Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Tanpa Meteran, Pembayaran Tarif Hanya Ditaksasi

Tanpa Meteran, Pembayaran Tarif Hanya Ditaksasi

 

          “Marojahan P : Kalau Meteran Tertimbun Karena Orang Lain, Itu Bukan Tanggung Jawab Kami”

 

Sibolga | suarasumut.com  –  Sejumlah pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Nauli kota Sibolga mengeluh akibat naiknya harga pembayaran tarif volume air bersih disetiap bulannya. Masih banyak pipa air yang digunakan masyarakat tanpa menggunakan pipa meteran dalam perolehan tarif pembayaran.

Salah satu pelanggan lainnya, R Tanjung warga kelurahan Pancuran Bambu kecamatan Sibolga Sambas mengatakan, tarif pembayaran setiap bulan yang biasa di bayar ke PDAM Tirtanauli naik hampir dua kali lipat dari harga yang biasa dibayar.

“Biasanya membayar Rp 60.400, hingga Rp 70.500,- perbulannya, tetapi di dua bulan terakhir ini tarif tersebut naik menjadi Rp 104.000,- per bulan, tanpa ada pemberitahuan. Ini bisa jadi akan naik lagi di bulan berikutnya, padahal kami selalu memakai air seperti biasanya,” ungkapnya, sambil menunjukkan kertas rekening pembayaran salah satu pelanggan yang tidak diketahui meteran pipanya, Senin (27/03/2017) sekira pukul 10.30 Wib di Sibolga Sambas.

Keluhan tersebut langsung disambangi H Pasaribu pelanngan lainnya ke PDAM Tirtanauli yang berkantor jalan SM Raja kelurahan Aek Parombunan. Hingga diantara petugas yang menerima keluhan tersebut langsung diajak pihak PDAM untuk melihat kondisi pipa yang dimaksud.

Menanggapi permasalahan itu, warga setempat meminta persoalan ini benar-benar diperhatikan tentang keabsahan meteran tersebut. Dikatakan H Pasaribu, surat pemeberitahuan kenaikan tarif dari PDAM terhadap pelanggan yang tidak dilalui pemakainnya menggunakan meteran tidak ada sama sekali.

“Kalaupun memang surat pemeberitahuan itu ada sejak awalnya, tentu warga pasti akan mengetahui letak meteran itu, akibat dari naiknya harga tarif tersebut, banyak sesama tetangga yang ribut dan saling menyalahkan pada penggunaan air tersebut,” ucap Pasaribu.

Dilain tempat, kepala Dirut PDAM Tirtanauli kota Sibolga, Marojahan Panjaitan saat disambangai sekira pukul 15.23 Wib menerangkan, tarif pembayaran tanpa melalui meteran itu diakibatkan dengan adanya perluasan lahan, atau pembangunan ruko serta bangunan jenis lainnya, sehingga posisi keberadaan meteran pipa tersebut banyak yang tertanam.

“Kalau meteran yang tertimbun oleh tangan orang, itu bukan tanggung jawab kami dari PDAM, tetapi kalau itu rusak secara teknis tentu kita ganti secara gratis. Kemudian, mereka itu tidak seharusnya melapor ke wartawan, ke LSM, dan ke DPRD, tetapi ke PDAM,” ujar Dirut PDAM Tirtanauli Sibolga sambil meminta bantu terhadap wartawan mencatat keluhan dari beberapa pelanggan yang dimaksud.

Ketika disampaikan tentang penyampaian warga terhadap pembayaran pemakaian air tanpa menggunakan meteran, dirut PDAM Tirtanauli merasa kaget jika hal tersebut tidak mengikuti prosedur yang berlaku.

“Jika tidak menggunakan itu, darimana kita mengetahuinya?, sejak awal itukan memang bukan salah Kami, maka Kami taksasilah pemakaian serta pembayaran tarifnya, sehingga sampai keberatan begini,” ungkapnya.

“Itu hal yang wajar diterima warga dikarenakan kaget pembayarannya bisa sampai segitu. Tetapi itu nanti akan kami surati lagi,” tandas Marojahan sambil mengerahkan petugas yang dimaksud untuk mengecek terhadap data yang dikeluhkan pelanggan yang dimaksud.(ph/ss-sb)

Kata kunci terkait:
tarif air naik di pdam tirta nauli sibolga

Lihat Juga

Bupati Labuhanbatu Hadiri Arahan Mendagri

Labuhanbatu | suarasumut.com  –  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memberikan pengarahan kepada Forum Komunikasi ...