Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Terdakwa Pembacokan Kabur Dari Kacabjari Kotapinang

Terdakwa Pembacokan Kabur Dari Kacabjari Kotapinang

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Sudah mendapat perintah penetapan penahanan dari majelis hakim,tapi pihak Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Kotapinang tak kunjung melakukan eksekusi penahanan terhadap terdakwa pelaku pembacokan bernama Muhammad Rajamil Pulungan alias Ameng (35).

Akibatnya, terdakwa yang sedari awal ditangguhkan penahanannya itu kini telah kabur atau melarikan diri.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Kotapinang Bambang E Jaya SH yang dikonfirmasi Wartawan, Minggu (20/12), tak menyangkal kaburnya terdakwa itu.

Bahkan pihaknya, kata Bambang, telah melakukan pencarian terhadap terdakwa Ameng yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

“Sudah kita cari. Dan kita juga sudah minta bantuan polisi untuk mencarinya, tapi belum ditemukan,”ujarnya.

Kepada wartawan, Bambang juga tak menyangkal kalau sebenarnya pihak majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat telah mengeluarkan surat penetapan penahanan terhadap terdakwa itu sejak awal November 2015 lalu.

Namun Bambang yang ditanya wartawan beberapa waktu lalu mengaku tidak langsung melakukan eksekusi penahanan lantaran masih ingin meminta petunjuk dari atasannya.

Hingga baru-baru ini, Bambang yang kembali dikonfirmasi wartawan mengaku telah memerintahkan JPU yang menangani perkara itu untuk melakukan eksekusi penahanan terhadap terdakwa Ameng.

“Tapi laporan JPU terdakwa belum dapat ditemukan, JPU Riski terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan korban untuk mencari terdakwa,” ujarnya.

Namun terkait kaburnya tahanan itu, Bambang pun seakan tak mau disalahkan dan terkesan lempar tanggungjawab.

“Ini bukan salah kita, karena setiap terdakwa yang sudah kita limpahkan ke Pengadilan adalah tanggungjawab hakim. Nah, coba saja tanyakan sama hakim PN Rantauprapat, karena mereka yang memberikan penangguhan penahanannya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua PN Rantauprapat R Aji Suryo SH MH yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/11) mengatakan pihaknya telah menjatuhkan vonis hukuman 10 bulan penjara terhadap terdakwa Ameng yang dituntut 1 tahun penjara oleh JPU.

“Namun saat itu, terdakwa mengajukan banding hingga perkaranya telah kita limpahkan ke Pengadilan Tinggi Sumut,”jelasnya.

Ditegaskan Suryo, dalam perkara itu, pihaknya juga telah mengeluarkan penetapan yang memerintahkan kepada JPU untuk segera melakukan penahanan terhadap terdakwa Ameng.

“Namun kalau sampai sekarang terdakwa belum ditahan, itu sudah wewenang jaksa yang bertanggungjawab melakukan eksekusi penahanan,” tandasnya.

Keluarga Korban Pembacokan Terancam Keselamatannya

Sementara pihak keluarga yang menjadi korban pembacokan, Toman Nababan alias Kariting (35), mengaku terancam keselamatannya.

Pasalnya, pelaku pembacokan Muhammad Rajamil Pulungan alias Ameng (35), hingga kini belum ditahan. Meskipun Hakim Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat telah memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk segera melakukan eksekusi penahanan terhadap pelaku.

Salah seorang keluarga korban, H Muhammad Topael, kepada wartawan, Senin (23/11) menceritakan, aksi pembacokan itu terjadi di depan PKS PT Milano, Dusun Aek Batu, Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, Labusel, Sabtu (25/4/2015), sekitar pukul 09.45 WIB.

Kejadian itupun berawal saat H Muhammad Topael terlibat cekcok dengan pelaku Ameng yang dipicu persoalan sengketa lahan.

Ketika itu, suasana pun semakin memanas, hingga Ameng mengambil sebilah parang panjang dari sepeda motornya.

“Saat itu dia mencoba membacok saya. Tapi langsung dicegah sama keponakan saya Kariting. Ketika itulah, si Ameng malah membacok Kariting hingga menyebabkan bagian punggung sebelah kiri korban terluka,” jelas H Muhammad Topael sembari menunjukkan foto luka pada tubuh korban pembacokan itu kepada wartawan.

Pasca peristiwa itu, pihaknya pun, kata H Muhammad Topael, langsung membuat laporan pengaduan ke Mapolsek Torgamba.
“Atas laporan itu, polisi pun menahan Ameng yang ditetapkan sebagai tersangka,” ucapnya.

Namun yang disesalkannya, tersangka pelaku pembacokan itu pun tidak lagi ditahan saat berkas perkaranya mulai dilimpahkan polisi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Rantauprapat.

“Padahal penagguhan penahanan itu menurut kita sangat tidak tepat. Alasan pertama, dikarenakan pelaku pembacokan itu adalah residivis kasus pembunuhan. Yang kedua, pelaku pembacokan itu masih menjalani masa hukuman percobaan terkait kasus percobaan pembunuhan terhadap saya. Jadi sangat tidak adil jika pelaku pembacokan itu tidak ditahan,”kesalnya.

Bahkan ironisnya, pelaku pembacokan itu, kata H Muhammad Topael, hingga kini masih bebas berkeliaran meskipun Hakim PN Rantauprapat telah memvonis terdakwa Ameng dengan hukuman 8 bulan kurungan penjara.

“JPU menuntut pelaku dengan ancaman 1 tahun penjara. Namun Hakim menjatuhi vonis 8 bulan penjara. Tapi sampai sekarang pelaku masih bebas berkeliaran. Jadi dimana letak keadilan itu,”kesalnya lagi.

Akibat belum ditahannya pelaku pembacokan itu, H Muhammad Topael dan keluarganya pun mengaku terancam keselamatannya.

“Karena sudah beberapa kali kami jumpa dengan pelaku, kita takutnya masalah baru akan muncul. Maka disini kita tidak meminta untuk dibela, tapi menuntut keadilan dari para penegak hukum,”tandasnya.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

Pejabat Tinggi Pratama Pemkab Karo Laksanakan Diklat Revolusi Mental

Karo | suarasumut.com  –  Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH secara resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *