Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Tebingtinggi Gelar Rapat Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial

Tebingtinggi Gelar Rapat Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial

Tebingtinggi | suarasumut.com  –  Hindari benturan di masyarakat, sejumlah pejabat terkait berkumpul di gedung Data 1 Pemko Tebingtinggi membahas penangganan konflik sosial masyarakat, Jumat (24/3/2017) sekira pukul 08.25 WIB.

Adapun yang hadir pada saat giat tersebut yaitu Asisten I Setdako, Waka Polres, Sekretaris Badan Kesbang Pol dan Linmas, Kepala BNNK, Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari), Dan Ramil 13 Tebingtinggi, Ketua FKDM Tebingtinggi, Ketua FKUB Tebingtinggi, Dinas Sosial dan Camat.

Sementara itu, Kepala BNNK Kompol Bambang R memberikan paparan tentang “Evaluasi kegiatan Satgas “Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Dimana, dalam hal ini Satgas P4GN telah melakukan beberapa upaya sebagai berikut:
a. Tahun 2016 BNNK Kota Tebingtinggi mengajukan usulan pembentukan Satgas P4GN mengacu pada surat edaran Mendagri dan surat Gubernur Sumatera Utara.
b. Telah dilaksanakan rapat sebanyak 2 kali pertemuan pada tanggal 25 November 2016 dan 7 Maret 2017 rapat pertama dalam pembenukan diusulkan anggaran Satgas ditampung dalam APBD Pemerintah Kota Tebingtinggi.
c. Berdasarkan surat keputusan Wali Kota Tebingtinggi nomor : 300/572 tahun 2017 tanggal 6 Maret 2017 dibentuk satuan tugas pemberantasan dan pencegahan penyalahgunaan dan Peredaran gelap narkoba (P4GN) Kota Tebingtinggi yang kemudian dilakukan kekurangan perdana pada lokasi rawan peredaran gelap narkotika dengan berhasil dijaring lima orang yang di indikasi menggunakan narkotika.
d. Atas kelima orang yang berhasil di jaring sebagai penyalahgunaan narkoba selanjutnya dilakukan assessment di klinik Pratama BNN Kota Tebingtinggi untuk menjalani program Rehab.
e. Satgas yang ada masih terus mendata dan menerima laporan tentang banyaknya lokasi sebagai tempat peredaran gelap dan menggunakan narkotika.

Rencana tindak lanjut yang akan dilakukan yaitu :

a. Mendatangkan target operasi lebih baik yang ada baik di temukan dan disampaikan masyarakat ke satgas.
b. Melaksanakan rapat koordinasi lanjutan Satgas untuk diagendakan secara rutin.
c. Menentukan TO yang akan ditindaklanjuti dengan pemberantasan ke depan menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan.
d. Melaksanakan program lanjutan kerja tim Satgas setelah pemberantasan seperti sosialisasi narkoba dan program sosial lainnya.
e. Melakukan evaluasi kegiatan P4GN
f. Membuat laporan ke Mendagri melalui Gubernur Sumatera Utara dengan tembusan kepala BNN RI dan Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara.

Kesimpulan dari paparan tersebut adalah narkoba di Kota Tebingtinggi masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Dimana hal itu merupakan tanggung jawab bersama, penanganan narkoba oleh Satgas belum maksimal, karena keterbatasan anggaran atau dana operasional, serta perlu ditingkatkan kerjasama dan kesamaan persepsi bagi sesama instansi dalam Satgas P4GN.

Sedangkan, Kajari Tebingtinggi Fajar Manurung melalui Kasi Intel Oki Permana memberikan paparan tentang Peran Bakorpakem dalam Pengawasan Aliran Kepercayaan.

Penanganan sudah dilakukan terhadap aliran yang menyimpang di Kota Tebingtinggi.
1. Persekutuan tubuh Kristus Dan Api Roh Kudus Kejaksaan telah membuat rapat koordinasi tim Bakorpakem di Kantor Kejaksaan Negeri Tebingtinggi dengan badan koordinasi antar kredit untuk melakukan kajian secara tertulis.
2. Gerakan Fajar Nusantara.
Adanya formasi pemulangan eks Gafatar berjumlah 301 orang dan 14 merupakan Warga Tebingtinggi dan tim Bakorpakem melakukan gerakan koordinasi di kantor Majelis Ulama Indonesia pada tahun 2016.
3. Ajaran Al Wahidiyah. Adanya surat perihal permohonan audiensi dari Yayasan Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo perwakilan Tebingtinggi dilakukan rapat koordinasi di dinas sosial dengan mengundang Sugandi sebagai narasumber X pengamal Sholawat Sahidiyah dan tanggal 6 Mei 2016 dilakukan rapat koordinasi Pendidikan Kota Tebingtinggi ditemukannya penyimpangan terhadap ajaran Al Wahidiyah yaitu pengkultusan individu terhadap Kanjeng Romo Kyai Haji Abdul Latif Madjid RA salah masuk perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo yang dapat memberikan syafaat di dalam kubur terhadap pengamal Sholawat Wahidiyah bahwa dalam rapat koordinasi Majelis Ulama Islam Kota Tebingtinggi bersama dengan tim Bakorpakem kota Tebingtinggi menyatakan menentang kehadiran Salawat Wahidiyah di kota Tebingtinggi dan masyarakat berharap Bakorpakem menjadi badan yang bersifat netral dan menjadi wasit yang adil dalam menilai aliran kepercayaan masyarakat

Selanjutnya, Waka Polres Tebingtinggi, Kompol A Sinurat memberikan paparan tentang Tim Saber Pungli.(ag/ss-tt)

Kata kunci terkait:
sholawat wahidiyah, kuburan tebing suku batak, wahidiyah kedunglo, sk tim terpadu penanganan konflik sosial serdang bedagai, wahidiyah tebing tinggi

Lihat Juga

Bupati Labuhanbatu Hadiri Arahan Mendagri

Labuhanbatu | suarasumut.com  –  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memberikan pengarahan kepada Forum Komunikasi ...