Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Tekan Angka Kelahiran, Badan KB Dan PP Kota Sibolga Lakukan Sosialisasi MOP Dan Pembinaan PIK-KRR

Tekan Angka Kelahiran, Badan KB Dan PP Kota Sibolga Lakukan Sosialisasi MOP Dan Pembinaan PIK-KRR

Sibolga, suarasumut.com – Untuk menekan angka kelahiran atau ledakan penduduk, Badan KB dan PP Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga, dari beberapa hari sebelumnya telah mengadakan sosialisasi Kontap Pria (Vasektomi) sekaligus penyuluhan dan pembinaan PIK-KRR (Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja) di SLTP/SLTA Se-Kota Sibolga.

Di sela menyambut hari jadi Kota Sibolga Kepala Badan KB dan PP dr Yushari Banjarnahor, melalui Kepala Bidang KB Romauli Simanjuntak saat ditemui oleh wartawan di Stand lapangan Simaremare mengatakan (27/3), dua hari sebelumnya tepatnya pada hari Rabu (25/03) telah mengadakan sosialisasi MOP (Metoda Operasi Pria) atau Tubektomi bagi para pria yang sudah mempunyai dua anak atau lebih di Kecamatan Sibolga Selatan tepatnya di Aula BKB KEMAS kelurahan Aek Muara Pinang yang di hadiri 15 pria sasaran MOP.

Romauli menjelaskan, dalam sosialisai MOP tersebut mereka menerangkan pemahaman yang sebenarnya, betapa harmonisnya menjadi keluarga yang sejahtera, jika pria ikut menjalani nya. Saat ini, kata Romauli Kaum Adam bisa menggantikan kaum Hawa untuk ber-KB , dalam sosialisasi juga menerapkan pada MOP, jika nanti pria tidak perlu khwatir untuk menjalaninya, sebab di tangani oleh dokter –dokter professional yang membidanginya.

Kabid KB menambahkan, banyak orang yang selama ini salah memahami arti dari efek MOP, katanya di Kebiri (Dikasing=B.Batak), padahal tidak. “Kita memberikan penjelasannya….pada operasi tersebut hanya menutup saluran sel sperma yang efektif dan aman bagi hampir semua pria, yang tidak menghendaki anak lagi bisa dilakukan kapan saja serta tidak mempengaruhi gairah sexual, tetap seperti biasa. Apa bila terjadi infeksi atau gangguan organ kelamin pada pria dan kesehatan lainnya dokter dapat menunda pengopersaiannya,”terang Romauli Simanjuntak.

Masih dikatakan Romauli,sedangkan untuk PIK-KKR sosialisai tersebut di ikuti para pelajar GENRE (Generasi Berencana). “Disitu para pelajar kita beri pemahaman penundaan pernikahan/perkawinan usia dini , wanita sebelum 21 tahun dan Pria sebelum 25 tahun, seperti kita ketahui bahwa remaja merupakan salah satu fase usia peralihan masa kanak-kanak menuju gerbang dewasa,”jelasnya.

“Penyuluhan tersebut masing-masing dihadiri yang membidanginya, baik dijelaskan dari Dinas Kesehatan, berupa Infeksi Menular Sexual (IMS) dan HIV (virus penyebab AIDS) dan dari Kepolisian Sibolga juga ikut memberi penyuluhan yang menejelaskan jika efeknya para pelajar terjaring NARKOBA, dan yang lainnya,”tambah Romauli.

“Disela pameran Hari Jadi Kota Sibolga ini, silahkan datang ke Stand kami ramai-ramai, kita beri kesempatan besar untuk pemahaman berupa video atau film (LCD Lasser) yang mungkin lebih cepat di tanggapi oleh para pengunjung, baik pelajar dan orang tua,dan kita beri buku petunjuk atau kartu pemahaman secara gratis untuk di baca,”pinta Romauli mengakhiri disambut dengan senyumnya. (ph/ss/sb)

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...