Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Tenaga Kontrak Ngadu Ke Wakil Rakyat, Pansus Akan Segera Dibentuk Untuk Selidiki Dinas P3A

Tenaga Kontrak Ngadu Ke Wakil Rakyat, Pansus Akan Segera Dibentuk Untuk Selidiki Dinas P3A

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Tenaga Kontrak yang bekerja didinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak yang meminta kejelasan statusnya pada Oknum Kadis Ernida Rambe akhirnya mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) alias Wakil Rakyat.

Dalam pertemuan diruangan Fraksi PDI-P itu, sejumlah tenaga kontrak membeberkan atas keluhan mereka alami selama bekerja, bahkan mereka menyebut atas ketidak jelasan mereka didinas tersebut karena perintah orang nomor satu di Labuhanbatu.

“Tolong kami pak, tolong tuntaskan masalah kami ini, kami bayar masuknya kerja disitu, tapi kejelasan kami sebagai tenaga kontrak entah gimana kejelasannya. Bantu kami pak, ngak tau lagi kami mau mengadu kemana, “Kata Rosdiana Rambe, Kamis (31/5/2018) saat pertemuan yang ditampung beberapa anggota Dewan.

Masih katanya, dirinya sempat mempertanyakan kejelasan statusnya didinas tersebut kepada Oknum Kadis Ernida Rambe, tapi ia malah mengatakan atas tidak diberikannya gaji karena perintah Bupati.

“Sudah pernah saya tanyakan pak permasalahan ini sama Ibu Kadis, tapi saat itu ia menjawab atas perintah Bupati sehingga status dan gaji saya tak jelas. “Ini perintah Bupati mangkanya kamu begini,”bilang Rosdiana menirukan ucapan Ernida.

Atas keluhan tenaga Kontrak tersebut sejumlah anggota dewan seperti Saipul sirait dari Fraksi PDI-P, Akhyar Simbolon dari Fraksi Demokrat, Abdul Karim Hasibuan Ketua Farksi Gerindra, H. Ilham SPD, Ketua Komisi A berjanji akan menuntaskan permasalahan ini.

“Tepat sudah kalian mengadu kekami, karena kami duduk disini sebagai wakil kalian untuk menyampaikan aspirasi. Apalagi diruang pertemuan kita ini tak lain adalah partai yang dipimpin pak Bupati. Dan disinipun sudah ada wakil dari Fraksi PDI-P mudah-mudahan aspirasi kalian akan didegarkan,”ucap Abdul Karim.

Untuk itu, lanjut Saipul, kiranya data-data yang ada pada tenaga kontrak agar segera diberikan kepada kami dengan begitu kami mempunyai data kejelasan untuk mempertanyakan ke dinas tersebut.

“Geram aku mendengarnya kayak gini, ada tenaga lama kok malah dimasukkan tenaga baru, apalah maksud Kadisnya ini? bahkan saya dengar malah ada yang membayar hingga puluhan juta rupiah, aduh kok bisa sampai begini, jangan takut kalian ngomong bilang semua yang kalian alami,”cetus Saipul.

Ditambahkan Simbolon, dalam permasalahan ini mereka pun akan mengusulkan ke Ketua nya agar dibentuknya Panitia Khusus (Pansus) untuk menyelidiki atas dugaan yang menerpa Dinas P3A itu.

“Saya baru dengar ada tenaga kontrak di Dinas P3A itu, padahal seingat saya tidak ada melalui prosedur digodoknya di dewan, berapa gajinya, berapa yang dibutuhkan, kami juga tidak tahu atas dasar apa sehingga tenaga kontrak bisa ada disitu,”tambahnya.

“Seperti contoh, tenaga kontrak di Satuan Pamong Prja, kita godok dulu di dewan ini berapa gajinya, berapa orang yang dibutuhkan, jelas tahu kami anggarannya. Tapi sepengetahuanku di dinas tersebut nggak ada digodok tuh, apalagi larangan untuk mengangkat tenaga honorer dan tenaga kontrak jelas itu larangannya,”nugkap Simbolon.

Sedangkan Sekda Labuhanbatu Ahmad Mufli belum memberikan komentar atas hal ini. (ab/ss-lb)

Lihat Juga

Bupati Karo Pimpin Apel Gabungan Usai Libur Idul Fitri

Karo | suarasumut.com  –  Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH memimpin Apel gabungan perdana di lingkungan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *