Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Terdakwa Franky Divonis 1 Tahun 2 Bulan, Jaksa Dituding Ingkar Janji

Terdakwa Franky Divonis 1 Tahun 2 Bulan, Jaksa Dituding Ingkar Janji

Rantauprapat, suarasumut.com – Terdakwa Agus Frengky Hutagalung alias Frenky (27) divonis pidana penjara 1 tahun 2 bulan di Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat karena terbukti secara sah dan meyakinkan menggunakan sabu-sabu. Ironinya, usai sidang, Inna Ria Sibubuan (61), ibu Frenky malah berontak kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), Antonius Harno karena vonis Majelis Hakim tidak sesuai perjanjian.

Informasi yang dihimpun suarasumut.com, Rabu (11/2), Frengky ditangkap saat pesta sabu-sabu bersama 3 orang temannya dalam berkas terpisah/splitsing) di rumahnya jalan Kampung Jawa, Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Penangkapan itu dilakukan oleh aparat Polri di Polsek Kotapinang pada tanggal 28 Agustus 2014.

Oleh JPU Kejaksaan Negeri Rantauprapat, Allan Baskara dan Antonius mendakwa Frengky dengan dakwaan primer Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) dan lebih subsider Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Oleh Majelis Hakim, Anita Silitonga, Dharma Putra Simbolon, dan Dharma Setiawan memvonis Frengky pidana penjara 1 tahun 2 bulan.

Atas vonis tersebut, usai persidangan perkara Frengky, Inna (ibu Frengky,red) dan Tiur Suharni (kakak Frenky,red) melontarkan kata-kata keberatan kepada JPU Antonius karena putusan terhadap Frengky tidak sesuai dengan perjanjian. Menurut Tiur, perjanjian dengan JPU Antonius, adiknya Frengky akan direhabilitasi. “Gak terima kami putusannya 1 tahun 2 bulan, tidak sesuai dengan perjanjian (rehabilitasi,red). Kami banding pak jaksa (Antonius,red),” kata Tiur Suharni dengan suara keras sehingga menjadi perhatian pengunjung di PN Rantauprapat.

Antonius Disebut Terima Suap Rp120 Juta

Tidak terimanya pihak keluarga terdakwa Frengky atas putusan Majelis Hakim PN Rantauprapat 1 tahun 2 bulan itu dikarenakan mereka telah mengeluarkan uang sebesar Rp120 juta. Menurut Tiur Suharni, uang Rp120 juta diperuntukan dalam pengurusan vonis rehabilitas terhadap Frengky. “Tidak terima kami adik saya diputus 1 tahun 2 bulan. Sesuai perjanjiannya direhablitasi. Kan sudah kami berikan uang Rp120 juta,” kata Tiur Suharni kepada Antonius dihadapan pengunjung PN Rantauprapat saat itu.

Mendapat serangan dari pihak keluarga Frengky dengan tuduhan telah diberikan uang sebesar Rp120 juta, Antonius mengambil langkah seribu meninggalkan lokasi kericuhan. Sikap yang kurang bertanggugjawab oleh JPU Antonius itu, Inna Ria Sibubuan akhirnya membeberkan kronoligis perjanjian rehabilitasi terhadap adiknya Frengky yang diwarnai suap Rp120 juta. “Sekitar bulan Oktober 2014 jam 3 sore saya dan kakanya (Tiur Suharni,red) disuruh jaksa Antonius datang kekantornya. Disitulah kami kasikan uang sebanyak Rp120 juta dengan alasan untuk pengurusan berkas agar Frengky bisa direhab,” kata Inna Ria Sibubuan.

Menurut Inna Ria Sibubuan, penyerahan uang sebesar Rp120 juta kepada Antonius tepat di ruang kerjanya. Saat itu, Antonius memadamkan lampu ruangan kerjanya, suara televisi dikeraskan, seperti peristiwa yang dialami awak media saat mengkonfirmasi penundaan pembacaan putusan perkara 3 terdakwa lainnya yang merupakan teman Frengky. “Saya dan disaksikan kakaknya si Frengky (Tiur) memberikan uang Rp.120 juta didalam ruangan kerja jaksa Antonius, lampu dimatikan, suara televisi dikuatkan dan kamera CCTV ditutup jaksa itu sama jeketnya”, beber Inna Ria Sibubuan sembari menyebutkan, Antonius meminta tambahan Rp35 juta yang dialaskan untuk Majelis Hakim. “Bu, tambahilah Rp35 juta lagi, itu permintaan hakim,” ucap Inna menirukan ucapan Antonius saat itu.

Sehubungan JPU Antonius tidak dapat ditemui di kantor Kejaksaan Negeri Rantauprapat, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Allan Baskara yang juga merupakan JPU perkara Frengky mengaku tidak tau menahu terkait uang Rp120 juta yang diberikan pihak terdakwa Frengky. Vonis 1 tahun 2 bulan tidak sesuai perjanjian, Allan buang tanggungjawab. “Sama Jaksa-nya saja ditanya. Saya tidak tau itu,”kata Allan Baskara diruang tamu Kejari Rantauprapat.

Saat disebutkan dirinya juga merupakan JPU perkara Frengky, Allan mendalihkan dirinya hanya membidangi administrasi. Allan berjanji akan meminta penjelasan dari Antonius. “Ya, saya hanya bagian administrasi. Nantilah saya tanya dia (Antonius,red),” jawab Allan Baskara mengakhiri. (ls/ss/lb)

Kata kunci terkait:
terdakwa dijemput jaksa untuk rehab, jaksa antonius

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...