Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Tanahnya Diserobot Dinas Tarukim, Warga Tempuh Jalur Hukum

Tanahnya Diserobot Dinas Tarukim, Warga Tempuh Jalur Hukum

Gunungsitoli | suarasumut.com — Tanahnya diserobot Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kota Gunungsitoli, Fa’aro Bazatulo Harefa alias Ama Chandra, warga Desa Sifalaete, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli akan tempuh jalur hukum.

Akibat tanahnya diserobot Dinas Tarukim Kota Gunungsitoli untuk pembangunan jalan, Fa’aro Bazatulo Harefa alias Ama Chandra mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 300 – Rp 400 juta.

Menurut Fa’aro yang ditemui di lokasi tanah miliknya yang telah diserobot, di Jalan JP Vallon, Desa Sifalaete, Kota Gunungsitoli, Rabu (8/12), luas tanah miliknya yang diserobot Dinas Tarukim Kota Gunungsitoli untuk pembangunan jalan rabat beton, di Jalan JP Vallon, Desa Sifalaete, Kota Gunungsitoli kurang lebih seluas 250 meter.

“Saya tidak terima tanah saya digunakan sebagai jalan tanpa izin atau hibah dari saya. Selain tanah saya diserobot, beberapa tanaman seperti pisang, ubi kayu dan tanaman lainnya di tanah saya sudah dirusak, dan saya akan melaporkan ini kepada penegak hukum,” tegas Fa’aro kepada media.

Kepada media, Fa’aro mengakui jika saat pematokan dia diundang, tetapi dia sama sekali tidak mengerti, bahkan Dinas Tarukim maupun rekanan tidak pernah mintai izin atau minta surat hibah untuk menggunakan tanah miliknya sebagai jalan.

“Sudah berulangkali saya menemui pejabat pembuat komitmen (PPK) dan Kadis Tarukim membicarakan penyerobotan tanah saya, tetapi tidak ada tindaklanjut.. Saya juga menyesali pembangunan jalan di tanah saya asal jadi, bahkan kini sudah mulai retak retak,” sesalnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tarukim Kota Gunungistoli Motani Telaumbanua, SH yang dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (8/12) mengaku jika pembangunan jalan rabat beton di jalan JP Vallon, Desa Sifalaete, Kota Gunungsitoli sudah melalui prosedur.

Motani bahkan menegaskan, saat pematokan jalan dilakukan Dinas Tarukim dan rekanan, pemilik lahan tersebut diundang dan tidak keberatan.

“Kita bingung, kenapa baru sekarang keberatan setelah pembangunan selesai. Waktu pematokan kita mengundang pemilik tanah, dan kala itu mereka tidak keberatan,” terang Motani.

Mengenai rencana pemilik lahan akan menempuh jalur hukum, dia mempersilahkan, karena menurut dia itu hak pemilik lahan. Sedangkan soal jalan yang retak, Motani berjanji akan memerintahkan rekanan memperbaiki.(ih/ss-gs)

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...