TERDAKWA TIDAK PUNYA ITIKAD BAIK, KELUARGA KORBAN MINTA PELAKU DIHUKUM BERAT

TERDAKWA TIDAK PUNYA ITIKAD BAIK, KELUARGA KORBAN MINTA PELAKU DIHUKUM BERAT

GUNUNGSITOLI, suarasumut.com    –    Karena terdakwa tidak mempunyai itikad baik, walau telah dianjurkan oleh Majelis Hakim untuk meminta damai, Keluarga korban berharap hukuman terhadap terdakwa diperberat oleh Hakim Pengadilan negeri Gunungsitoli. Terdakwa juga terbukti danmengakui perbuatannya menabrak ARZ ( 11 ) hingga tewas Jalan Pelud Binaka Km 17, Desa Siwalumbanua, Kecamatan Idanoi, Kota Gunungsitoli, Minggu ( 12/04 ).

Harapan agar terdakwa dihukum berat oleh Majelis Hakim, dilontarkan orang tua korban Firman Zebua kepada suarasumut.com ketika ditemui di Jalan Soekarno, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Kamis ( 17/04 ).

Firman mengatakan sangat menyesali sikap terdakwa yang tidak memiliki itikad baik ataupun merasa menyesal telah menabrak anaknya hingga tewas, padahal dia mengungkapkan jika dia dan keluarganya telah membuka diri kepada terdakwa dan mau menerima apabila terdakwa meminta maaf.

Menurut Firman, apa yang terjadi apa yang terjadi kepada anaknya merupakan kehendak yang diatas dan tidak dapat dihindari, namun, karena terdakwa tidak memiliki itikad baik dan tidak menyesali perbuatannya, dia berharap kepada Majelis hakim supaya terdakwa diberikan hukuman yang setimpal sesuai perbuatannya.

Sehari sebelumnya, Rabu ( 16/04 ) pada sidang mendengar keterangan terdakwa yang digelar di kantor Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Desa Mudik, Kota Gunungsitoli,
terdakwa Ekarisman Lawolo mengakui perbuatannya kepada Majelis Hakim.

Terdakwa juga mengakui telah lalai dalam berkendara, sehingga dia menabrak dan menewaskan ARZ pada hari Minggu ( 12/01 ) di Desa Siwalumbanua, Kecamatan Gunungsitoli, dihadapan Ketua Majelis Hakim Lucas Sahabat Duha, SH, MH.

Namun, terdakwa terkesan tidak menyesal telah menabrak dan menewaskan korban akibat kelalaian dirinya, bahkan tetap bersikukuh tidak mau melakukan perdamaian dengan keluarga korban, sesuai anjuran Ketua Majelis Hakim pada sidang sebelumnya.

Bahkan terdakwa tidak menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum Bowo Gulo, SH, tentang apa hal yang telah dilakukan terdakwa maupun keluarga terdakwa kepada keluarga korban setelah menabrak dan menewaskan korban.

Pada sidang tersebut juga terungkap jika sebelum menabrak korban, terdakwa mengendarai sepeda motornya dalam kecepatan tinggi tanpa menggunakan lampu penerang, dan terdakwa mengakui jika dia sempat melihat korban sedang berdiri dipinggir jalan yang akan dilaluinya, dan hendak menyeberangi jalan dari jarak 25 meter. ( sp/ss/gs )

Kata kunci terkait:
keluarga yang tidak memiliki itikad baik

Lihat Juga

Tidak Semua Program Dan Kegiatan Yang Telah Ditetapkan Dapat Dilakukan Oleh Pemerintah Sendiri

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah menyadari bahwa tidak semua program dan kegiatan yang telah ditetapkan ...