Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Terbukti Bersalah, Terdakwa Oknum Ketua DPC PDIP Labuhanbatu Dipidana 1 Bulan Penjara

Terbukti Bersalah, Terdakwa Oknum Ketua DPC PDIP Labuhanbatu Dipidana 1 Bulan Penjara

Rantauprapat, suarasumut.com  –  H.Pangonal Harahap, Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Labuhanbau terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayan terhadap Marajuntar Dalimunthe tanggal 7 Februari 2012. Hal tersebut dikatakan Hakim Tunggal, Jahzuri SH MH yang menyidangkan perkara berdasarkan laporan polisi nomor : LP/250/II/2012/SU/RES LBH tanggal 7 Februari 2012 di Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat, Selasa (19/5).

Pantauan suarasumut.com, sidang perkara Ketua DPC PDI-P Labuhanbatu, H Pangonal itu digelar secara cepat dengan ancaman pidana maksimalnya 3 bulan pidana penjara, sesuai Pasal 352 KUHP. Padahal, sesuai surat tanda penerimaan laporan (SPTL), H Pangonal Harahap dijerat Pasal 170 junto Pasal 351 KUHP, yang mana korban bernama Marajuntar Dalimunthe mengalami luka yang ditandai dengan visum et repertum.

Dalam fakta persidangan yang digelar secara cepat dengan menghadirkan 4 saksi, para pihak menunjukan mereka sudah melupakan perkara tersebut. Hal tersebut ditandai dengan keterangan saksi korban Marajuntar Dalimunthe, saksi Aminuddin Manurung yang merupakan anggota DPRD Labuhanbatu dari PDI-P, Nardus Naibaho, dan Nurhayati Siregar tidak mengingat lagi tanggal kejadian. “Sudah lama kali pak hakim. Menurut berita acara,” kata Marajuntar Dalimunthe kepada Hakim Tunggal Jahzuri saat dibacakan berkas perkara H Pangonal itu.

Fakta persidangan, peristiwa penganiayaan itu terjadi sekitar pukul 14.20 WIB saat digelarnya rapat partai yang dihadiri oleh Sekretaris DPD PDI-P, H Advan. Keterangan saksi Aminuddin Manurung dan Nardus Naibaho mengaku tidak melihat adanya pemukulan karena terhalangi kerumunan orang yang melerai, sedangkan Nurhayati Siregar mengaku pemukulan tidak terjadi. “Kerang baju dipegang. Pemukulan tidak ada saya lihat. Saat itu banyak orang yang menghalangi (penglihatan,red),” kata Aminuddin Manurung.

Dalam putusannya, Hakim Tunggal Jahzuri mengucapkan terdakwa H.Pangonal Harahap terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sesuai Pasal 352 KUHP. Oleh karena itu, terdawa di vonis pidana penjara 1 bulan dengan masa percobaan 2 bulan. “Putusan 1 bulan penjara tidak harus dijalani dengan masa percobaan 2 bulan. Diharapkan, dalam 2 bulan hingga seterusnya tidak terulang lagi hal yang serupa. Untuk menyikapi putusan ini, terdakwa boleh menerima, menolak, atau pikir-pikir,” kata Jahzuri menjelaskan kepada terdakwa H Pangonal Harahap atas putusannya itu.

Dianiaya 2 Orang, Perkara Diputus Secara Terpisah

Sekalipun korban Marajuntar Dalimunthe dianaya oleh 2 orang, namun fakta dalam persidangan, terdakwa yang dihadirkan hanya 1 orang, yakni H.Pangonal Harahap. Sementara, perkara pelaku bernama Adman disebutkan korban telah divonis pada tahun 2014. “Sesuai yang anda ketahui, seperti apa putusan terhadap Adman,” kata Jahzuri menanyakan kepada saksi korban yang mengesankan dalam berkas perkara H Pangonal Harahap tidak mencantumkan nama pelaku Adman juga merupakan penganiaya yang dilakukan dalam waktu bersamaan.

Usa persidangan, Jahzuri yang ditemui diruang kerjanya mengaku tidak mengetahui nomor perkara Adman, penganiaya Marajuntar Dalimunthe yang telah diputus tersebut. Ia menyarankan, agar Human PN Rantauprapat, Iqbal SH MH dikonfirmasi. “Gak tau nomor perkaranya. Coba Tanya ke Humas,” jawab Jahzuri singkat.

Ditanya tentang luka atas penganiayaan yang dialami oleh Marajuntar Dalimunthe, Jahzuri mengakui hanya mengalami luka pada pergelangan tangan. Sementara lembab di dada korban tidak terbukti sebagai perbuatan terdakwa H Pangonal Harahap dan lembam di wajah juga tidak ada dalam visum et repertum. “Berdasarkan visum hanya 1 luka. Gak terbukti pukulan itu dilakukan terdakwa dan di wajah juga gak ada dalam visum, padahal visum dilakukan 1 jam setelah kejadian. Itukan masih baru, gak mungkin hilang dalam waktu singkat,” jawab Jahzuri saat disebutkan kesaksia korban dalam persidangan, dirinya dipukuli diwajahnya, dan mengalami lembam di dada.

Pada pemberitaan sebelumnya, Kapolres Labuhanbatu, AKBP Teguh Yuswardhie melalui Kanit Jatanras, TR Sitompul mengakui perkara Adman telah diputus oleg PN Rantauprapat secara terpisah. Menurut TR Sitompul, perkara tersebut diputus saat dirinya tidak menjabat sebagai Kanit Jatanras di Polres Labuhanbatu itu. “Gak tau saya, Itu saat saya gak di (Kanit) Jatanras,” kata TR Sitmpul beberapa waktu lalu yang saat itu gelar sidang perkara terdakwa H Pangonal Harahap batal digelar dialaskan ketidak hadiran saksi korban. (ls/ss/lb)

Kata kunci terkait:
pangonal, h pangonal harahap, biodata pangonal harahap, profil pangonal harahap, pangonalharahap, kasus korupsi pangonal, kasus-kasus pangonal, ketua pdip labuha batu, pdip labuhanbatu, ketua partai dalimunthe

Lihat Juga

Cegah Mismatch Menahun, BPJS Kesehatan Diminta Koreksi Diri

Jakarta | suarasumut.com  –  Anggota Komisi IX Irma Suryani mengibaratkan defisit yang dialami Badan Penyelenggara ...