Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Tandatangan Warga Palsu?, Izin Pembangunan Vihara Budha Syakamuni Dibatalkan

Tandatangan Warga Palsu?, Izin Pembangunan Vihara Budha Syakamuni Dibatalkan

Kualuhleidong | suarasumut.com  –  Diduga tanda tangan warga dipalsukan, Kamenag (Kementerian agama) Kabupaten Labuhanbatu Utara batalkan Izin Pembanguan Vihara Budha Syakamuni yang berada di Kelurahan Tanjungleidong Kecamatan Kualuhleidong Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Kepala Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kualuhleidong Rasimin S.Ag ketika dihubungi Via Seluler, Jumat (24/2)  kepada wartawan diakuinya kalau Kemenag yang meninjau lokasi pembangunan Vihara di Kelurahan Tanjungleidong, sudah melihat surat permohonan pemberitahuan pembangunan Vihara Budaha Syakamuni adanya kejanggalan, makannya pihak Kemenag Labura minta diulang surat tekenan warga kalau sudah lengkap dan jelas warga menurunkan tekenan baru izinya dikeluarkan.

Sambungnya,  sampai sekarang ini pihak Kemenag belum mengeluarkan izinya dan begitu juga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Labura. “Yang jelas menurut dari kantor kita , semuanya harus disetujui warga sekitar. yang berkisar 90 KK, agar tidak menimbulkan perpecahan untuk kerukunan umat beragama di Kelurahan Tanjung leidong,”ucap Rasimin Sag.

Dipalsukannya tandatangan warga juga diakui seorang warga yang menjadi korban seperti Maryono, yang tinggal di Lingkungan Kampungbaru 4, menuturkan, dia tidak pernah meneken penyataan persetujuan pembangunan Vihara itu. “Dan saya lihat tanda tangan saya sudah ada dan juga lengkap dengan foto cofy KTP saya, untuk pemalsuan itu, saya melalui pemuka agama mengutarakan keberatan saya agar disampaikan ke pihak Kemenag Dan FKUB Labura,”terangnya.

Ia juga menyebutkan, mungkin bukan satu orang saja yang ikut dipalsukan, dan bisa lebih karena data yang dilihatnya foto cofy ini seperti direkayasa, untuk itu dia berharap berkas tandatangan masyarakat sekitar supaya di ulang lagi dan dilakukan secara transparan.

Sementara  Panitia pembagunan Vihara Syakamuni berinitial Kocik warga Kelurahan Tanjungliedong saat dijumpai di rumahnya, terkait adanya pemalsuan tandatangan di permohonan pembangunan Vihara Budhah Syakamuni. Ia membenarkan, merasa malu karena ada tanda tangan warga dipalsukan. “Saya tidak tahu kalau palsu itu, sebab Saya serahkan kepada Kepling Kampung baru yang bernama Basumin alias Karto, rupanya bukan tanda tangan warga yang dikasihnya malah tandatangnnya dibuat-buatnya saja,”jelasnya sambil mengelengkan kepala.

Amatan suarasumut.com, recana pembangunan Vihara Syakamuni akan berlokasi di Lingkungan Kampung Baru 4 Kelurahan Tanjungleidong dan menjadi polemic ditengah –tengah masyarakat kalau rencana pembangunan rumah ibadah ini berdekatan dengan rumah ibadah Muslim serta permungkiman warga Muslim membuat banyak warga keberatan.(hs/ss-lu)

Kata kunci terkait:
budha

Lihat Juga

Bupati : Pelantikan Dilaksanakan Untuk Memenuhi PP Nomor 18 Tahun 2016

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Administrasi dan Fungsional dilaksanakan untuk ...